SIDOARJO – Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman tiba di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa, 11 Agustus 2026. Kedatangannya menjadi bagian dari agenda kunjungan kerja di Jawa Timur, dengan salah satu tujuan meninjau langsung kondisi kekeringan yang melanda wilayah Kabupaten Gresik.
Pesawat yang membawa Amran bersama rombongan mendarat di Bandara Internasional Juanda sekitar pukul 09.55 WIB. Rombongan datang dari Ujungpandang menggunakan pesawat private jet Aegle Aviation Limited dengan tipe pesawat G450 dan nomor penerbangan T7-977. Setibanya di bandara, rombongan kemudian diarahkan menuju fasilitas VIP Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Sekitar pukul 10.00 WIB, Amran bersama rombongan menjalani transit singkat di ruang VIP Pemprov Bandara Internasional Juanda. Tidak berlangsung lama, sekitar pukul 10.15 WIB, Menteri Pertanian tersebut bersama rombongan mulai meninggalkan area VIP dan menuju kendaraan yang telah disiapkan untuk melanjutkan agenda kunjungan kerja.
Dalam perjalanan berikutnya, Amran menggunakan kendaraan Toyota Alphard berwarna hitam dengan nomor polisi RI 28. Rombongan kemudian bergerak meninggalkan Bandara Internasional Juanda sekitar pukul 10.20 WIB dengan mendapat pengawalan dari jajaran Polda Jawa Timur.
Tujuan utama perjalanan tersebut adalah Dusun Munggu, Desa Munggugianti, Kabupaten Gresik. Di lokasi itu, Menteri Pertanian dijadwalkan melihat secara langsung kondisi kekeringan sekaligus meninjau situasi yang dihadapi masyarakat dan sektor pertanian akibat keterbatasan ketersediaan air.
Sejumlah orang turut mendampingi kunjungan kerja Menteri Pertanian tersebut, di antaranya Imam Wahyudi, Mulyadi, Sam Herodian, Arief, Arif, Danang, Hanum, Eva, Irama, dan Adjie. Rombongan tersebut mengikuti rangkaian perjalanan sejak kedatangan di Bandara Internasional Juanda hingga keberangkatan menuju Kabupaten Gresik.
Seluruh rangkaian kedatangan hingga keberangkatan rombongan dari Bandara Internasional Juanda berlangsung tertib dan aman. Kunjungan Amran ke wilayah Gresik diharapkan dapat memberikan gambaran langsung mengenai kondisi kekeringan di lapangan serta menjadi bagian dari upaya pemerintah merespons persoalan yang berdampak terhadap aktivitas pertanian di wilayah tersebut.
Pewarta: Abdul Latif












