JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 October 2026, Sebuah rumah dinas di kompleks KPAD Cijantung, Jakarta Timur, diduga digunakan sebagai markas kegiatan judi online. Dugaan itu mencuat setelah warga sekitar mencurigai adanya aktivitas yang tidak biasa di rumah tersebut. Pergerakan orang yang berlangsung secara tertutup serta kegiatan yang dinilai berbeda dari penggunaan rumah dinas pada umumnya mendorong warga untuk menyampaikan laporan kepada pihak terkait.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Brigjen TNI Donny Pramono menyampaikan bahwa pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan dan kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan kompleks. Informasi dari warga kemudian menjadi perhatian aparat untuk menelusuri aktivitas yang berlangsung di lokasi. Langkah itu menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat memiliki peran penting dalam mendeteksi dugaan pelanggaran yang terjadi di lingkungan permukiman.
Berdasarkan laporan tersebut, aparat melakukan penindakan di rumah dinas yang berada di kawasan KPAD Cijantung. Sebanyak 11 warga sipil diamankan dalam kegiatan tersebut untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pengamanan itu dilakukan guna mengklarifikasi identitas, peran, serta kemungkinan keterlibatan masing-masing orang dalam aktivitas yang sedang diselidiki.
Meski demikian, penggunaan rumah dinas tersebut sebagai markas judi online masih berstatus dugaan. Aparat perlu melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk memastikan jenis kegiatan, pola operasional, serta pihak-pihak yang terlibat. Pemeriksaan terhadap orang-orang yang diamankan dan penelusuran barang bukti menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
Pihak berwenang juga perlu memastikan kebenaran laporan warga melalui prosedur hukum yang berlaku. Dengan demikian, penindakan tidak hanya merespons keresahan masyarakat, tetapi juga menghasilkan kejelasan mengenai aktivitas di rumah dinas itu. Hasil penyelidikan nantinya akan menentukan langkah hukum berikutnya, termasuk apabila ditemukan bukti yang mengarah pada praktik perjudian daring.
Kasus dugaan penggunaan rumah dinas di Cijantung sebagai lokasi judi online mulai menjadi perhatian publik setelah sebuah video dari lokasi tersebut beredar di media sosial. Rekaman itu diunggah oleh akun Instagram @badanperwakilannetzen2. Dalam narasi unggahannya, akun tersebut menyebut video direkam pada Minggu (4/10) di kompleks KPAD Cijantung. Peredaran video itu kemudian memicu pembicaraan mengenai aktivitas yang diduga berlangsung di salah satu bangunan di kawasan tersebut.
Dalam video, perekam memperlihatkan bagian dalam sebuah ruangan yang dipenuhi sejumlah komputer. Beberapa orang tampak berada di ruangan tersebut, sementara perangkat komputer tersusun pada area yang direkam. Berdasarkan narasi yang menyertai unggahan, perekam menduga ruangan itu digunakan untuk menjalankan aktivitas judi online. Keterangan tersebut menjadi salah satu alasan video menarik perhatian pengguna media sosial dan mendorong munculnya pertanyaan publik mengenai fungsi ruangan serta kegiatan orang-orang yang berada di dalamnya.
Meski demikian, isi video dan narasi unggahan perlu dipahami secara hati-hati. Tampilan ruangan yang dipenuhi komputer, keberadaan sejumlah orang, serta dugaan yang disampaikan perekam belum dengan sendirinya membuktikan bahwa lokasi tersebut digunakan untuk judi online. Penetapan fakta mengenai kegiatan di dalam rumah dinas itu tetap memerlukan pemeriksaan dan keterangan resmi dari pihak berwenang. Karena itu, informasi dalam video sebaiknya diposisikan sebagai laporan awal atau dugaan yang beredar di masyarakat, bukan sebagai kesimpulan hukum yang telah dipastikan.
Menindaklanjuti laporan mengenai dugaan aktivitas judi online di sebuah rumah dinas di kawasan Cijantung, personel Kodim 0505/Jakarta Timur bersama unsur kewilayahan mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengamanan. Kedatangan petugas dilakukan setelah muncul informasi bahwa bangunan tersebut diduga digunakan sebagai tempat operasional kegiatan perjudian berbasis internet.
Setibanya di lokasi, petugas mengamankan area dan membawa 11 warga sipil ke Denpom untuk menjalani pemeriksaan serta pendalaman. Mereka terdiri atas enam laki-laki dan lima perempuan. Berdasarkan keterangan awal, seluruhnya diduga memiliki peran sebagai operator, namun keterlibatan masing-masing masih harus dipastikan melalui pemeriksaan, pencocokan keterangan, dan pendalaman terhadap berbagai temuan di tempat kejadian.
Dalam penanganan tersebut, petugas turut menyita sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas di lokasi. Barang-barang itu meliputi 32 unit komputer, 14 telepon seluler, dan sembilan kartu tanda penduduk. Seluruh barang tersebut diamankan untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk menelusuri kemungkinan hubungan perangkat, identitas yang ditemukan, dan aktivitas yang berlangsung di rumah dinas tersebut.
Untuk menjaga keamanan serta mencegah orang yang tidak berkepentingan memasuki area, petugas memasang garis polisi di sekitar lokasi. Aliran listrik juga dipadamkan sebagai bagian dari tindakan pengamanan dan pemeriksaan lanjutan. Langkah itu diambil untuk menjaga kondisi tempat tetap terkendali, mencegah perubahan atau pemindahan barang, serta mendukung proses pendokumentasian dan pengumpulan keterangan.
Pemeriksaan terhadap 11 warga sipil dan analisis barang yang disita menjadi bagian penting dalam menentukan fakta kejadian. Hasil pendalaman di Denpom diharapkan dapat menjelaskan peran setiap orang, cara kerja aktivitas yang diduga berlangsung, serta status hukum perkara tersebut sesuai dengan bukti dan keterangan yang diperoleh petugas.
Institusi TNI menyatakan masih mendalami informasi mengenai dugaan aktivitas judi online yang disebut berlangsung di sebuah rumah dinas di kawasan Cijantung, Jakarta Timur. Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Muhammad Nas, mengatakan bahwa informasi yang beredar menjadi perhatian dan sedang ditelusuri untuk memastikan rangkaian peristiwa serta pihak-pihak yang terlibat.
Dalam proses tersebut, sejumlah orang telah diperiksa untuk dimintai keterangan. Pemeriksaan tidak hanya mencakup warga sipil, tetapi juga dilakukan terhadap anggota TNI yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara tersebut. Langkah ini diperlukan agar penyelidikan dapat dilakukan secara menyeluruh, berdasarkan keterangan, bukti, dan prosedur yang berlaku. TNI belum menyampaikan kesimpulan mengenai status setiap orang yang menjalani pemeriksaan.
Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, menegaskan bahwa setiap laporan mengenai dugaan pelanggaran akan direspons dengan cepat. Ia menyatakan, tindakan tegas akan diambil apabila dugaan tersebut terbukti melalui proses pemeriksaan. Pernyataan itu menunjukkan bahwa institusi menempatkan aspek penegakan disiplin dan kepatuhan terhadap hukum sebagai bagian penting dalam menangani informasi yang menyangkut prajurit maupun fasilitas kedinasan.
Donny menyampaikan bahwa penindakan tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI AD untuk membantu mengungkap sekaligus memberantas praktik judi online. Komitmen itu mencakup kerja sama dalam proses penelusuran, penyampaian informasi, serta pengambilan langkah sesuai kewenangan apabila ditemukan pelanggaran. Namun, hasil pemeriksaan tetap perlu menunggu proses pendalaman yang sedang berlangsung. Karena itu, dugaan keterlibatan pihak tertentu belum dapat dinyatakan sebagai fakta sebelum seluruh keterangan dan bukti diverifikasi oleh pihak berwenang.







