Kapolda PBD Sambangi Kodaeral XIV Sorong, Perkuat Sinergi Keamanan Makin Solid dan Jaga Stabilitas Wilayah

Kota Sorong PBD – Upaya memperkuat keamanan dan menjaga stabilitas wilayah Papua Barat Daya terus mendapat perhatian serius dari jajaran TNI dan Polri. Komitmen tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol. Dr. Hengki Haryadi, S.I.K., M.H., bersama sejumlah Pejabat Utama Polda Papua Barat Daya ke Markas Komando Daerah TNI Angkatan Laut XIV Sorong, Selasa (15/9/2026).

Kunjungan yang berlangsung di ruang audiensi Mako Kodaeral XIV Sorong, Kelurahan Klaligi, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, itu tidak hanya menjadi agenda silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan membangun kesamaan langkah antara institusi TNI Angkatan Laut dan Polri di wilayah Papua Barat Daya.

Kapolda Papua Barat Daya yang baru menjalankan amanah tersebut diterima langsung Komandan Kodaeral XIV Sorong Laksamana Muda TNI Djatmoko, S.T., M.M., didampingi Wadan Kodaeral XIV Sorong Laksamana Pertama TNI Tommy Herlambang, S.E., serta jajaran Pejabat Utama Kodaeral XIV Sorong.

Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Kedua pimpinan institusi keamanan tersebut terlihat membangun komunikasi yang terbuka, terutama terkait pentingnya menjaga situasi keamanan agar tetap kondusif di tengah dinamika wilayah Papua Barat Daya yang memiliki karakter geografis dan tantangan keamanan tersendiri.

Dalam pertemuan tersebut, Komandan Kodaeral XIV Sorong menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus selamat menjalankan amanah kepada Kapolda Papua Barat Daya. Momentum perkenalan pimpinan baru Polda Papua Barat Daya itu dinilai memiliki arti penting dalam memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus membuka ruang koordinasi yang semakin intensif ke depan.

Laksamana Muda TNI Djatmoko menegaskan bahwa hubungan yang solid antara Kodaeral XIV Sorong dan Polda Papua Barat Daya merupakan salah satu modal penting dalam mendukung pelaksanaan tugas keamanan di wilayah tersebut.

Menurutnya, tantangan keamanan tidak dapat dihadapi oleh satu institusi saja. Diperlukan koordinasi, komunikasi, serta kerja sama lintas sektor agar setiap potensi gangguan dapat dikenali sejak dini dan ditangani secara tepat.

Terlebih Papua Barat Daya memiliki wilayah perairan yang luas dan posisi strategis, sehingga aspek keamanan laut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga stabilitas daerah.

Karena itu, sinergi antara unsur TNI Angkatan Laut dan Polri dinilai perlu terus diperkuat, baik dalam pertukaran informasi, koordinasi lapangan maupun dalam menghadapi berbagai persoalan yang berkaitan dengan keamanan dan penegakan hukum di wilayah perairan.

Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol. Dr. Hengki Haryadi dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa kunjungannya merupakan bagian dari langkah awal untuk memperkenalkan diri sebagai pejabat baru sekaligus membangun komunikasi dengan jajaran Kodaeral XIV Sorong.

Ia berharap hubungan yang selama ini telah terjalin dapat semakin erat dan berkembang menjadi kerja sama yang lebih kuat dalam mendukung tugas-tugas keamanan di seluruh wilayah Papua Barat Daya.

Bagi Polda Papua Barat Daya, koordinasi dengan Kodaeral XIV Sorong memiliki posisi strategis, terutama dalam menghadapi persoalan yang berkaitan dengan wilayah laut. Komunikasi yang berjalan baik diharapkan mampu mempercepat koordinasi ketika muncul persoalan di lapangan sekaligus memperkuat langkah bersama dalam menjaga keamanan wilayah.

Pembahasan mengenai keamanan laut dan penegakan hukum di wilayah perairan menjadi salah satu perhatian dalam pertemuan tersebut. Kedua institusi memandang bahwa kerja sama yang terbangun dengan baik akan memberikan dampak positif terhadap terciptanya rasa aman bagi masyarakat, termasuk masyarakat yang aktivitasnya berkaitan langsung dengan wilayah pesisir dan perairan.

Sinergi tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun pola kerja yang lebih responsif terhadap berbagai perkembangan situasi keamanan. Dengan komunikasi yang kuat di tingkat pimpinan hingga jajaran pelaksana, potensi persoalan diharapkan dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.

Di tengah dinamika pembangunan Papua Barat Daya sebagai provinsi baru, stabilitas keamanan menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan berbagai aktivitas masyarakat dan pemerintahan dapat berjalan dengan baik. Karena itu, soliditas TNI-Polri tidak hanya berkaitan dengan aspek penanganan gangguan keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan kondisi yang mendukung pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Pertemuan antara Kodaeral XIV Sorong dan Polda Papua Barat Daya pun menjadi gambaran bahwa komunikasi antarlembaga terus dibangun untuk menghadirkan pola kerja yang semakin terintegrasi.

Kedua institusi sepakat bahwa hubungan yang kuat harus dibangun melalui komunikasi yang konsisten, koordinasi yang cepat, serta semangat untuk saling mendukung sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

Rangkaian kunjungan kemudian ditutup dengan penyerahan plakat dari Kodaeral XIV Sorong maupun Polda Papua Barat Daya. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama di depan Mako Kodaeral XIV Sorong.

Pertemuan tersebut meninggalkan pesan kuat bahwa menjaga keamanan Papua Barat Daya merupakan tanggung jawab bersama. Dengan sinergi TNI-Polri yang semakin solid, berbagai tantangan keamanan, baik di darat maupun di wilayah perairan, diharapkan dapat dihadapi secara lebih terkoordinasi demi menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh masyarakat Papua Barat Daya.
(Tim/Red)