Jakarta | Otoritas Indonesia memulai penyelidikan awal atas kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Kalimantan Utara, pada area yang terkait dengan anak usaha Kencana Agri. Langkah tersebut menempatkan insiden itu dalam perhatian publik, terutama karena kebakaran dilaporkan berada di sekitar kawasan konsesi perusahaan. Pada tahap ini, penyelidikan masih bersifat awal dan belum menetapkan penyebab maupun pihak yang bertanggung jawab. Karena itu, dugaan yang sedang ditelaah perlu dibedakan dari kesimpulan hukum atau temuan resmi yang telah terbukti.
Penyelidikan berhubungan dengan dugaan pembukaan lahan menggunakan api. Area yang diperiksa disebut berada sepanjang batas lahan grup perusahaan dan lahan milik pihak ketiga yang berdekatan. Kedekatan kedua bidang tersebut menjadi konteks penting bagi pemeriksaan, tetapi tidak dengan sendirinya menunjukkan siapa yang menyalakan api atau dari mana kebakaran bermula. Otoritas perlu mengumpulkan dan menguji informasi terkait lokasi, kondisi lahan, serta kemungkinan sumber api sebelum menarik kesimpulan. Hingga proses itu menghasilkan temuan, dugaan penggunaan api dalam pembukaan lahan tetap harus diperlakukan sebagai dugaan.
Peristiwa ini juga memperoleh perhatian di pasar modal. Singapore Exchange Regulation (SGX RegCo) meminta Kencana Agri memberikan klarifikasi mengenai kebakaran di Indonesia dan kabut asap lintas negara yang ditimbulkannya. Permintaan tersebut menunjukkan bahwa regulator menghendaki penjelasan perusahaan mengenai insiden dan dampaknya, termasuk keterkaitan kebakaran dengan kabut asap yang melintasi batas negara. Permintaan klarifikasi bukan merupakan penetapan bahwa perusahaan telah melakukan pelanggaran, melainkan bagian dari proses meminta informasi kepada emiten terkait isu yang menjadi perhatian. Dengan demikian, perkembangan kasus mencakup dua proses yang berbeda: penyelidikan awal oleh otoritas Indonesia terhadap dugaan di lapangan dan permintaan penjelasan oleh regulator bursa. Informasi yang tersedia belum cukup untuk memastikan asal kebakaran, keterlibatan pihak tertentu, ataupun hasil akhir pemeriksaan. Sikap perusahaan dan temuan resmi selanjutnya akan menjadi bagian penting untuk memahami perkara secara lebih utuh.Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Singapura, Kencana Agri menyampaikan tanggapannya atas kebakaran yang menjadi sorotan di sekitar konsesi di Kalimantan. Perusahaan menyatakan bahwa, berdasarkan informasi yang tersedia saat ini, anak-anak usahanya tidak melakukan pembukaan lahan ataupun kegiatan persiapan lahan di lokasi yang terdampak. Pernyataan tersebut merujuk pada peninjauan operasional grup dan informasi yang telah dihimpun perusahaan terkait kegiatan di area tersebut. Kencana Agri menjelaskan posisinya di tengah perhatian publik terhadap kebakaran hutan dan lahan gambut serta kemungkinan dampaknya terhadap kabut asap lintas negara.
Perusahaan juga menegaskan bahwa kebijakan internalnya melarang pembukaan lahan dengan cara membakar maupun penggunaan api untuk persiapan lahan. Menurut Kencana Agri, prinsip tersebut dijalankan sejalan dengan peraturan pemerintah yang berlaku. Penjelasan ini mencakup komitmen perusahaan mengenai metode pengelolaan dan persiapan lahan, sekaligus menjadi bagian dari tanggapan atas isu kebakaran di wilayah konsesi. Dengan demikian, perusahaan membedakan keberadaan kebakaran di suatu kawasan dan kegiatan operasional anak usahanya yang, berdasarkan informasi yang tersedia, tidak mencakup pembukaan atau persiapan lahan di lokasi terdampak.
Menurut peninjauan operasional grup, informasi yang tersedia saat ini tidak menunjukkan bahwa kegiatan perusahaan memberikan kontribusi material terhadap kebakaran hutan dan lahan gambut ataupun kabut asap lintas negara. Kencana Agri menyampaikan penilaian itu sebagai posisi perusahaan berdasarkan data dan tinjauan yang dimilikinya pada saat keterbukaan informasi dibuat. Pernyataan tersebut perlu dipahami sebagai keterangan dan penilaian dari perusahaan, bukan sebagai kesimpulan penyelidikan independen atau hasil penetapan pihak berwenang. Penyelidikan, verifikasi lapangan, atau proses resmi lainnya dapat memiliki temuan tersendiri apabila dilakukan. Karena itu, tanggapan Kencana Agri menjelaskan sikap perusahaan, sementara penentuan penyebab kebakaran dan pihak yang bertanggung jawab tetap memerlukan pemeriksaan berbasis bukti oleh lembaga berwenang. Informasi tersebut memberi konteks mengenai klaim perusahaan, tetapi tidak dengan sendirinya menggantikan hasil investigasi atau verifikasi eksternal atas kondisi di lapangan maupun dampak kejadian.
Penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap area yang terdampak kebakaran pada September. Dalam proses tersebut, anak-anak usaha Kencana Agri telah memberikan informasi yang diminta oleh pihak berwenang. Penyelidikan masih berlangsung, dan perusahaan menyatakan akan bekerja sama sepenuhnya dengan otoritas terkait selama proses pemeriksaan. Keterangan ini disampaikan sebagai bagian dari respons perusahaan atas perhatian terhadap kebakaran yang terjadi di wilayah konsesinya di Kalimantan.
Menurut perusahaan, kebakaran tercatat di area konsesi anak-anak usahanya di Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur. Luas area yang terdampak diperkirakan sekitar 62 hektare. Angka tersebut setara dengan kurang dari 0,09% dari total area tertanam perusahaan, yang mencapai sekitar 67.862 hektare. Kencana Agri juga menyampaikan penilaian internal awal bahwa api tampaknya merambat dari area sekitar, bukan berasal dari kegiatan operasional grup. Penilaian tersebut merupakan temuan awal perusahaan, sementara penyelidikan oleh otoritas masih berjalan.
Untuk menangani kejadian, tim anak usaha melakukan upaya pemadaman bersama otoritas dan masyarakat setempat. Perusahaan menyebut bahwa drone dan menara pemantauan digunakan untuk membantu menemukan titik api serta mengarahkan petugas ke lokasi yang memerlukan penanganan. Perangkat pemantauan tersebut mendukung pengamatan kondisi lapangan, sedangkan koordinasi antarpihak membantu pelaksanaan respons di area terdampak. Kencana Agri menyatakan insiden telah terkendali. Meski demikian, pemantauan kondisi area dan langkah pencegahan tetap dilakukan, termasuk untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru. Perusahaan juga menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait sejalan dengan proses pemeriksaan yang masih berlangsung. Informasi mengenai luas dampak, asal api, dan status penanganan tersebut merujuk pada keterangan perusahaan, sementara hasil penyelidikan resmi belum disampaikan sebagai kesimpulan akhir.
Kencana Agri menyatakan bahwa kebijakan tanpa pembakaran atau zero burning diterapkan secara ketat di seluruh kegiatan perkebunannya di Indonesia. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mencegah kebakaran, mengurangi risiko kerusakan lingkungan, dan menjaga keselamatan masyarakat maupun pekerja. Perusahaan juga menyampaikan bahwa pencegahan kebakaran tidak hanya bergantung pada larangan penggunaan api, tetapi didukung oleh protokol yang mencakup pencegahan, deteksi dini, serta penanganan keadaan darurat.
Dalam menjalankan protokol itu, perusahaan mengandalkan pemantauan kondisi di area operasional dan kesiapan untuk merespons apabila terindikasi muncul titik api atau keadaan yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran. Langkah deteksi dan penanganan darurat menjadi bagian dari prosedur yang diberlakukan di seluruh perkebunan. Kencana Agri menyebut pendekatan tersebut diterapkan pada operasional perusahaan di Indonesia, termasuk perkebunan dan pabrik pengolahan yang berada di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Dengan cakupan kegiatan lintas wilayah itu, konsistensi pelaksanaan prosedur menjadi penting untuk mengelola risiko pada setiap area operasi.
Perusahaan turut menjelaskan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima penyelidikan, tuduhan, pemberitahuan, maupun permintaan informasi lain terkait kebakaran yang menjadi sorotan. Keterangan tersebut disampaikan sebagai posisi perusahaan mengenai perkembangan yang diketahui sejauh ini. Pernyataan itu tidak mengubah komitmen untuk terus menjalankan langkah pencegahan dan mengikuti perkembangan informasi yang relevan. Kencana Agri menyatakan akan bekerja sama sesuai kebutuhan apabila terdapat proses atau permintaan resmi dari pihak berwenang.
Dewan direksi akan mencermati perkembangan penyelidikan atas kebakaran tersebut seiring dengan munculnya informasi baru. Pada saat yang sama, grup meningkatkan upaya pencegahan dan pemantauan di area operasional. Langkah ini ditujukan untuk mengelola dan menilai potensi dampak kondisi musim kemarau saat ini terhadap kegiatan perusahaan serta risiko kebakaran.
Baca juga: Penggeledahan di Bekasi: Kasus Korupsi KSO Menjadi Sorotan | Hari Kedua Pemulihan Pasca Kebakaran, Satgas Yonif 2 Marinir Bersama Warga Bersihkan Puing dan Pasang Pagar Pengaman | Kebakaran Hebat di TPA Galuga: Fakta dan Penjelasan Resmi






