JAKARTA – Aliansi Lembaga Awasi Kebijakan dan Anggaran Provinsi Lampung menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI, Rabu (14/10/2026). Dalam aksi tersebut, massa mendesak pemerintah mengusut tuntas dugaan korupsi dalam program revitalisasi pendidikan di Provinsi Lampung.
Sekitar 25 orang mengikuti aksi yang berlangsung mulai pukul 11.10 WIB. Koordinator aksi, Azahriansyah, memimpin penyampaian aspirasi dengan menyoroti tata kelola anggaran pendidikan, khususnya dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS/BOSP) serta pelaksanaan program revitalisasi sekolah di wilayah Lampung.
Dalam orasinya, Azahriansyah meminta Kemendikdasmen RI mengambil langkah konkret untuk menindaklanjuti dugaan penyimpangan anggaran tersebut. Ia menekankan pentingnya pemeriksaan menyeluruh agar pengelolaan dana pendidikan berjalan sesuai ketentuan dan tidak dimanfaatkan untuk kepentingan pihak tertentu.
Aliansi tersebut juga mendesak dilakukannya audit menyeluruh terhadap tata kelola dana BOS/BOSP yang berkaitan dengan program revitalisasi sekolah di Provinsi Lampung. Desakan itu disampaikan melalui spanduk yang dibentangkan di lokasi aksi sebagai bentuk tuntutan terhadap transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara.
Selain meminta pengusutan, massa mendesak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti terlibat dalam praktik korupsi. Mereka menilai dugaan penyimpangan anggaran pendidikan harus ditangani secara serius karena program tersebut berkaitan dengan upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi seluruh anak Indonesia.
Untuk menyampaikan tuntutannya, peserta aksi membawa sejumlah atribut, antara lain mobil pengeras suara bernomor polisi B 9013 NG, spanduk, bendera Merah Putih, serta bendera organisasi. Selama kegiatan berlangsung, Azahriansyah menjadi orator yang menyuarakan tuntutan agar persoalan anggaran revitalisasi pendidikan di Lampung mendapat perhatian dan penanganan dari kementerian terkait.
Aksi berakhir sekitar pukul 12.00 WIB setelah massa menyelesaikan penyampaian aspirasi. Kegiatan berlangsung dalam situasi aman dan kondusif. Hingga informasi ini disusun, tuntutan yang disampaikan merupakan aspirasi pihak demonstran, sementara dugaan korupsi yang disorot tetap memerlukan pemeriksaan dan pembuktian oleh pihak berwenang.
Pewarta: Abdul Latif







