Blitar – Praktik perjudian jenis sabung ayam kembali jadi sorotan di Kabupaten Blitar. Salah satu titik panas berada di Desa Sumberasri, Kecamatan Nglegok, yang disebut-sebut sebagai lokasi langganan judi sabung ayam, dengan inisial pemilik M.
Ironisnya, meski aktivitas tersebut berlangsung secara terbuka dan sudah berjalan cukup lama, belum terlihat adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum setempat. Situasi ini menimbulkan kecurigaan adanya unsur pembiaran atau bahkan perlindungan dari pihak-pihak tertentu.
Dalam penelusuran tim media ke lokasi pada Rabu (23/07/2025), ditemukan bahwa arena sabung ayam itu beroperasi secara rutin, bahkan diketahui oleh warga sekitar. Namun, masyarakat memilih diam, takut ikut campur karena risiko yang bisa mengancam keselamatan mereka.
“Kami tahu tempat itu, tapi lebih baik diam. Kami tidak tahu siapa yang membekingi, yang jelas tidak ada yang berani menindak,” ujar seorang warga yang tidak bersedia disebutkan namanya.
Sikap bungkam masyarakat ini mencerminkan menurunnya kepercayaan terhadap institusi kepolisian. Padahal, menurut Pasal 303 KUHP, praktik perjudian jelas-jelas dilarang dengan ancaman pidana penjara hingga 10 tahun atau denda maksimal Rp25 juta. Namun, penegakan hukum seolah hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas.
Lebih mencemaskan lagi, lokasi perjudian tersebut bukan tersembunyi, melainkan berada di area yang cukup mudah dijangkau. Ini menambah keyakinan bahwa aparat sebenarnya tahu, namun memilih diam.
“Kalau masyarakat bisa tahu dan media bisa liput, mustahil aparat tidak tahu. Yang jadi pertanyaan, kenapa dibiarkan?” tambah sumber lain.
Fenomena ini menjadi tamparan keras bagi institusi penegak hukum, khususnya Polres Blitar. Penegakan hukum tidak boleh tebang pilih, dan tidak boleh tunduk pada kekuatan uang maupun pengaruh.
Masyarakat kini menunggu aksi nyata dari pihak kepolisian. Jangan sampai ketidakseriusan dalam menangani kasus perjudian justru memperparah degradasi kepercayaan publik terhadap hukum dan keadilan.
Apakah Polres Blitar akan bertindak, atau justru terus membiarkan? Waktu yang akan menjawab.
(Bersambung…)












