Hari Kedua Mogok Kerja, Buruh PT Asia Palm Oleo Jaya Bertahan di Depan Pabrik, Ini Tujuh Tuntutannya

<a href="https://kejarberita.com/soroti-kebijakan-kir-dki-jakarta-massa-pbhm-gelar-aksi-di-monas-lalu-lanjut-audiensi-ke-dprd/”>Jakarta Utara, 31 Juli 2026 – Aksi mogok kerja yang dilakukan pekerja PT Asia Palm Oleo Jaya memasuki hari kedua pada Jumat (31/7/2026). Sekitar 50 buruh yang tergabung dalam Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (FBTPI) tetap bertahan di depan area perusahaan di Jalan Pontianak Blok C2 Nomor 08, Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.

Sejak pagi hingga sore hari, massa aksi memilih bertahan dengan mendirikan tenda di depan pintu masuk perusahaan. Aksi dipimpin Ketua PUK PT Asia Palm Oleo Jaya, Roni, dan berlangsung dalam suasana tertib. Para peserta menyampaikan aspirasi secara damai sembari menunggu adanya respons dari pihak manajemen terkait berbagai tuntutan yang diajukan.

Dalam aksi tersebut, buruh menyampaikan tujuh poin tuntutan. Mereka meminta seluruh pekerja diangkat menjadi karyawan tetap (PKWTT), penghentian pemutusan hubungan kerja atau kontrak yang dinilai tidak sesuai ketentuan, serta penyelesaian persoalan kepesertaan dan penyetoran BPJS Ketenagakerjaan maupun BPJS Kesehatan.

Selain itu, para pekerja juga menolak kebijakan lembur yang dianggap dipaksakan serta penerapan sistem kerja hybrid yang dinilai tidak sesuai aturan ketenagakerjaan. Massa aksi turut meminta pembatalan surat peringatan (SP) yang dianggap tidak memiliki dasar hukum, mendesak pencopotan General Manager bernama Liemtexguan, serta menuntut perusahaan melengkapi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), khususnya bagi pekerja yang menjalankan operasional pada shift malam.

Selama berlangsungnya aksi, para buruh hanya membawa perlengkapan berupa bendera organisasi dan tenda sebagai sarana berteduh. Mereka lebih banyak melakukan orasi secara bergantian dan duduk bersama di depan area perusahaan tanpa melakukan tindakan yang mengganggu keamanan maupun ketertiban di kawasan industri tersebut.

Berdasarkan informasi di lapangan, aksi mogok kerja ini direncanakan berlangsung dalam jangka panjang hingga 30 September 2026 apabila belum tercapai kesepakatan antara pekerja dan pihak perusahaan. Hingga Jumat sore, belum dilaporkan adanya insiden maupun gangguan yang menonjol selama kegiatan berlangsung.

Sementara itu, situasi di sekitar lokasi PT Asia Palm Oleo Jaya tetap terpantau aman dan kondusif. Aparat melakukan pemantauan untuk memastikan kegiatan penyampaian aspirasi berjalan tertib, sedangkan para buruh berharap tuntutan yang mereka ajukan dapat segera ditindaklanjuti melalui dialog dengan manajemen perusahaan.Jika diinginkan, saya juga dapat membuat versi yang lebih bergaya media nasional atau lebih tajam dengan pendekatan investigatif namun tetap berimbang.

 

Pewarta; Abdul Latif

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *