Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 diselenggarakan di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Acara tersebut berlangsung pada tanggal 25 hingga 28 November 2023. Lokasi ini memiliki makna penting bagi sejarah NU, yang merupakan ormas Islam terbesar di Indonesia. Sebagai tuan rumah, Jombang menyuguhkan suasana yang hangat dan ramah bagi para peserta, yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Pada saat pembukaan muktamar, suasana penuh antusiasme terlihat di para hadirin. Tidak hanya anggota NU yang hadir, tetapi juga masyarakat lokal yang menunjukkan dukungan positif terhadap kegiatan ini. Dalam muktamar kali ini, agenda yang dibahas mencakup berbagai topik penting, mulai dari isu sosial, pendidikan, hingga keagamaan yang relevan dengan kondisi saat ini.
Presiden Prabowo Subianto turut hadir dalam acara penutupan Muktamar NU ke-35. Kehadirannya menjadi sorotan karena menunjukkan dukungan pemerintah terhadap peran organisasi ini dalam pembangunan masyarakat. Di dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya kerja sama pemerintah dan organisasi masyarakat sipil, termasuk NU, untuk menciptakan masyarakat yang harmonis dan lebih baik. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, harapan di masa depan diharapkan semakin cerah.
Muktamar ini juga menjadi ajang bagi para ulama dan tokoh masyarakat untuk berdiskusi dan berbagi pandangan. Dengan adanya forum ini, NU diharapkan dapat menguatkan posisinya dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Melalui berbagai pemikiran yang dihasilkan, muktamar ini menjadi bagian penting dari peran aktif NU dalam menyongsong tantangan zaman.
Acara penutupan Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 berlangsung meriah dan penuh makna. Rangkaian acara yang dilakukan pada hari penutupan ini tidak hanya sekadar formalitas, namun juga mengandung simbolisme yang dalam. Salah satu momen yang paling dinanti adalah pemukulan beduk dan kentungan oleh Presiden Prabowo. Tindakan tersebut bukan hanya sebagai tanda akhir dari muktamar, tetapi juga melambangkan kesepakatan dan persatuan di para peserta serta pengurus baru yang terpilih.
Selama acara, terlihat antusiasme para peserta yang hadir. Mereka berbondong-bondong untuk memberikan penghormatan kepada pimpinan baru Nahdlatul Ulama yang terpilih. Presiden Prabowo, dalam sambutannya, memberikan ucapan selamat kepada para pimpinan baru tersebut, menekankan pentingnya peran Nahdlatul Ulama dalam menjaga dan mengembangkan nilai-nilai Islam di Indonesia. Beliau juga mengharapkan agar pimpinan baru ini dapat membawa NU menuju arah yang lebih baik, sejalan dengan tantangan zaman yang terus berkembang.
Pada saat penutupan, para peserta juga turut menyaksikan berbagai penampilan seni yang menggambarkan kekayaan budaya Indonesia. Hal ini menjadi pengingat akan pentingnya pelestarian budaya di tengah dinamika masyarakat saat ini. Keseluruhan rangkaian acara menjadi refleksi bagi setiap individu untuk lebih mendekatkan diri pada ajaran Islam dan berkontribusi positif terhadap masyarakat. Penutupan Muktamar ini, dengan semua simbolisme dan pesan yang terkandung, mengingatkan kita akan tanggung jawab bersama dalam memperkuat ukhuwah dan persatuan di tengah perbedaan yang ada.
Dalam penutupan Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan beberapa harapan dan pesan penting yang ditujukan kepada organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut. Ia mengawali sambutannya dengan mengungkapkan rasa terima kasih kepada Nahdlatul Ulama (NU) atas kontribusi yang telah diberikan selama ini dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurut Presiden, NU memiliki peran sentral dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta dalam pengembangan nilai-nilai keagamaan yang moderat dan toleran.
Presiden Prabowo berharap agar NU terus berperan aktif dalam menyebarkan ajaran Islam yang damai. Ia mengingatkan tentang pentingnya penerapan nilai-nilai keislaman yang sejalan dengan kebhinekaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Dalam konteks ini, NU diharapkan mampu menjadi jembatan berbagai golongan masyarakat untuk memperkuat solidaritas di tengah perbedaan yang ada.
Sebagai salah satu organisasi yang telah lama berdiri, NU diharapkan tidak hanya berkontribusi dalam bidang sosial dan pendidikan, tetapi juga dalam pembangunan ekonomi masyarakat. Presiden menyatakan pentingnya keterlibatan NU dalam menjawab tantangan zaman dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Ia ingin agar anggota NU bisa lebih berinovasi untuk memajukan kesejahteraan umat serta membantu pemerintah dalam mencapai target pembangunan nasional.
Dengan begitu, harapan Presiden Prabowo untuk Nahdlatul Ulama adalah agar organisasi ini dapat terus berkarya dan memberikan pengaruh positif bagi negara, bangsa, dan umat di masa depan. Kepemimpinan yang bijaksana dan komitmen terhadap misi-misi kemanusiaan diharapkan mampu menjadikan NU sebagai salah satu kekuatan dalam memajukan negeri ini. Presiden percaya bahwa dengan kerja keras dan semangat gotong royong, NU akan terus menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan.
Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang resmi ditutup oleh Prabowo merupakan momen bersejarah bagi organisasi ini dan bagi masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Dalam acara penutupan tersebut, Prabowo memberikan penghargaan tinggi kepada NU khususnya atas kontribusi dan dedikasinya dalam memajukan kehidupan berbangsa dan bernegara. Penyerahan kartu anggota NU kepada presiden menjadi simbol penting yang menunjukkan kerjasama dan sinergi pemerintah dan organisasi keagamaan ini.
Prabowo mengapresiasi berbagai bidang kerja yang dilakukan oleh NU, mulai dari pendidikan, sosial, hingga kebudayaan. Pujian tersebut menunjukkan pengakuan atas peran strategis NU dalam menciptakan harmoni di tengah keragaman Indonesia. Dalam sambutannya, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah dan organisasi-organisasi besar lainnya, seperti NU, untuk mencapai tujuan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Muktamar ini telah menunjukkan bahwa NU tidak hanya berperan sebagai lembaga keagamaan, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang mampu mempengaruhi kebijakan publik dan menggerakkan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan. Oleh karena itu, muktamar ini menjadi contoh yang baik bagi organisasi-organisasi besar lainnya di Indonesia, untuk memperkuat peran serta mereka dalam mendukung kemajuan bangsa.
Secara keseluruhan, kehadiran Prabowo dalam penutupan muktamar ini mencerminkan keterbukaan pemerintah terhadap masukan dan kontribusi dari NU. Momentum ini tidak hanya memperkuat hubungan NU dan pemerintah, tetapi juga memberikan inspirasi bagi organisasi lain untuk berinovasi dan berkolaborasi demi kepentingan bersama. Dengan demikian, harapan untuk masa depan yang lebih baik dapat terealisasi melalui kerja sama yang sinergis berbagai pihak.













