SURABAYA – Suasana religius dan penuh semangat kebangsaan terasa di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Sabtu malam, 8 Agustus 2026. Sekitar 1.000 orang berkumpul mengikuti kegiatan dzikir, shalawat, dan doa bersama dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Acara tersebut menghadirkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.
Rangkaian kegiatan telah diawali dengan salat Magrib berjamaah yang dilanjutkan pembacaan Yasin, tahlil, dan Shalawat Nariyah. Setelah salat Isya, acara utama dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan lantunan shalawat dari Hadrah Ahbabul Mustofa. Kehadiran para jamaah membuat halaman dan area kegiatan di lingkungan Gedung Grahadi dipenuhi lantunan shalawat yang berlangsung secara khidmat.
Sekitar pukul 20.05 WIB, Khofifah bersama Habib Syech tiba di lokasi dan langsung disambut lantunan shalawat dari jamaah. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pemberian santunan kepada anak yatim. Acara kemudian dilanjutkan dengan doa pembuka oleh KH. Asep Syaifudin Alim, sebelum Gubernur Jawa Timur menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga rasa syukur atas kemerdekaan sekaligus menghormati jasa para ulama, habaib, dan para pahlawan yang telah berjuang bagi bangsa.
Dalam sambutannya, Khofifah mengajak masyarakat menjadikan momentum kemerdekaan sebagai kesempatan untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui dzikir dan shalawat. Menurutnya, kemerdekaan yang dinikmati masyarakat saat ini tidak terlepas dari perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Suasana semakin semarak ketika memasuki sesi Jawa Timur Bershalawat bersama Habib Syech. Ribuan lantunan shalawat menggema sebelum dilanjutkan tausiah Prof. Dr. Syekh Muhammad Muhanna dari Universitas Al-Azhar, Mesir. Dalam pesannya, ia menyoroti kedekatan hubungan Indonesia dan Mesir, khususnya dalam bidang keagamaan dan pendidikan. Ia juga mengapresiasi masyarakat Jawa Timur yang berkumpul dalam suasana kebersamaan untuk mencintai Rasulullah sekaligus memperingati kemerdekaan Indonesia.
Pesan kebangsaan kembali disampaikan Habib Syech dalam tausiah berikutnya. Ia mengajak masyarakat meningkatkan kecintaan terhadap produk dalam negeri dan ikut menggerakkan perekonomian nasional. Menurutnya, kemerdekaan harus dibarengi dengan kemandirian ekonomi, termasuk dengan menghasilkan produk lokal berkualitas sehingga mampu bersaing dengan bangsa lain. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi kedua Jawa Timur Bershalawat yang berlangsung penuh antusiasme dari para jamaah.
Menjelang akhir acara, doa penutup dipimpin KH. Ali Aziz M.Ag bersama Prof. Dr. Syekh Muhammad Muhanna. Jamaah kemudian bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya, Garuda Pancasila, dan Halo-Halo Bandung sebelum acara ditutup oleh pembawa acara. Kegiatan yang turut dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Arifah Fauzi, Sekdaprov Jatim Adhy Karyono, jajaran Forkopimda, kepala daerah se-Jawa Timur, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, serta para Syechermania itu berakhir sekitar pukul 22.10 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.
Pewarta: Abdul Latif












