Jakarta – Dalam rangka meningkatkan kesiapan dan profesionalisme prajurit, Komandan Batalyon Infanteri 2 Marinir (Danyonif 2 Marinir) Letkol Marinir Helilintar Setiojoyo Laksono, S.E.., melaksanakan uji ketahanan perlengkapan tempur serta uji daya tembus senjata organik, yang digelar di daerah latihan Pusdiklat Passus Batujajar, Jawa Barat. Selasa (17/03/2026)
Kegiatan tersebut meliputi pengujian ketahanan Helm Tempur dan Body Protector guna memastikan efektivitas perlindungan terhadap prajurit di medan penugasan. Selain itu, dilaksanakan pula uji tembak terhadap berbagai media sasaran sebagai simulasi kondisi nyata di lapangan.
Adapun sasaran yang digunakan dalam uji coba tersebut antara lain ember berisi pasir, karung berisi tanah, karung berisi pasir, serta kayu dengan ketebalan 20 cm yang dianalogikan sebagai material pillbox tempat pertahanan.
Pengujian dilakukan dengan menggunakan senjata organik jenis pistol Caracal serta senjata sniper, guna mengetahui kemampuan daya tembus dan akurasi dalam berbagai kondisi sasaran. Dari hasil uji coba tersebut, terlihat perbedaan signifikan daya henti dan daya tembus pada masing-masing jenis senjata terhadap berbagai media yang diuji.
Danyonif 2 Marinir menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya satuan untuk menguji secara langsung kualitas perlengkapan tempur sekaligus meningkatkan pemahaman prajurit terhadap karakteristik senjata yang digunakan.
“Melalui kegiatan ini, prajurit diharapkan lebih memahami kemampuan perlindungan perlengkapan tempur yang digunakan serta mengetahui efektivitas senjata dalam menghadapi berbagai jenis perlindungan musuh di medan operasi,” tegasnya.
Kegiatan ini berjalan dengan aman dan lancar, serta tetap mengutamakan faktor keselamatan personel sesuai dengan prosedur yang berlaku. Dengan adanya uji coba ini, diharapkan prajurit Yonif 2 Marinir semakin siap dalam menghadapi berbagai tantangan tugas di masa mendatang.
(Tim/Red)













