JAKARTA PUSAT — Sekitar 600 orang yang tergabung dalam Aliansi Nasional Menggugat Kemerdekaan menggelar aksi unjuk rasa di kawasan depan Gedung UOB, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026). Massa berasal dari sejumlah organisasi mahasiswa, di antaranya BEM UI, Universitas Pancasila, PNJ, Paramadina, Trilogi, Unpad, UNJ, Gunadarma, serta FMN.
Aksi tersebut dipimpin Pj. Yatalathof Ma’shum Imawan. Setibanya di lokasi sekitar pukul 14.10 WIB, peserta aksi langsung berkumpul dan menyampaikan sejumlah aspirasi melalui orasi secara bergantian.
Dalam tuntutannya, massa mendesak pemerintah menghentikan apa yang mereka sebut sebagai praktik penjajahan terhadap rakyat sendiri serta memberantas korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Mereka juga menyerukan pelaksanaan reforma agraria yang dinilai harus benar-benar berpihak kepada masyarakat.
Selain itu, peserta aksi meminta pemerintah mengambil langkah untuk menekan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM). Mereka juga mendesak dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek strategis nasional (PSN), sekaligus meminta penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan KDM.
Massa turut mempersoalkan kebijakan yang dinilai mendorong pemusatan kekuasaan. Mereka menuntut penghentian pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) serta meminta penguatan kembali kewenangan dan otonomi pemerintah daerah.
Tuntutan lainnya berkaitan dengan penanganan bencana. Aliansi tersebut meminta pemerintah menetapkan status bencana nasional untuk wilayah Sumatera dan Flores serta mempercepat proses pemulihan bagi masyarakat yang terdampak. Mereka juga menyerukan penghentian tindakan represif TNI dan Polri dalam ruang sipil serta pembubaran Batalyon TP.
Hingga laporan ini dibuat pada Selasa, 18 Agustus 2026, aksi masih berlangsung dengan massa menyampaikan orasi secara bergantian di sekitar lokasi. Situasi di kawasan tersebut terpantau aman dan kondusif, sementara kegiatan penyampaian aspirasi masih berjalan.
Pewarta: Abdul Latif












