Jakarta | Ami mendorong kursi roda putrinya, Amelia Zuhalmi, menyusuri lorong di bursa kerja yang berlangsung di Gedung SMESCO, Jakarta. Di sepanjang lorong terdapat sejumlah stan, dan keduanya datang dengan tujuan mencari peluang kerja yang dapat dipertimbangkan Amelia. Kehadiran mereka berangkat dari harapan agar pendidikan dan kemampuan Amelia dapat menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja, sekaligus dari upaya keluarga untuk menjajaki kesempatan yang tersedia secara langsung.
Amelia merupakan lulusan S1 Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nusantara yang menyelesaikan studinya pada 2024. Latar pendidikan itu menjadi bagian penting dari pencarian kerja yang mereka lakukan di bursa tersebut. Bagi Ami dan Amelia, mendatangi acara ini berarti membuka ruang untuk melihat peluang dan mencari kemungkinan yang sesuai dengan bekal akademik Amelia. Mereka menyusuri lorong serta sejumlah stan, membawa tujuan yang sama: menemukan kesempatan kerja bagi Amelia.
Perjalanan mereka menuju Gedung SMESCO dimulai dari Tanjung Duren. Ami dan putrinya berangkat menggunakan Transjakarta, lalu melanjutkan langkah mereka di dalam lokasi bursa kerja dengan Ami mendorong kursi roda Amelia. Rangkaian perjalanan itu menunjukkan upaya yang mereka tempuh untuk hadir dan mencari informasi tentang pekerjaan. Tanpa mengurangi tujuan utama kunjungan, kehadiran mereka menempatkan Amelia sebagai pencari kerja yang ingin memperoleh kesempatan berdasarkan pendidikan yang telah ia selesaikan. Di tengah beragam stan yang mereka temui di lorong, Ami mendampingi putrinya menelusuri kemungkinan yang ada. Bursa kerja menjadi tempat bagi keduanya untuk mencari peluang, sementara perjalanan dari Tanjung Duren mencerminkan kesungguhan mereka dalam mengupayakan akses terhadap dunia kerja. Bagi Amelia, langkah tersebut merupakan bagian dari proses setelah lulus pada 2024, ketika bekal ilmu komunikasi yang diperoleh di bangku kuliah dibawa ke dalam pencarian kesempatan profesional. Ami hadir mendampingi, mendorong kursi roda putrinya saat mereka bergerak dari satu bagian lorong menuju sejumlah stan. Tujuan mereka tetap jelas: mencari peluang kerja bagi Amelia.Pengalaman Amelia di dunia kerja dimulai melalui kegiatan magang di Radio Republik Indonesia (RRI) dan sebuah bank swasta. Kedua kesempatan tersebut memberinya pengalaman berada di lingkungan kerja yang berbeda, meskipun keduanya merupakan program magang, bukan pekerjaan tetap. Pengalaman itu menjadi bagian penting dalam perjalanan Amelia setelah menyelesaikan pendidikan, sekaligus memberinya gambaran mengenai aktivitas profesional di sejumlah bidang. Hingga kini, ia belum memperoleh pekerjaan yang memberikan penghasilan bulanan tetap. Dengan demikian, pengalaman magang yang pernah dijalani tidak dapat disamakan dengan memiliki pekerjaan tetap atau sumber pendapatan bulanan yang berkelanjutan.
Di pilihan bidang yang tersedia, Amelia memiliki ketertarikan khusus pada komunikasi. Ia tertarik menjadi penyiar radio, bidang yang sejalan dengan minatnya terhadap penyampaian informasi dan penggunaan suara. Selain itu, Amelia menyukai kegiatan menulis serta membuat siniar atau podcast. Minat tersebut menunjukkan beberapa jenis kegiatan yang ingin ia tekuni, baik dalam komunikasi siaran maupun produksi konten. Pengalaman magang di RRI dan bank swasta menjadi bagian dari latar belakangnya, sementara minat pada komunikasi, menulis, dan siniar menggambarkan arah yang ingin ia jajaki dalam mencari peluang kerja.
Sejak lulus, Amelia telah mengirim lebih dari sepuluh lamaran kepada berbagai perusahaan. Ia juga pernah mengikuti wawancara sebagai bagian dari proses pencarian kerja. Meski telah mengambil langkah-langkah tersebut, hingga saat ini ia belum diterima bekerja dan belum mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan bulanan tetap. Informasi yang tersedia tidak menjelaskan alasan ia belum memperoleh tawaran, sehingga tidak dapat dipastikan apakah hal itu berkaitan dengan persaingan, kualifikasi, atau faktor lainnya. Yang dapat dicatat adalah bahwa Amelia telah berupaya melamar dan menjalani wawancara, tetapi pencarian tersebut belum menghasilkan pekerjaan tetap. Pengalamannya memperlihatkan jarak kesempatan magang dan memperoleh posisi berbayar yang berkelanjutan. Ia masih mencari peluang yang sesuai dengan minat dan latar belakangnya, sembari membawa pengalaman magang serta ketertarikan pada bidang komunikasi, penulisan, dan pembuatan podcast sebagai bagian dari profilnya.
Di area bursa kerja, Ami dan putrinya, Amelia, mendatangi sejumlah stan perusahaan untuk mencari informasi mengenai kesempatan kerja. Mereka berusaha mengetahui posisi yang tersedia sekaligus menilai apakah persyaratannya sesuai dengan latar pendidikan dan kemampuan Amelia. Di beberapa stan, petugas memberikan arahan agar Amelia mengikuti konseling atau pelatihan. Saran tersebut dapat menjadi bekal untuk mempersiapkan diri, tetapi belum menjawab pertanyaan utama mereka: adakah lowongan yang benar-benar sesuai dan dapat diakses Amelia?
Hingga mereka berkeliling, belum ada kepastian tentang perusahaan yang membuka posisi yang cocok dengan kualifikasi Amelia. Ami mengaku masih kebingungan mengetahui perusahaan mana yang bersedia memberi kesempatan kepada penyandang disabilitas. Informasi mengenai lowongan, kriteria pelamar, dan dukungan yang tersedia belum mudah dikenali dari stan-stan yang mereka datangi. Akibatnya, mereka harus bertanya satu per satu tanpa memperoleh gambaran yang jelas mengenai pilihan pekerjaan yang dapat ditindaklanjuti.
Ketidakpastian itu juga terasa ketika mereka mencoba mendaftar ke salah satu perusahaan ritel. Proses pendaftaran mengharuskan pemindaian kode batang, tetapi langkah tersebut belum dapat diteruskan karena jaringan internet terganggu. Kendala teknis sederhana itu membuat upaya melamar tertunda, sementara informasi tentang pilihan lain masih terbatas. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa akses terhadap bursa kerja tidak hanya bergantung pada tersedianya acara atau stan perusahaan. Prosedur pendaftaran dan informasi yang mudah dipahami juga berperan penting agar pencari kerja dapat mengikuti proses dengan lancar.
Ami menegaskan bahwa yang diharapkannya adalah peluang yang setara, bukan perlakuan istimewa bagi Amelia. Ia ingin putrinya dinilai berdasarkan pendidikan, kemampuan, dan kesesuaian dengan pekerjaan, seperti pelamar lainnya. Karena itu, ia berharap tersedia jalur yang memudahkan penyandang disabilitas menemukan lowongan, memahami persyaratan, dan mengajukan lamaran. Informasi yang lebih terbuka mengenai perusahaan yang menerima pelamar disabilitas, disertai proses pendaftaran yang dapat diakses, akan membantu keluarga seperti Ami dan Amelia membuat langkah berikutnya dengan lebih yakin. Tanpa kejelasan tersebut, arahan untuk mengikuti konseling atau pelatihan saja belum cukup memberi kepastian bahwa kesempatan kerja yang sesuai benar-benar tersedia.
Bagi Amelia, mencari pekerjaan bukan hanya soal menemukan lowongan yang sesuai. Keterbatasan yang ia hadapi turut memengaruhi proses tersebut, sementara belum semua perusahaan terbuka terhadap pekerja disabilitas. Karena itu, kesempatan untuk melamar dan bekerja terasa lebih sulit dijangkau. Ia melihat bahwa pencarian kerja dapat menghadirkan banyak pertimbangan, termasuk apakah sebuah posisi dan lingkungan kerja memungkinkan dirinya menjalankan tugas dengan baik. Situasi itu membuat proses mencari ruang di dunia kerja tidak selalu berjalan mudah. Meski demikian, Amelia tetap berusaha mencari peluang yang bisa ia ikuti, sambil memahami bahwa tidak setiap tempat kerja menyediakan kesempatan yang sama baginya.
Ketika berada di bursa kerja, Amelia terkadang merasa minder saat melihat pelamar lain bergerak lebih leluasa. Perbedaan itu dapat membuatnya membandingkan keadaan dirinya dengan orang-orang di sekitarnya. Perasaan tersebut muncul di tengah upayanya mencari pekerjaan, tetapi ia berusaha agar rasa minder tidak menjadi alasan untuk berhenti melangkah. Amelia tetap mencoba mengikuti proses dan memperhatikan kesempatan yang tersedia. Baginya, perasaan tidak percaya diri mungkin hadir, namun ia tidak ingin membiarkannya menentukan seluruh langkah. Ia berupaya menjaga semangat untuk terus mencari posisi yang sesuai, meskipun jalannya terasa lebih menantang dibandingkan bagi pelamar lain.
Harapan Amelia adalah agar lebih banyak perusahaan menyediakan lowongan yang dapat diakses.






