Api Gambut di Kandan Masih Berkobar, Petugas Gabungan Terus Lakukan Pemadaman

Api Gambut di Kandan Masih Berkobar, Petugas Gabungan Terus Lakukan Pemadaman

Kabupaten Kotawaringin Timur | Kebakaran lahan gambut di Desa Kandan, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, belum sepenuhnya padam. Hingga pemberitaan pada Rabu, 14 Oktober 2026, sejumlah titik api masih berkobar di kawasan tersebut sehingga penanganan terus dilakukan oleh petugas gabungan.

Upaya pemadaman berlangsung dalam kondisi yang tidak mudah. Petugas harus bergerak di tengah belukar yang cukup rapat, sementara gelapnya malam membatasi jarak pandang dan menyulitkan pemantauan bara api. Situasi itu membuat proses penanganan membutuhkan kewaspadaan serta koordinasi berkelanjutan agar api tidak kembali meluas ke bagian lain lahan.

Tim gabungan terus berupaya menjangkau area yang masih mengeluarkan asap dan memadamkan kobaran yang tersisa. Pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi lapangan, termasuk medan gambut dan vegetasi belukar yang menghambat pergerakan. Meskipun sebagian area telah ditangani, petugas masih harus memastikan tidak ada titik api yang kembali membesar.

Peristiwa kebakaran tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD). Keterlibatan berbagai unsur diperlukan untuk mendukung pengendalian di lapangan serta memastikan upaya pemadaman berjalan secara terarah. Sampai api benar-benar padam dan kondisi dinyatakan aman, petugas gabungan masih melanjutkan pekerjaan di Desa Kandan.

Pemerintah daerah bersama unsur TNI, Polri, pemadam kebakaran, dan relawan terus dikerahkan untuk menangani kebakaran lahan gambut di Kandan. Keterlibatan berbagai unsur tersebut dilakukan karena karakter lahan gambut memerlukan penanganan berkelanjutan, terutama ketika api menjalar di bawah permukaan dan menimbulkan asap tebal. Petugas bekerja di sejumlah titik dengan membagi tugas, mulai dari pemantauan lokasi, penyediaan sumber air, pembasahan area yang terbakar, hingga pengawasan terhadap bagian lahan yang berpotensi kembali mengeluarkan asap.

Koordinasi pemerintah daerah dan petugas gabungan diarahkan untuk mempercepat penanganan titik api serta mencegah perluasan kebakaran. Personel TNI dan Polri membantu pengamanan sekaligus mendukung proses pemadaman di lapangan, sementara relawan turut membantu mobilisasi peralatan dan pemantauan kondisi sekitar. Petugas pemadam kebakaran berupaya mengarahkan semprotan air ke area yang masih menyala dan melakukan pendinginan pada lahan di sekelilingnya. Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko api merambat ke wilayah lain, sekaligus membatasi dampak asap terhadap aktivitas dan kesehatan masyarakat.

Kapolres Kotawaringin Timur AKBP I Kadek Dwi Yoga Sidhimantra turut hadir di lokasi kebakaran untuk memantau penanganan secara langsung. Dalam upaya menjinakkan api yang membakar lahan, ia ikut mengarahkan nozzle pemadam kebakaran bersama petugas di lapangan. Kehadiran dan keterlibatan tersebut menjadi bagian dari koordinasi langsung untuk memastikan upaya pemadaman berjalan terarah. Seluruh unsur yang terlibat tetap melakukan penanganan secara bersama-sama, termasuk memeriksa kembali area yang telah dibasahi guna mengantisipasi munculnya bara atau titik api baru. Dengan kerja terpadu, pemadaman diharapkan berlangsung lebih cepat dan dampak kebakaran terhadap lingkungan serta masyarakat sekitar dapat ditekan.

Kadek menekankan bahwa pemadaman api gambut di Kandan dilakukan secara bersama-sama oleh petugas gabungan. Kerja bersama tersebut diperlukan untuk mempercepat penanganan titik api yang masih berkobar di wilayah itu. Dengan langkah yang dilakukan secara terpadu, petugas berupaya meminimalkan dampak kebakaran terhadap lingkungan serta warga yang berada di sekitar lokasi.

Menurut Kadek, kehadiran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) di lokasi pemadaman menunjukkan adanya kekompakan berbagai pihak. Kehadiran tersebut juga mencerminkan keseriusan bersama dalam menangani kebakaran hutan dan lahan yang masih berlangsung di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur. Penanganan yang dilakukan secara bersama-sama menjadi bagian penting dalam mempercepat upaya pemadaman.

Ia menyampaikan bahwa upaya penanganan tidak hanya bergantung pada petugas yang berada di lapangan. Masyarakat juga memiliki peran penting untuk membantu mencegah munculnya titik api baru. Karena itu, warga diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di tengah masih berlangsungnya kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut.

Imbauan itu disampaikan agar masyarakat ikut menjaga kondisi lingkungan dan mencegah api kembali muncul di lokasi lain. Partisipasi warga diperlukan untuk mendukung pemadaman yang sedang dilakukan petugas gabungan, sekaligus menekan risiko kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kotawaringin Timur. Kepedulian serta keterlibatan masyarakat diharapkan dapat memperkuat langkah bersama dalam mencegah titik api baru.

Kepala Desa Kandan, Agus Prawito, menyampaikan bahwa kebakaran di wilayah desanya telah berlangsung sejak Sabtu malam, 10 Oktober 2026. Api membakar sejumlah area lahan, termasuk kebun milik warga. Hingga perkembangan terakhir, petugas gabungan masih berada di lokasi untuk melakukan pemadaman sekaligus pendinginan pada titik-titik yang sebelumnya terbakar.

Kegiatan pendinginan dilakukan di kebun warga yang terdampak kebakaran. Petugas memeriksa area yang telah dipadamkan untuk memastikan tidak terdapat bara atau sumber panas yang berpotensi kembali memicu api. Penanganan tersebut masih berlangsung karena kondisi lahan gambut dapat menyimpan panas di bawah permukaan, sehingga pemadaman tidak hanya dilakukan terhadap api yang terlihat, tetapi juga terhadap bagian lahan yang masih berasap atau mengeluarkan hawa panas.

Berdasarkan keterangan Agus, luas lahan milik warga yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 15 hektare. Perkiraan itu mencakup kebun warga yang menjadi salah satu lokasi utama penanganan petugas. Luas tersebut masih disampaikan sebagai angka sementara berdasarkan kondisi yang terlihat di lapangan, sementara proses pemantauan dan pendinginan tetap dilakukan untuk mengendalikan titik-titik api yang tersisa.

Selain kebun warga, api juga membakar lahan bekas perusahaan. Lahan tersebut merupakan area yang beberapa waktu sebelumnya disita oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Kepala Desa Kandan menyebutkan bahwa luas lahan sitaan yang ikut terbakar belum dapat diperkirakan. Dengan demikian, data mengenai luasan area sitaan yang terdampak masih menunggu pendataan lebih lanjut di lapangan. Petugas gabungan tetap melaksanakan penanganan pada lokasi-lokasi yang terbakar, sedangkan informasi mengenai luasan keseluruhan lahan yang terdampak akan disesuaikan dengan hasil pemeriksaan berikutnya.

Baca juga: Babinsa Kerta Buana Kompak Bersama Warga Lakukan Gotong Royong Pembersihan Lapangan | Kesulitan Pemadaman Kebakaran Hutan di Bromo akibat Cuaca Buruk | Gerak Cepat, TNI dan Tim Gabungan Berjuang Jinakkan Kebakaran Hutan dan Lahan