Jakarta Selatan, Jumat 29 Mei 2026 — Deru klakson kendaraan terdengar nyaris tanpa jeda sejak pagi di ruas Jalan Raya Lenteng Agung Timur, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Jalur yang biasanya menjadi denyut utama penghubung warga Jakarta menuju Kota Depok itu mendadak berubah menjadi titik kemacetan panjang setelah sebagian badan jalan amblas dan membentuk lubang besar di sisi kiri jalur menuju Depok.
Pantauan di lokasi sejak pagi memperlihatkan antrean kendaraan mengular cukup jauh. Mobil pribadi, sepeda motor, hingga angkutan umum terpaksa bergerak perlahan sambil bergantian melewati sisi jalan yang masih bisa digunakan. Sejumlah pengendara terlihat menepi untuk melihat kondisi aspal yang runtuh, sementara petugas berjaga di sekitar lokasi demi menghindari kendaraan melintas terlalu dekat dengan area yang rawan longsor susulan.
Lubang amblas itu berada di Jalan Raya Lenteng Agung Timur RT 008 RW 02, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Posisi kerusakan tepat berada di salah satu titik jalur utama penghubung Jakarta-Depok yang selama ini dikenal padat hampir sepanjang hari, terutama pada jam keberangkatan kerja dan kepulangan sore hari.
Menurut informasi yang dihimpun dari petugas di lapangan, tanda-tanda kerusakan sebenarnya sudah mulai terlihat beberapa hari sebelumnya. Pada Selasa 26 Mei 2026, kondisi permukaan jalan disebut masih tampak normal jika dilihat sekilas. Namun, warga dan pengguna jalan mulai menyadari adanya bagian badan jalan yang perlahan turun seperti kehilangan penyangga di bawahnya.
Awalnya banyak pengendara mengira penurunan permukaan itu hanya kerusakan biasa akibat beban kendaraan berat yang terus melintas. Tidak sedikit pula yang tetap melaju tanpa menyadari bahwa struktur tanah di bawah aspal ternyata mulai terkikis.
Kondisi itu kemudian mendapat penanganan sementara dari pihak Dinas Bina Marga Kecamatan Jagakarsa pada Kamis pagi, 28 Mei 2026 sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu petugas melakukan pelapisan aspal di atas titik jalan yang mengalami penurunan dengan harapan dapat menahan kerusakan agar tidak semakin parah.
Namun upaya sementara tersebut rupanya tidak cukup kuat menahan tekanan struktur tanah di bawah badan jalan. Menjelang malam, situasi berubah drastis.
Sekitar pukul 20.05 WIB pada Kamis malam, permukaan jalan mulai memperlihatkan lubang kecil di titik yang sebelumnya ditambal. Beberapa warga sekitar mengaku sempat mendengar suara retakan halus dari bawah aspal ketika kendaraan besar melintas.
“Awalnya kecil, seperti aspal retak biasa. Tapi lama-lama bagian tengahnya turun terus,” ujar seorang warga di sekitar lokasi yang menyaksikan perubahan kondisi jalan pada malam hari.
Tidak berselang lama, tepat sekitar pukul 22.30 WIB, bagian jalan itu akhirnya runtuh dan amblas lebih dalam. Aspal pecah membentuk rongga besar yang membuat arus kendaraan langsung tersendat. Sejumlah pengendara motor yang melintas terlihat panik dan memilih memutar arah karena khawatir badan jalan kembali longsor.
Petugas kepolisian bersama unsur kecamatan kemudian bergerak cepat melakukan pengamanan area. Pada Jumat pagi sekitar pukul 07.30 WIB, Kapolsek Jagakarsa bersama jajaran lalu <a href="https://kejarberita.com/kapolsubsektor-cikupa-mas-turun-langsung-jaga-kamseltibcar-di-simpang-kedaton/”>lintas dan aparat kecamatan turun langsung melakukan pengecekan ke lokasi.
Garis polisi dipasang mengelilingi area jalan yang rusak guna mencegah kendaraan melintas terlalu dekat dengan titik amblas. Petugas lalu lintas juga tampak mengatur arus kendaraan agar tetap bisa bergerak meski hanya menggunakan sebagian badan jalan yang tersisa.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, bagian jalan yang amblas memiliki panjang sekitar tiga meter dengan lebar kurang lebih satu setengah meter. Kerusakan berada di jalur kiri arah Depok dan diperkirakan masih berpotensi melebar apabila tidak segera dilakukan pembongkaran total.
Kemacetan pun tidak dapat dihindari. Sejak pagi antrean kendaraan dari arah Jakarta menuju Depok terus mengular. Banyak pengendara terjebak lebih lama dari biasanya karena arus lalu lintas hanya bisa berjalan bergantian di sisi jalan yang aman dilalui.
Beberapa pengemudi mengaku perjalanan mereka terganggu cukup parah akibat penyempitan jalur tersebut. Tidak sedikit pula pengendara motor yang memilih naik ke bahu jalan untuk mencari celah melintas di tengah kepadatan kendaraan.
“Biasanya lewat sini paling belasan menit. Sekarang bisa hampir satu jam karena semua kendaraan numpuk di satu jalur,” kata seorang pengendara mobil yang hendak menuju kawasan Depok.
Dari hasil pemantauan sementara, dugaan awal penyebab jalan amblas mengarah pada tergerusnya lapisan tanah di bawah badan jalan. Di bawah ruas tersebut diketahui terdapat aliran kali kecil yang memotong area jalan dan tersambung hingga ke aliran sungai di kawasan Universitas Indonesia.
Diduga kuat arus air yang terus bergerak di bawah tanah membuat lapisan penyangga badan jalan perlahan terkikis tanpa terlihat dari permukaan. Kondisi itu menyebabkan rongga kosong terbentuk di bawah aspal hingga akhirnya tidak mampu lagi menopang beban kendaraan yang melintas setiap hari.
Situasi tersebut menjadi perhatian serius karena lokasi jalan amblas berada di salah satu akses vital masyarakat. Jalur Lenteng Agung selama ini dikenal sebagai urat penghubung utama mobilitas warga Jakarta Selatan menuju Depok maupun sebaliknya.
Selain dipadati kendaraan pribadi, ruas jalan itu juga menjadi lintasan angkutan umum, kendaraan logistik, hingga pekerja harian yang beraktivitas antara Jakarta dan kawasan penyangga ibu kota.
Petugas di lapangan menyebutkan pihak terkait tengah menyiapkan langkah penanganan lanjutan untuk mencegah kerusakan meluas. Rencananya akan dilakukan pembongkaran pada area yang terdampak sekaligus penutupan sementara di titik rawan agar proses perbaikan bisa berjalan aman.
Hingga Jumat siang, sejumlah petugas masih terlihat berjaga di lokasi sambil mengarahkan kendaraan yang melintas. Sementara itu warga sekitar juga berkumpul di tepi jalan memperhatikan proses pengecekan yang dilakukan aparat dan petugas teknis.
Kondisi jalan yang tiba-tiba runtuh di tengah jalur padat ini kembali memunculkan kekhawatiran masyarakat soal ketahanan infrastruktur di kawasan perkotaan yang setiap hari menanggung beban kendaraan dalam jumlah besar. Banyak warga berharap perbaikan dilakukan menyeluruh, bukan sekadar tambalan sementara, agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan membahayakan pengguna jalan.
Sampai berita ini ditulis, arus lalu lintas dari arah Jakarta menuju Depok masih mengalami perlambatan panjang. Aparat kepolisian mengimbau pengendara untuk mencari jalur alternatif sementara waktu guna mengurangi kepadatan di sekitar lokasi jalan amblas.














Responses (2)