PRI Bentuk PRO RI, Gerakan Robotika Nasional untuk Wujudkan Kedaulatan Teknologi Indonesia

PRI Bentuk PRO RI, Gerakan Robotika Nasional untuk Wujudkan Kedaulatan Teknologi Indonesia

Jakarta – Partai Rakyat Indonesia (PRI) resmi memulai pembentukan organisasi sayap berbasis teknologi dan robotika bernama Pusat Robotika Rakyat Indonesia (PRO RI) sebagai langkah strategis memperkuat kemandirian teknologi nasional. Pembentukan organisasi tersebut ditetapkan dalam rapat koordinasi nasional yang digelar di Kantor DPP PRI, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).

Forum tersebut dihadiri para tokoh teknologi, komunitas robotika, praktisi digital, pengurus DPP PRI, serta jajaran Dewan Pimpinan Nasional PRO RI. Dalam kesempatan itu, rapat menetapkan Adityo Handoko sebagai Ketua Umum PRO RI dan Muhamad Ied sebagai Sekretaris Jenderal PRO RI.

Pembentukan PRO RI dinilai menjadi tonggak awal lahirnya gerakan robotika nasional berbasis masyarakat yang bertujuan memperkuat kapasitas sumber daya manusia Indonesia dalam menghadapi era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), robotika dan otomasi industri menuju visi Indonesia Emas 2045.

Robotika sebagai Pilar Kedaulatan Bangsa

Ketua Umum Partai Rakyat Indonesia, Muhammad Nazaruddin, menegaskan bahwa penguasaan teknologi akan menjadi faktor penentu dalam persaingan global di masa depan. Menurutnya, Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi produk teknologi asing, melainkan harus mampu menjadi pencipta dan pengembang teknologi.

“PRI memandang robotika sebagai bagian dari perjuangan kedaulatan bangsa. Negara yang tidak menguasai teknologi akan tertinggal secara ekonomi, industri bahkan pertahanan. Karena itu PRO RI harus menjadi motor penggerak lahirnya generasi inovator dan pengembang teknologi nasional,” tegas Nazaruddin.

Ia menilai perkembangan AI, robotika dan otomatisasi industri yang semakin pesat menuntut Indonesia untuk segera membangun fondasi teknologi yang mandiri dan berdaya saing. Menurutnya, langkah tersebut menjadi kebutuhan strategis agar Indonesia mampu mengambil peran penting dalam peta ekonomi global dua dekade mendatang.

Robotika Harus Menjangkau Seluruh Lapisan Masyarakat

Sementara itu, Ketua Umum PRO RI, Adityo Handoko, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya tidak hanya berfokus pada pengembangan teknologi tinggi, tetapi juga pada pemerataan akses pendidikan teknologi bagi masyarakat.

Menurutnya, robotika harus menjadi gerakan rakyat yang dapat diakses pelajar, mahasiswa, komunitas hingga masyarakat di berbagai daerah.

“Robotika tidak boleh menjadi teknologi elit. PRO RI ingin memastikan anak-anak Indonesia, dari kota sampai desa, memiliki kesempatan belajar coding, AI dan robotika agar mampu bersaing secara global,” ujarnya.

Adityo menjelaskan, PRO RI akan memfokuskan program kerjanya pada pendidikan robotika nasional, pelatihan coding dan kecerdasan buatan, sertifikasi kompetensi teknologi, pengembangan talenta digital, penyelenggaraan kompetisi robotika serta pembentukan komunitas robotika rakyat di seluruh Indonesia.

Ia menambahkan, penguasaan teknologi kini menjadi bagian penting dari konsep ketahanan nasional modern.

“Kedaulatan bangsa hari ini bukan hanya soal wilayah, tetapi juga penguasaan teknologi. Jika kita terus bergantung pada teknologi asing, maka akan sulit menjadi bangsa yang benar-benar mandiri,” katanya.

Dukung Implementasi Kurikulum Robotika Nasional

Dalam rapat tersebut, PRO RI juga menyatakan dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam memperkuat pendidikan teknologi dan robotika di Indonesia, termasuk implementasi pembelajaran robotika yang diatur melalui Kepmendikdasmen Nomor 127/P/2025.

Sekretaris Jenderal PRO RI, Muhamad Ied, menilai kebijakan tersebut sebagai langkah visioner dalam mempersiapkan generasi masa depan yang mampu menciptakan teknologi.

“Masuknya robotika ke kurikulum pendidikan merupakan keputusan strategis negara. Ini bukan sekadar pelajaran tambahan, tetapi investasi jangka panjang untuk membangun generasi pencipta teknologi,” ujarnya.

Menurut Ied, PRO RI siap berkolaborasi dalam mempercepat implementasi program tersebut melalui pelatihan, pendampingan komunitas, pengembangan kegiatan robotika daerah hingga kerja sama pendidikan berbasis teknologi.

Bangun Struktur Organisasi hingga Daerah

Selain menetapkan kepengurusan nasional dengan sebutan Dewan Pimpinan Nasiona (DPN), rapat koordinasi juga menghasilkan keputusan untuk membentuk struktur organisasi PRO RI di seluruh Indonesia secara bertahap.

Struktur tersebut akan terdiri atas Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat provinsi dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) tingkat kabupaten/kota. Konsolidasi organisasi akan dilakukan secara berjenjang guna memperkuat gerakan robotika nasional berbasis masyarakat.

PRO RI juga akan mengembangkan berbagai program strategis, antara lain pelatihan teknologi, pendidikan coding, festival dan kompetisi robotika, penguatan komunitas digital serta kampanye nasional mengenai pentingnya kemandirian teknologi Indonesia.

Menyiapkan Ekosistem Teknologi untuk Indonesia Emas 2045

Pembentukan PRO RI dipandang sebagai wujud meningkatnya kesadaran politik dan sosial terhadap pentingnya teknologi sebagai fondasi pembangunan bangsa di masa depan.

Melalui semangat “Membangun Generasi Emas melalui Robotika, Coding & AI”, PRO RI menargetkan terbentuknya ekosistem teknologi nasional yang kuat, inklusif dan berpihak pada kepentingan rakyat.

Dengan dukungan PRI serta kolaborasi berbagai elemen masyarakat, PRO RI diharapkan mampu menjadi penggerak transformasi teknologi nasional sekaligus melahirkan generasi inovator yang siap membawa Indonesia menjadi negara maju, mandiri dan berdaulat secara teknologi menuju Indonesia Emas 2045. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *