Kota Makassar | Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, yang akrab disapa Appi, mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Demokrat Sulawesi Selatan. Langkah tersebut ditempuh setelah ia mengundurkan diri dari Partai Golkar. Dengan pendaftaran itu, Appi masuk dalam bursa calon pimpinan partai di tingkat provinsi tersebut. Informasi yang disampaikan mengenai pencalonannya mencakup pengajuan diri dan penyerahan dokumen kepada panitia.
Dalam proses pendaftaran, Appi menyerahkan formulir pencalonan beserta berkas persyaratan kepada panitia. Penyerahan tersebut menjadi bagian dari tahapan administratif untuk mendaftarkan dirinya sebagai calon ketua. Formulir dan dokumen persyaratan disampaikan secara langsung kepada pihak yang menangani proses pencalonan. Tidak ada keterangan lebih lanjut mengenai isi setiap dokumen, jadwal tahapan berikutnya, ataupun keputusan akhir yang dapat dipastikan dari informasi tersebut.
Pencalonan ini menempatkan Munafri sebagai salah satu nama dalam proses pemilihan Ketua DPW Partai Demokrat Sulawesi Selatan. Sebelumnya, ia dikenal sebagai kader Partai Golkar dan kemudian mengundurkan diri dari partai tersebut. Kini, selain menjabat sebagai Wali Kota Makassar, ia mendaftarkan diri untuk memimpin organisasi Demokrat di tingkat Sulawesi Selatan. Rangkaian informasi tersebut menggambarkan perpindahan afiliasi partainya serta langkah formal yang diambilnya dalam mengikuti pencalonan.
Penyerahan formulir dan berkas persyaratan menandai bahwa Appi telah menyampaikan pendaftaran kepada panitia, tetapi hal itu tidak dengan sendirinya menetapkan dirinya sebagai ketua. Statusnya dalam informasi yang tersedia adalah calon Ketua DPW Partai Demokrat Sulawesi Selatan. Proses selanjutnya berkaitan dengan tahapan pencalonan yang ditangani oleh panitia, sementara hasil pemilihan belum disebutkan. Tidak ada alasan khusus yang disampaikan mengenai keputusan Appi untuk mencalonkan diri. Karena itu, pencalonannya dapat dijelaskan berdasarkan fakta yang tersedia: ia telah meninggalkan Golkar, mengajukan diri, dan menyerahkan dokumen persyaratan kepada panitia.
Sekretaris DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan, Haidar Majid, menyebut dukungan terhadap Munafri Arifuddin atau Appi terlihat dari kehadiran para ketua DPC saat pengembalian formulir pencalonan. Menurut Haidar, seluruh 24 ketua DPC Demokrat kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan hadir dalam agenda tersebut. Keterangan itu disampaikan sebagai gambaran dukungan yang mengiringi langkah Appi mengikuti proses penjaringan calon ketua DPD, bukan sebagai pengumuman hasil pemilihan atau penetapan resmi dari partai.
Haidar juga menyatakan bahwa dukungan bagi Appi tidak hanya datang dari jajaran pengurus di tingkat kabupaten dan kota. Ia menyebut organisasi-organisasi sayap Partai Demokrat turut memberikan dukungan. Namun, pernyataan mengenai kehadiran dan dukungan tersebut tetap merupakan klaim yang disampaikan oleh Haidar. Dukungan yang disebutkan itu dapat menjadi bagian dari dinamika internal menjelang pemilihan ketua, tetapi tidak dengan sendirinya memastikan siapa yang akan terpilih. Proses dan keputusan akhir tetap bergantung pada mekanisme partai yang berlaku.
Dalam keterangan Haidar, Appi disebut sebagai calon tunggal dalam proses pencalonan ketua Demokrat Sulsel. Penyebutan calon tunggal itu merujuk pada situasi pencalonan sebagaimana dijelaskan Haidar saat Appi mengembalikan formulir, bukan berarti pemilihan telah berlangsung atau hasilnya sudah ditetapkan. Karena itu, status tersebut perlu dibedakan dari keputusan formal mengenai kepemimpinan DPD. Kehadiran para ketua DPC dan dukungan organisasi sayap yang diklaim Haidar menunjukkan adanya sokongan yang dinyatakan secara terbuka, sementara tahapan organisasi selanjutnya tetap menjadi penentu proses.
Haidar menyampaikan bahwa panitia telah memeriksa dokumen persyaratan pencalonan Munafri. Berdasarkan pemeriksaan tersebut, berkas yang diserahkan dinyatakan lengkap. Keterangan ini menegaskan bahwa dokumen persyaratan yang diajukan telah ditelaah oleh panitia dan memenuhi kelengkapan yang diperlukan pada tahap pencalonan. Pernyataan Haidar menjadi informasi utama mengenai status berkas Munafri, tanpa menyebutkan rincian satu per satu tentang dokumen yang diperiksa. Dengan demikian, keterangan yang dapat dipastikan dari panitia adalah bahwa persyaratan pencalonan telah diperiksa dan dinyatakan lengkap.
Pengembalian formulir pencalonan berlangsung pada Minggu, 18 Oktober, sebagaimana tercantum dalam bahan sumber. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pencalonan Munafri. Tanggal itu merujuk pada waktu pengembalian formulir, sedangkan keterangan mengenai kelengkapan berkas disampaikan Haidar setelah panitia melakukan pemeriksaan dokumen persyaratan. Kedua informasi tersebut menjelaskan tahapan yang diberitakan: formulir dikembalikan pada tanggal yang disebutkan, dan dokumen pencalonan kemudian dinilai lengkap oleh panitia. Tidak ada rincian tambahan mengenai waktu atau tempat kegiatan yang dapat dipastikan dari keterangan tersebut.
Pernyataan bahwa berkas lengkap perlu dipahami sesuai cakupan keterangan Haidar. Informasi itu menjelaskan hasil pemeriksaan atas dokumen persyaratan pencalonan Munafri, bukan rincian tentang penilaian lain ataupun keputusan lanjutan dalam proses pemilihan ketua. Bahan yang tersedia juga tidak merinci daftar persyaratan, nama dokumen, atau tahapan administratif berikutnya. Karena itu, informasi yang dapat disampaikan secara akurat terbatas pada pemeriksaan oleh panitia, status berkas yang dinyatakan lengkap, serta pengembalian formulir pada Minggu, 18 Oktober. Penjelasan tersebut menjaga makna pernyataan narasumber tanpa menambahkan prosedur atau keterangan yang tidak disebutkan.
Pemilihan Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan dijadwalkan memasuki tahap musyawarah daerah pada 23 Oktober di Makassar. Agenda tersebut menjadi tahapan penting dalam proses penentuan pimpinan partai di tingkat provinsi. Nama Munafri Arifuddin, yang akrab disapa Appi, turut masuk dalam bursa calon ketua setelah ia resmi meninggalkan Partai Golkar pada 5 Oktober 2026. Dengan demikian, pengunduran diri Appi dari partai yang sebelumnya menaunginya telah terjadi sebelum musyawarah daerah Demokrat digelar. Penjadwalan Musda di Makassar memberi konteks bagi proses politik yang mengiringi perpindahan Appi ke Demokrat, sementara keputusan mengenai kepemimpinan DPD tetap akan dibahas melalui forum tersebut.
Sebelum mundur, Appi menjabat sebagai Ketua DPD II Golkar Makassar. Surat pengunduran dirinya diserahkan secara langsung kepada Ketua DPD I Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin, di Jalan Batu Putih, Makassar. Wakil Ketua Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu DPD I Golkar Sulsel, Kadir Halid, membenarkan pengunduran tersebut. Menurut Kadir, surat itu disampaikan ke rumah Ilham pada pagi hari. Keterangan tersebut menjelaskan bahwa proses pengunduran diri dilakukan melalui penyampaian surat kepada pimpinan Golkar tingkat provinsi, bukan hanya diumumkan secara lisan. Appi pun tercatat mengakhiri posisinya sebagai Ketua DPD II Golkar Makassar seiring dengan pengajuan pengunduran diri tersebut.
Alasan yang disampaikan sumber mengenai keputusan itu adalah Appi memilih mundur setelah dirayu untuk bergabung dengan Partai Demokrat. Informasi tersebut menghubungkan langkah pengunduran diri pada 5 Oktober dengan masuknya nama Appi dalam bursa Ketua Demokrat Sulsel menjelang Musda 23 Oktober. Namun, hal itu tidak dengan sendirinya menetapkan Appi sebagai ketua. Pemilihan masih akan memasuki tahap musyawarah daerah di Makassar, tempat proses penentuan pimpinan DPD Demokrat Sulsel berlangsung. Rangkaian informasi yang tersedia berfokus pada jadwal Musda, jabatan Appi sebelumnya di Golkar, penyerahan surat kepada Ilham, serta keterangan Kadir mengenai penyampaian surat pada pagi hari. Tidak ada alasan lain yang disebutkan dalam keterangan sumber selain ajakan untuk bergabung dengan Demokrat.






