Bandung | Sebanyak 6.000 peserta mengikuti Laswi Heritage Run 2026 pada Minggu (25/10), menjadikan kegiatan ini sebagai kesempatan untuk menikmati olahraga lari sekaligus mengenal kawasan bersejarah Bandung. Para pelari mengambil bagian dalam kategori 5K, dengan titik start dan finis berada di kawasan Laswi Heritage, Kacapiring. Dari lokasi tersebut, peserta menempuh lintasan yang dirancang untuk membawa mereka menyusuri koridor Batununggal. Rute ini menghubungkan pengalaman berolahraga dengan suasana lingkungan kota yang memiliki jejak sejarah, sehingga kegiatan tidak hanya berfokus pada pencapaian waktu atau jarak, tetapi juga pada pengalaman menjelajahi ruang perkotaan.
Lintasan 5K melewati jalan beraspal di koridor Batununggal. Di sepanjang perjalanan, peserta berlari berdampingan dengan deretan bangunan bersejarah dari era kolonial yang menjadi bagian dari karakter kawasan. Pemandangan tersebut memberi suasana berbeda dibandingkan rute lari yang hanya melewati ruas jalan umum tanpa latar arsitektur bersejarah. Para peserta dapat mengamati lingkungan sekitar sambil mengikuti alur lintasan menuju garis finis. Dengan titik awal dan akhir yang sama di Laswi Heritage, rute tersusun dalam satu pengalaman perjalanan yang berpusat pada kawasan tersebut dan mengajak pelari melihat lebih dekat hubungan aktivitas warga, ruang jalan, serta warisan bangunan di Bandung.
Penyelenggaraan rute ini juga menempatkan kenyamanan pelari sebagai salah satu pertimbangan. Lintasan dirancang ramah bagi peserta, dengan jalur yang dapat diikuti dalam kategori 5K dan kondisi jalan beraspal sepanjang koridor. Pada saat yang sama, rute membawa peserta melewati kawasan cagar budaya di Kota Bandung. Perpaduan itu membuat Laswi Heritage Run menjadi kegiatan yang mempertemukan olahraga dengan pengenalan lingkungan bersejarah secara langsung. Bagi ribuan pelari, menyelesaikan jarak 5K berarti sekaligus menyusuri bagian kota yang menyimpan jejak masa lalu. Kehadiran peserta dalam jumlah besar pun menghadirkan suasana ramai di kawasan Laswi Heritage dan Batununggal, sementara karakter sejarah setempat tetap menjadi latar utama perjalanan mereka.
Rangkaian Laswi Heritage Run 2026 dimulai sejak pagi dengan persiapan yang mengajak peserta berkumpul sebelum menempuh lintasan. Mulai pukul 05.30 WIB, suasana kegiatan diisi upacara pembukaan, termasuk menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa bersama. Momen ini menjadi kesempatan bagi para pelari untuk memulai kegiatan dengan tertib, sekaligus menandai kebersamaan dalam menjelajahi koridor bersejarah Bandung. Setelah upacara, peserta mengikuti pemanasan untuk menyiapkan tubuh sebelum berlari. Panitia menjadwalkan flag off pada pukul 06.00 WIB, sehingga peserta dapat berangkat sesuai rangkaian acara yang telah ditetapkan.
Selama lomba berlangsung, dukungan keselamatan dan kenyamanan disiapkan melalui marka rute yang membantu peserta mengenali lintasan. Tim medis dan pos hidrasi turut mendukung kebutuhan pelari sepanjang kegiatan. Peserta juga mendapatkan perlindungan asuransi personal. Berbagai fasilitas tersebut melengkapi penyelenggaraan lomba, sementara penanda rute, dukungan kesehatan, dan akses hidrasi menjadi bagian penting dari pengalaman berlari. Setelah menuntaskan lintasan dan mencapai garis akhir, peserta berhak menerima medali sebagai penanda keberhasilan menyelesaikan lomba. Rangkaian ini memberi perhatian pada pengalaman peserta sejak persiapan hingga mereka tiba di garis akhir.
Peserta masih dapat menikmati suasana kegiatan setelah berlari. Hingga pukul 07.30 WIB, pelari menyelesaikan lintasan, lalu disambut DJ jamming dan sajian dari tenant kuliner lokal. Area pascalomba menyediakan ruang untuk beristirahat sejenak, menikmati hiburan, serta mencicipi pilihan makanan yang disediakan pelaku kuliner setempat. Setelah itu, peserta mengikuti sesi pendinginan melalui panggung Golden Memories dan zumba bersama. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari rangkaian setelah lomba, sekaligus membantu peserta beralih dari intensitas berlari menuju kegiatan yang lebih santai. Dengan jadwal mulai pukul 05.30 WIB, flag off pukul 06.00 WIB, dan penyelesaian lintasan hingga pukul 07.30 WIB, acara ini menggabungkan persiapan, dukungan keselamatan, pencapaian di garis akhir, serta suasana kebersamaan setelah berlari.
Tamansari Laswi City dipilih sebagai lokasi Laswi Heritage Run 2026 karena kawasan ini mempertemukan nilai sejarah dan kebutuhan ruang publik masa kini. Bekas aset perkeretaapian yang memiliki jejak panjang dalam perkembangan Bandung tidak hanya dipertahankan sebagai peninggalan, tetapi dihidupkan kembali melalui konsep adaptive reuse. Pendekatan tersebut memanfaatkan bangunan dan lingkungan cagar budaya untuk fungsi baru yang relevan, tanpa menghapus karakter historisnya. Dengan demikian, kawasan ini dapat menjadi destinasi gaya hidup modern sekaligus ruang untuk mengenal warisan kota. Peserta berkesempatan berlari di koridor yang menyimpan cerita, sementara warga dan pengunjung menikmati fasilitas yang mendukung kegiatan sosial, rekreasi, serta aktivitas ekonomi lokal.
Daya tariknya terbentuk dari perpaduan arsitektur kolonial, ruang terbuka hijau, dan sentra UMKM kuliner lokal. Unsur bangunan bersejarah memberi suasana dan identitas yang khas, sedangkan area terbuka menyediakan ruang lapang bagi peserta, keluarga, dan pengunjung untuk berkumpul. Kehadiran gerai makanan lokal menambah pilihan bagi pengunjung sekaligus membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk menjangkau khalayak lebih luas. Perpaduan tersebut membuat kawasan tidak terasa seperti latar acara semata. Ia menjadi bagian aktif dari pengalaman, tempat sejarah, rekreasi, dan kehidupan komunitas bertemu secara alami. Format kegiatan lari juga membantu memperkenalkan kawasan kepada peserta yang mungkin sebelumnya belum mengenal kisah dan potensi Laswi.
General Manager Tamansari Laswi City, Agung Suranto, menyampaikan bahwa antusiasme datang dari pelari maupun keluarga yang ikut mendampingi. Menurutnya, kesiapan fasilitas menjadi unsur penting agar kegiatan berlangsung nyaman, termasuk area start dan finis yang lapang, kantong parkir yang tertata, serta keterlibatan gerai kuliner lokal. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penyelenggaraan acara perlu mengakomodasi kebutuhan peserta sekaligus pengunjung, tanpa mengabaikan karakter kawasan. Ia juga menggambarkan bagaimana suasana cagar budaya berpadu dengan energi ribuan peserta, menciptakan pengalaman lari yang terasa hidup dan berkesan. Setiap langkah menghadirkan kedekatan dengan sejarah, sementara keramaian memberi kawasan denyut baru. Melalui pendekatan ini, Laswi Heritage Run turut menunjukkan bahwa aset bersejarah dapat terus digunakan secara bermakna, menarik, dan terbuka bagi masyarakat luas.
President Director Wika Realty, Fery Safaria, menyampaikan bahwa Tamansari Laswi City siap menjadi mitra bagi komunitas maupun promotor yang ingin menyelenggarakan kegiatan olahraga. Kesiapan tersebut mencerminkan upaya perusahaan untuk membuka kawasan bagi berbagai aktivitas publik, tidak terbatas pada fungsi hunian dan komersial. Menurutnya, ruang yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan yang mempertemukan warga, komunitas, dan pengunjung dalam suasana yang inklusif, tertib, serta memberi nilai tambah bagi lingkungan sekitar.
Wika Realty juga menyatakan terbuka terhadap peluang kolaborasi dengan beragam pihak. Kerja sama dapat membantu menghadirkan lebih banyak agenda olahraga dan kegiatan komunitas di Bandung, sekaligus memperkuat daya tarik kota sebagai tujuan sport tourism. Kehadiran acara seperti Laswi Heritage Run 2026 memperlihatkan bagaimana olahraga dapat dipadukan dengan pengenalan kawasan bersejarah dan ruang publik. Pendekatan ini memberi kesempatan bagi peserta untuk beraktivitas, berinteraksi, dan menikmati karakter kota melalui pengalaman yang lebih luas daripada sekadar mengikuti lomba.
Komitmen tersebut sejalan dengan upaya Wika dan Wika Realty untuk mengoptimalkan kawasan Tamansari Laswi City sebagai ruang publik terpadu. Pengembangan kawasan diarahkan agar ramah bagi komunitas dan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan yang beragam. Dengan membuka ruang bagi kolaborasi, perusahaan berharap kawasan ini dapat mendukung aktivitas warga secara berkelanjutan sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Penggunaan kawasan untuk acara olahraga dan budaya menjadi salah satu wujud pemanfaatan ruang yang menghubungkan kebutuhan publik dengan potensi lokal.
Baca juga: Transformasi Angkutan Umum di Semarang: Bus Listrik Masuki Koridor Utama | Laga Perdana Persib Bandung di AFC Champions League | Tempat Menonton Bareng Laga Persijap dan Persib di Bandung
85 kunjungan





