Jakarta Timur, Sabtu 6 Juni 2026 — Sejak pagi buta, halaman Buperta Pramuka Cibubur dipadati oleh kerumunan peserta yang antusias mengikuti peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026. Cuaca cerah yang mengiringi kegiatan tampak tak menyurutkan semangat sekitar 15.000 peserta yang hadir, mulai dari pelajar, anggota PPSU se-Jakarta, hingga komunitas pecinta alam.
Pantauan langsung di lokasi, suasana registrasi dimulai sejak pukul 05.30 WIB. Para peserta tampak berbaris rapi di beberapa loket yang telah disiapkan panitia. Tidak hanya peserta individu, rombongan serikat pekerja juga hadir dengan atribut khas masing-masing, menambah warna di halaman luas Buperta. Registrasi berlangsung lancar, diiringi koordinasi petugas keamanan yang berjaga di titik-titik strategis.
Acara resmi dibuka sekitar pukul 08.20 WIB. MC membuka kegiatan dengan sapaan hangat dan pengantar singkat mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Tak lama berselang, peserta berdiri khidmat untuk menyanyikan Lagu Indonesia Raya, diikuti pembacaan doa oleh tokoh agama setempat. Momen ini menjadi tanda bahwa peringatan tidak hanya bersifat seremonial, tapi juga menyentuh nilai-nilai kebersamaan dan kesadaran spiritual.
Salah satu momen penting yang menarik perhatian adalah laporan Menteri Lingkungan Hidup, Moh Jumhur Hidayat, yang menyampaikan capaian program pengendalian lingkungan hidup nasional. Dalam laporannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah hingga komunitas masyarakat, demi tercapainya target lingkungan yang berkelanjutan. Selepas itu, peluncuran Mars Lingkungan Hidup dilakukan secara simbolis, menambah semarak suasana pagi itu.
Sejumlah pejabat tinggi hadir dalam kegiatan ini, menandakan perhatian pemerintah terhadap isu lingkungan. Di antara mereka, Sakti Wahyu Trenggono (Menteri Kelautan dan Perikanan), Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar (Menteri Agama), dan Hashim Djojohadikusumo selaku Utusan Khusus Presiden bidang Iklim dan Energi. Kehadiran mereka menegaskan sinergi lintas kementerian dan lembaga dalam menjaga ekosistem dan memitigasi perubahan iklim. Bahkan, beberapa kepala daerah seperti Walikota Tangerang Drs. H. Sachrudin dan Plh. Wali Kota Bekasi ABD Harris Bobihoe ikut hadir, menambah bobot regional dalam kegiatan ini.
Salah satu sesi yang paling dinantikan adalah video conference (Vicon) dengan enam gubernur dan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN). Para pemimpin daerah ini menyampaikan komitmen mereka terhadap program penanaman pohon dan konservasi lingkungan di wilayah masing-masing. Gubernur Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Barat, dan Papua secara bergantian memberikan laporan singkat melalui layar raksasa. Interaksi daring ini berlangsung lancar, menandakan kesiapan teknologi dan koordinasi antarinstansi.
Usai Vicon, kegiatan berlanjut dengan penanaman pohon di area yang telah disiapkan. Para peserta tampak antusias mengambil bagian dalam aksi simbolis ini. Setiap individu menanam setidaknya satu pohon, dengan bimbingan langsung dari petugas Buperta. Momen ini tidak hanya menjadi simbol kesadaran lingkungan, tetapi juga memberikan pengalaman langsung kepada peserta tentang pentingnya pelestarian alam.
Sejumlah tokoh masyarakat dan pejabat senior ikut menanam pohon di lokasi utama. Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat tampak sigap memandu proses, sementara utusan khusus presiden dan Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendropriyono ikut terlibat. Kehadiran mereka memberikan semangat tambahan bagi peserta, sekaligus menunjukkan bahwa lingkungan adalah tanggung jawab bersama.
Sementara itu, rombongan VVIP meninggalkan lokasi sekitar pukul 09.35 WIB, namun kegiatan tetap berlangsung hingga penutupan resmi pukul 10.00 WIB. Selama proses berlangsung, petugas keamanan, termasuk personel TNI dan Polri, memastikan jalannya acara tetap kondusif dan tertib. Tidak ada insiden berarti yang dilaporkan, dan seluruh peserta tampak menikmati rangkaian kegiatan dengan disiplin tinggi.
Dari sisi partisipasi, kehadiran pelajar menjadi salah satu titik sorot. Mereka tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi aktif mengikuti seluruh rangkaian, termasuk registrasi, menyanyikan lagu kebangsaan, dan penanaman pohon. Kehadiran ini menandakan upaya pemerintah dalam menanamkan kesadaran lingkungan sejak usia dini, sekaligus membangun generasi yang peduli terhadap isu ekologis.
Komunitas pecinta alam juga memberikan warna tersendiri. Mereka membawa perlengkapan khusus, seperti kantong sampah biodegradable dan alat bantu penanaman pohon, yang menunjukkan kesiapan dan pengalaman mereka dalam kegiatan lingkungan. Kehadiran mereka sekaligus menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat sipil dalam pelaksanaan program keberlanjutan.
Selain itu, beberapa peserta dari serikat pekerja dan PPSU se-Jakarta menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka berbaur dengan pelajar dan komunitas alam, menciptakan suasana inklusif yang hangat. Interaksi antara berbagai kelompok peserta menunjukkan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk membangun jaringan kolaboratif dalam upaya menjaga lingkungan hidup.
Sesi dokumentasi tidak kalah ramai. Beberapa peserta mengambil foto dan video sebagai kenang-kenangan, sementara tim media pemerintah mengabadikan setiap momen penting untuk publikasi resmi. Penekanan pada dokumentasi menunjukkan bahwa acara ini tidak hanya penting pada hari H, tetapi juga memiliki nilai edukatif dan promosi jangka panjang.
Para peserta yang hadir tampak disiplin mengikuti protokol yang ditetapkan panitia. Penempatan lokasi, jalur masuk dan keluar, serta titik-titik registrasi diatur dengan rapi, meminimalkan kepadatan dan menjaga kelancaran arus peserta. Hal ini menunjukkan profesionalisme tim penyelenggara, baik dari segi logistik maupun pengamanan.
Pada akhir acara, suasana di Buperta tetap kondusif. Panitia menutup kegiatan dengan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta dan pejabat yang hadir, menegaskan kembali pentingnya sinergi semua pihak dalam menjaga bumi. Setiap peserta meninggalkan lokasi dengan membawa pengalaman berharga, sekaligus simbol komitmen pribadi terhadap pelestarian lingkungan.
Dengan berlangsungnya kegiatan ini, Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Buperta Cibubur menjadi contoh nyata kolaborasi lintas sektor, dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, komunitas masyarakat, hingga individu. Tidak hanya merayakan momentum internasional, acara ini sekaligus menanamkan kesadaran ekologis yang dapat diteruskan setiap hari, membangun budaya peduli lingkungan yang nyata dan berkelanjutan.
Situasi hingga pelaksanaan penutupan tercatat aman, tertib, dan lancar. Perkembangan lebih lanjut akan terus dilaporkan, terutama terkait tindak lanjut penanaman pohon dan program edukasi lingkungan yang sudah dicanangkan dalam kegiatan hari ini.
- Menyambut Hari Lahir Pancasila PEMUDA PANCASILA PAC PRIGEN/MPC Kab Pasuruan
- Bukan Sekadar Bangunan, Markas Baru Grib Jaya Kediri Janji Kerja Lebih Nyata
- Gembirakan Libur Sekolah! Pelni Sorong Kembali Buka Diskon 30% Tiket Kapal 20 Juni – 15 Agustus 2026, Jhoni Rachman: Ayo Pulang Kampung Tanpa Bebani Dompet














Response (1)