Langkah Naturalisasi Taisei Marukawa dan Peluangnya Berseragam Timnas Indonesia

Langkah Naturalisasi Taisei Marukawa dan Peluangnya Berseragam Timnas Indonesia

Surabaya | Taisei Marukawa, pemain Dewa United asal Jepang, mulai mengambil langkah untuk memperoleh status sebagai warga negara Indonesia. Kabar tersebut menjadi perhatian karena proses naturalisasi dapat membuka peluang baginya untuk memperkuat Timnas Indonesia pada masa mendatang, meskipun pengajuan kewarganegaraan tidak secara otomatis berarti ia akan dipanggil atau dimainkan oleh skuad nasional.

Marukawa mengaku telah menyerahkan seluruh dokumen yang diperlukan dalam pengajuan tersebut. Pernyataan itu menunjukkan bahwa proses yang dijalaninya sudah memasuki tahap administratif, dengan kelengkapan berkas menjadi salah satu unsur penting dalam permohonan perubahan status kewarganegaraan. Setelah dokumen diserahkan, pengajuan tetap harus melalui pemeriksaan dan tahapan sesuai ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.

Sebelum bergabung dengan Dewa United, Marukawa lebih dahulu dikenal oleh publik sepak bola Indonesia melalui kiprahnya bersama Persebaya Surabaya dan PSIS Semarang. Penampilannya di kompetisi domestik membuat namanya cukup familiar bagi pendukung klub-klub Indonesia. Pengalaman bermain di lingkungan sepak bola nasional juga menjadi latar belakang yang relevan dalam pembahasan mengenai keinginannya untuk menjadi WNI.

Hal penting lainnya, pengajuan tersebut dilakukan melalui jalur mandiri. Marukawa menegaskan bahwa proses itu bukan berasal dari rekomendasi PSSI. Dengan demikian, langkah yang ditempuhnya merupakan inisiatif pribadi sebagai pemain yang ingin mengajukan kewarganegaraan Indonesia, bukan bagian dari program naturalisasi yang secara khusus diajukan federasi sepak bola.

Perbedaan jalur ini perlu dipahami agar tidak muncul anggapan bahwa proses administrasi tersebut langsung berkaitan dengan rencana pemanggilan ke Timnas Indonesia. Status sebagai warga negara nantinya masih bergantung pada keputusan otoritas terkait, sedangkan peluang membela tim nasional juga dipengaruhi berbagai pertimbangan teknis dan regulasi. Untuk saat ini, informasi utama yang dapat dipastikan adalah Marukawa telah memulai pengajuan dan menyatakan seluruh dokumen yang dibutuhkan sudah diserahkan.

Taisei Marukawa disebut menempuh jalur mandiri dalam rencana perpindahan kewarganegaraan ke Indonesia. Dasar yang digunakan adalah masa tinggalnya di Indonesia selama lima tahun berturut-turut. Ketentuan tersebut menjadi salah satu alasan yang memungkinkan seorang warga negara asing mengajukan permohonan naturalisasi melalui prosedur umum, tanpa harus semata-mata bergantung pada skema khusus untuk atlet berprestasi atau pertimbangan kepentingan negara.

Rujukan penting dalam konteks ini adalah Pasal 9 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Pasal tersebut mengatur bahwa orang asing dapat memperoleh kewarganegaraan Indonesia melalui permohonan apabila memenuhi persyaratan yang ditentukan. Salah satu persyaratannya ialah telah bertempat tinggal di wilayah Indonesia selama lima tahun berturut-turut atau sepuluh tahun tidak berturut-turut. Karena itu, catatan masa tinggal Taisei selama lima tahun berkelanjutan dapat menjadi dasar awal untuk mengajukan permohonan naturalisasi.

Namun, terpenuhinya persyaratan masa tinggal tidak otomatis membuat permohonan disetujui. Pemohon tetap perlu memenuhi ketentuan lain, seperti batas usia atau status perkawinan, kondisi kesehatan, tidak pernah dijatuhi pidana dengan ancaman hukuman tertentu, memiliki pekerjaan atau penghasilan, serta bersedia melepaskan kewarganegaraan asal apabila memperoleh kewarganegaraan Indonesia. Dokumen dan riwayat tinggal juga harus diperiksa oleh instansi berwenang sebelum proses berlanjut.

Dengan demikian, pengajuan yang dilakukan Taisei sebaiknya dipahami sebagai langkah administratif menuju naturalisasi, bukan bukti bahwa ia telah resmi menjadi Warga Negara Indonesia. Setelah permohonan diajukan, masih terdapat tahapan pemeriksaan, rekomendasi, dan keputusan sesuai mekanisme hukum yang berlaku. Status kewarganegaraan baru berubah setelah seluruh proses selesai dan keputusan resmi diterbitkan.

Hal yang sama berlaku terhadap peluangnya memperkuat tim nasional. Selama Taisei belum memperoleh status WNI dan belum memenuhi seluruh ketentuan administrasi sepak bola internasional, pengajuan naturalisasi belum membuatnya langsung berhak membela Indonesia. PSSI dan pihak terkait tetap harus memastikan kelayakan kewarganegaraan serta aturan eligibilitas pemain sebelum namanya dapat dipertimbangkan untuk pertandingan resmi.

Perjalanan Taisei Marukawa untuk memperoleh status sebagai warga negara Indonesia memiliki karakteristik berbeda dibandingkan proses naturalisasi pemain diaspora yang umumnya diproyeksikan melalui rekomendasi PSSI. Taisei disebut menempuh jalur mandiri, sehingga prosesnya bergantung pada kelengkapan pengajuan pribadi, penilaian instansi terkait, serta pemenuhan seluruh ketentuan hukum yang berlaku. Jalur ini tidak serta-merta membuat proses berlangsung lebih cepat, karena setiap permohonan tetap harus melewati tahapan administratif dan pemeriksaan berlapis.

Dalam skema naturalisasi pemain diaspora, PSSI biasanya menyampaikan rekomendasi berdasarkan kebutuhan tim nasional. Usulan tersebut kemudian dapat diteruskan kepada pemerintah untuk diproses melalui kementerian dan lembaga terkait, sebelum akhirnya memperoleh persetujuan DPR RI apabila pengajuan tersebut menggunakan mekanisme kewarganegaraan melalui kepentingan negara. Rangkaian tersebut mencakup verifikasi dokumen, penilaian kontribusi, pembahasan antarlembaga, hingga pengucapan sumpah setia sebagai WNI.

Pengalaman Marc Klok menunjukkan bahwa proses tersebut dapat memerlukan waktu panjang. Pemain kelahiran Belanda itu memulai pengajuan naturalisasi pada Maret 2019. Naturalisasinya kemudian disetujui DPR RI pada Oktober 2020, sebelum Klok mengucapkan sumpah setia sebagai WNI pada 12 November 2020. Secara keseluruhan, proses yang dijalani Klok berlangsung sekitar satu tahun delapan bulan.

Rentang waktu tersebut menjadi gambaran bahwa pengajuan kewarganegaraan tidak dapat disamakan dengan perpindahan klub atau pendaftaran pemain biasa. Taisei perlu memenuhi persyaratan yang ditetapkan, sementara otoritas terkait harus memastikan bahwa seluruh dokumen dan dasar pengajuannya sesuai aturan. Bahkan apabila permohonannya mendapat perhatian publik, keputusan tetap memerlukan proses formal. Karena itu, peluang Taisei memperkuat timnas Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kemampuan dan kesediaannya, tetapi juga oleh kecepatan penyelesaian administrasi. Dengan mempertimbangkan pengalaman Klok, proses Taisei berpotensi tidak selesai dalam waktu singkat.

Peluang Taisei Marukawa untuk tampil bersama Timnas Indonesia pada Piala Asia 2027 dinilai belum realistis. Turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung di Arab Saudi pada 7 Januari hingga 5 Februari mendatang, atau kurang dari tiga bulan lagi. Dengan waktu yang semakin terbatas, proses naturalisasi harus melalui sejumlah tahapan administratif dan hukum sebelum sang pemain dapat memiliki status sebagai warga negara Indonesia.

Selain memperoleh kewarganegaraan, Taisei juga masih perlu memenuhi ketentuan yang berlaku agar dapat membela Indonesia di level internasional. Setelah proses tersebut selesai, dokumen pemain harus dipastikan sesuai dengan regulasi FIFA. Tahapan ini membuat peluangnya masuk ke skuad untuk Piala Asia 2027 menjadi sangat kecil, terutama apabila naturalisasi belum dimulai atau belum mendapatkan kepastian dalam waktu dekat.

Kondisinya dapat berbeda ketika pembahasan diarahkan pada kualifikasi Piala Dunia 2030. Ajang tersebut memiliki rentang persiapan yang jauh lebih panjang, sehingga tersedia waktu lebih luas bagi pemerintah, federasi, pemain, dan pelatih untuk menyelesaikan seluruh persyaratan. Durasi itu juga memungkinkan Taisei beradaptasi dengan lingkungan sepak bola Indonesia serta membangun pemahaman yang lebih baik bersama calon rekan setimnya.

Taisei, yang kini berusia 29 tahun, masih dapat menjadi salah satu opsi bagi pelatih John Herdman dalam perjalanan Indonesia mengejar tiket ke Piala Dunia 2030. Pengalaman, kemampuan teknis, dan pemahamannya terhadap sepak bola Asia berpotensi menjadi pertimbangan apabila ia dinilai sesuai dengan kebutuhan tim. Meski demikian, peluang tersebut belum dapat dianggap pasti. Kehadirannya di Timnas Indonesia tetap sepenuhnya bergantung pada rampungnya proses naturalisasi, pemenuhan persyaratan FIFA, serta keputusan akhir staf pelatih dalam menyusun komposisi skuad.

Baca juga: Usulan Car Free Day Jakarta: Langkah Baik dalam Mengurangi Polusi | Langkah Strategis Telkom Indonesia dalam Optimalisasi Aset Properti