Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI dalam Peringatan HUT ke-81

Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI dalam Upacara HUT ke-81 di Cilangkap

Jakarta Timur, DKI Jakarta — Senin, 5 Oktober 2026, Presiden Prabowo Subianto meresmikan 204 satuan baru Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI. Peresmian tersebut berlangsung dalam upacara di Lapangan Prima, Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta Timur. Agenda ini menjadi bagian penting dari peringatan hari ulang tahun TNI sekaligus menandai penguatan organisasi dan kesiapan satuan di lingkungan pertahanan negara.

Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 08.55 WIB dengan menggunakan kendaraan taktis Maung buatan PT Pindad (Persero). Kendaraan tersebut membawanya menuju area upacara di kompleks Mabes TNI. Dalam kesempatan itu, Presiden mengenakan jas abu-abu, dasi, dan peci hitam. Penampilan tersebut melengkapi kehadirannya sebagai inspektur upacara pada peringatan resmi yang dihadiri jajaran pimpinan TNI, personel militer, serta undangan lainnya.

Di hadapan peserta upacara, Prabowo menyampaikan pernyataan peresmian 204 satuan baru TNI sebagai bagian dari pelaksanaan rangkaian HUT ke-81 TNI. Ia meresmikan pembentukan satuan-satuan tersebut secara resmi dalam upacara di Lapangan Prima. Pernyataan itu menegaskan bahwa peresmian dilakukan sebagai bagian dari langkah penataan dan penguatan organisasi TNI sesuai kebutuhan pertahanan nasional.

Peresmian satuan baru ini berlangsung bersamaan dengan agenda peringatan HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap. Kehadiran Presiden dan pelaksanaan upacara di pusat komando TNI memperlihatkan posisi strategis kegiatan tersebut. Setelah peresmian, rangkaian acara peringatan berlanjut mengikuti susunan kegiatan yang telah disiapkan oleh TNI. Informasi mengenai 204 satuan baru menjadi inti agenda Presiden dalam kunjungannya ke Jakarta Timur pada Senin pagi tersebut.

Komposisi satuan baru di lingkungan TNI Angkatan Darat terdiri atas beberapa tingkatan organisasi yang disebutkan secara terstruktur. Susunan tersebut mencakup enam komando daerah militer (kodam), 30 brigade infanteri teritorial pembangunan (brigif TP), 150 batalyon infanteri teritorial pembangunan (yonif TP), serta tiga batalyon bantuan tempur (yon banpur). Keempat kelompok satuan itu menjadi bagian dari keseluruhan 204 satuan baru yang diresmikan dalam rangkaian peringatan HUT ke-81.

Pada tingkat komando, terdapat enam kodam sebagai bagian pertama dalam rincian pembentukan satuan TNI AD. Setelah itu, susunan dilanjutkan dengan 30 brigif TP. Brigade infanteri teritorial pembangunan tersebut merupakan kelompok satuan yang berdiri dalam jumlah lebih besar dibandingkan kodam, tetapi masih berada di bawah keseluruhan komposisi yang ditetapkan dalam peresmian.

Komponen berikutnya adalah 150 yonif TP. Jumlah ini menjadi bagian terbesar dalam rincian satuan baru dari lingkungan TNI AD. Penyebutan yonif TP menandai kelompok batalyon infanteri teritorial pembangunan yang termasuk dalam struktur tersebut. Dengan demikian, komposisi yang tercantum meliputi satuan pada tingkatan kodam, brigade, dan batalyon, dengan jumlah masing-masing enam, 30, dan 150 satuan.

Selain satuan-satuan tersebut, terdapat tiga yon banpur. Ketiga batalyon bantuan tempur itu mencakup satuan kavaleri, artileri medan atau armed, dan artileri pertahanan udara atau arhanud. Rincian ini menempatkan yon banpur sebagai kelompok tersendiri dalam susunan satuan baru TNI AD. Oleh karena itu, komposisinya dapat dirangkum menjadi enam kodam, 30 brigif TP, 150 yonif TP, serta tiga yon banpur yang terdiri atas kavaleri, armed, dan arhanud.

Peresmian 204 satuan baru TNI dalam peringatan HUT ke-81 turut mencakup satuan di lingkungan TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara. Rincian satuan yang diresmikan untuk kedua matra tersebut disampaikan berdasarkan nomenklatur dan jumlah masing-masing satuan.

Untuk TNI Angkatan Laut, satuan yang diresmikan terdiri atas satu brigade infanteri marinir dan empat batalyon marinir. Dengan demikian, keseluruhan satuan baru yang disebutkan untuk TNI AL berjumlah lima satuan, yang terdiri atas satu satuan tingkat brigade dan empat satuan tingkat batalyon. Penyebutan tersebut mencakup nomenklatur brigade infanteri marinir serta batalyon marinir sebagaimana tercantum dalam peresmian.

Sementara itu, peresmian satuan baru untuk TNI Angkatan Udara mencakup beberapa unsur dengan tingkat dan bentuk satuan yang berbeda. Rinciannya adalah satu divisi II Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat), satu brigade Korpasgat, tiga batalyon Korpasgat, satu skadron pendidikan, dua skadron udara, dan dua satuan radar.

Jika dihitung berdasarkan rincian tersebut, TNI AU memperoleh sebelas satuan yang disebutkan dalam daftar peresmian. Jumlah itu terdiri atas satu divisi II Korpasgat, satu brigade Korpasgat, tiga batalyon Korpasgat, satu skadron pendidikan, dua skadron udara, serta dua satuan radar. Nomenklatur Korps Pasukan Gerak Cepat juga dicantumkan dalam bentuk singkatan Korpasgat pada beberapa nama satuan.

Rincian TNI AL dan TNI AU tersebut merupakan bagian dari daftar satuan baru yang diresmikan dalam agenda peringatan HUT ke-81 TNI. Data peresmian memuat jumlah dan nomenklatur setiap satuan tanpa mengubah penyebutan resmi yang digunakan untuk masing-masing matra.

Rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI berlangsung di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur. Sebelumnya, kegiatan tersebut sempat disebut batal digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas). Namun, agenda peringatan tetap terlaksana dengan lokasi pelaksanaan dipindahkan ke Mabes TNI Cilangkap. Perubahan tempat itu tidak mengurangi rangkaian kegiatan utama yang telah disiapkan dalam peringatan hari jadi TNI.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto juga mengukuhkan enam panglima kodam baru. Pengukuhan ini menjadi bagian dari agenda penting dalam upacara, bersamaan dengan peresmian satuan-satuan baru TNI. Kehadiran para panglima kodam yang baru dikukuhkan menandai penyegaran kepemimpinan di lingkungan komando kewilayahan TNI serta memperkuat rangkaian acara peringatan HUT ke-81.

Setelah prosesi peresmian dan pengukuhan selesai, Prabowo dijadwalkan memberikan tanda kehormatan kepada sejumlah prajurit. Agenda tersebut dilanjutkan dengan penyaksian defile dan parade alat utama sistem senjata (alutsista) TNI. Dalam parade itu, perhatian terutama diarahkan pada alutsista baru yang dimiliki dan digunakan untuk mendukung kesiapan pertahanan negara. Penyajian alutsista menjadi salah satu bagian dari rangkaian acara yang memperlihatkan perkembangan kemampuan serta perlengkapan TNI.

Seluruh pejabat Kabinet Merah Putih turut hadir dalam peringatan tersebut. Selain itu, Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden RI ke-7 Joko Widodo juga menghadiri acara. Keduanya tampak hadir dan duduk bersebelahan selama rangkaian peringatan berlangsung. Kehadiran para pejabat negara serta dua mantan presiden itu melengkapi pelaksanaan upacara HUT ke-81 TNI di Mabes TNI Cilangkap.