Jakarta | PT Astra International Tbk (ASII) menyampaikan rencana untuk menambah kepemilikan sahamnya di PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) melalui skema tender sukarela. Dalam rencana tersebut, Astra International akan membeli sebanyak-banyaknya 238.442.293 saham Astra Otoparts. Jumlah itu setara dengan sekitar 4,947% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Astra Otoparts.
Informasi mengenai rencana transaksi tersebut disampaikan oleh Astra Otoparts melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Penyampaian ini menjadi bagian dari kewajiban perusahaan untuk memberikan informasi kepada pemegang saham dan publik mengenai aksi korporasi yang berpotensi memengaruhi struktur kepemilikan perseroan.
Tender sukarela merupakan penawaran pembelian saham yang dilakukan secara terbuka kepada pemegang saham perusahaan sasaran. Melalui mekanisme ini, pemegang saham Astra Otoparts akan memperoleh kesempatan untuk mempertimbangkan penawaran yang diajukan oleh Astra International sesuai dengan ketentuan dan jadwal yang berlaku. Pelaksanaan transaksi tetap bergantung pada pemenuhan persyaratan serta prosedur yang ditetapkan dalam dokumen penawaran.
Rencana pembelian tersebut menunjukkan upaya Astra International untuk memperkuat kepemilikannya di Astra Otoparts. Sebagai perusahaan yang bergerak dalam industri komponen otomotif, Astra Otoparts merupakan bagian dari ekosistem bisnis Grup Astra. Namun, jumlah saham yang akhirnya diperoleh dapat berbeda dari batas maksimal yang direncanakan, bergantung pada respons pemegang saham dan hasil pelaksanaan tender sukarela.
Para pemegang saham dan investor dapat memantau informasi lanjutan melalui keterbukaan informasi Astra Otoparts serta pengumuman resmi yang disampaikan kepada BEI. Dokumen terkait biasanya memuat rincian penawaran, termasuk harga, periode pelaksanaan, persyaratan, serta tata cara bagi pemegang saham yang ingin menerima atau menolak penawaran tersebut.
Harga penawaran tender sukarela untuk saham Astra Otoparts ditetapkan sebesar Rp3.600 untuk setiap saham. Ketentuan ini menjadi dasar harga yang ditawarkan dalam rencana penambahan kepemilikan saham Astra Otoparts oleh Astra International. Dengan demikian, setiap saham yang menjadi bagian dari penawaran tersebut memiliki harga yang sama, yaitu Rp3.600 per saham.
Penetapan harga Rp3.600 per saham memberikan informasi utama mengenai nilai yang ditawarkan kepada pemegang saham Astra Otoparts dalam penawaran tender sukarela. Angka tersebut berlaku sebagai harga pembelian untuk setiap lembar saham yang ditawarkan. Penyebutan harga per saham juga memperjelas bahwa dasar penawaran dihitung secara individual berdasarkan jumlah saham yang bersangkutan.
Dalam konteks rencana Astra International untuk meningkatkan kepemilikan di Astra Otoparts, harga Rp3.600 menjadi unsur penting dalam penawaran tender sukarela. Pemegang saham dapat melihat secara langsung harga yang dicantumkan untuk setiap saham Astra Otoparts, tanpa adanya perbedaan harga antarlembar saham dalam penawaran yang sama. Informasi tersebut menyajikan ketentuan harga secara ringkas dan mudah dipahami.
Dengan harga tender sukarela sebesar Rp3.600 untuk setiap saham, penawaran Astra International terhadap saham Astra Otoparts memiliki acuan harga yang jelas. Ketentuan ini menegaskan bahwa harga yang ditawarkan bukan dihitung secara gabungan, melainkan ditetapkan berdasarkan masing-masing saham. Oleh karena itu, angka Rp3.600 per saham merupakan informasi utama dalam penawaran tender sukarela tersebut dan menjadi dasar bagi saham Astra Otoparts yang ditawarkan.
Apabila seluruh saham Astra Otoparts yang menjadi objek penawaran berhasil diperoleh, kepemilikan PT Astra International Tbk (ASII) di perusahaan tersebut berpotensi meningkat secara signifikan. Saat ini, ASII menguasai sekitar 80% saham Astra Otoparts. Setelah transaksi selesai dan seluruh saham yang ditawarkan terserap, porsi kepemilikan tersebut diperkirakan naik menjadi sebanyak-banyaknya 84,947%.
Peningkatan kepemilikan ini akan memperkuat posisi Astra International sebagai pemegang saham pengendali Astra Otoparts. Dengan porsi yang lebih besar, ASII berpotensi memiliki eksposur ekonomi yang semakin tinggi terhadap kinerja dan pertumbuhan Astra Otoparts. Perubahan tersebut juga dapat memperkuat keterkaitan strategis induk usaha dan anak perusahaan, khususnya dalam pengembangan bisnis komponen otomotif serta sektor pendukung mobilitas.
Meski demikian, angka 84,947% perlu dipahami sebagai batas maksimal kepemilikan, bukan angka yang secara otomatis akan tercapai. Persentase tersebut hanya dapat terwujud apabila Astra International berhasil memperoleh seluruh saham yang ditawarkan dalam proses penawaran. Jumlah saham yang akhirnya dimiliki akan bergantung pada tingkat partisipasi pemegang saham serta realisasi transaksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Manajemen juga menyatakan bahwa kepemilikan ASII dapat meningkat menjadi sekitar 84,94%. Perbedaan penulisan 84,947% dan 84,94% berkaitan dengan tingkat pembulatan angka, sementara keduanya merujuk pada potensi kepemilikan maksimum setelah penawaran. Dengan demikian, posisi kepemilikan final dapat berada di bawah batas tersebut apabila tidak seluruh saham yang menjadi objek penawaran berhasil diperoleh.
Bagi Astra Otoparts, bertambahnya kepemilikan oleh ASII tidak serta-merta mengubah status perusahaan sebagai entitas anak dalam kelompok Astra, karena ASII telah menjadi pemegang saham pengendali. Dampak utamanya adalah meningkatnya porsi kepemilikan langsung ASII, sekaligus bertambahnya bagian manfaat ekonomi yang dapat diperoleh dari kinerja Astra Otoparts. Realisasi akhirnya tetap menunggu hasil penawaran dan penyelesaian seluruh tahapan transaksi.
Manajemen Astra Otoparts menyampaikan bahwa rencana transaksi pembelian tambahan saham oleh PT Astra International Tbk tidak menimbulkan dampak material bagi perseroan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterbukaan informasi pada Senin, 12 Oktober 2026. Dalam keterangan resmi itu, manajemen menjelaskan bahwa penilaian tersebut mencakup kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, serta kelangsungan usaha Astra Otoparts sebagai perusahaan tercatat.
Menurut manajemen, transaksi tersebut tidak mengubah kegiatan operasional perseroan secara material. Astra Otoparts tetap menjalankan kegiatan usaha dan fungsi operasionalnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Keterangan itu juga menyebutkan bahwa transaksi tidak menimbulkan dampak material terhadap aspek hukum perseroan. Dengan demikian, tidak terdapat informasi mengenai perubahan material dalam status hukum, kewajiban, atau pelaksanaan kegiatan perusahaan yang disebabkan oleh transaksi tersebut.
Dari sisi keuangan, manajemen Astra Otoparts menyatakan bahwa transaksi tidak memberikan dampak material terhadap kondisi keuangan perseroan. Pernyataan yang sama berlaku terhadap kelangsungan usaha perusahaan. Manajemen menegaskan bahwa transaksi tersebut tidak menimbulkan dampak material terhadap kemampuan perseroan untuk melanjutkan kegiatan usahanya. Seluruh keterangan itu disampaikan sebagai penjelasan resmi manajemen dalam keterbukaan informasi pada Senin, 12 Oktober 2026, terkait rencana Astra International menambah kepemilikan saham Astra Otoparts hingga 84,947 persen.






