JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 18 September 2026, Pada tanggal 24 September, sebuah momen bersejarah akan tercipta dalam sejarah Angkatan Laut Republik Indonesia dengan bergantinya nama kapal induk dari ITS Giuseppe Garibaldi menjadi KRI Sriwijaya. Perubahan ini tidak hanya sekadar pergantian nama, tetapi juga merupakan simbol dari kolaborasi dan kemitraan yang lebih mendalam Indonesia dan Italia. Kapal induk yang dikenal sebagai Giuseppe Garibaldi sebelumnya telah menjadi bagian dari armada Angkatan Laut Italia, dan dengan serah terima resmi yang akan dilakukan, kini ia akan melayani kepentingan nasional Indonesia.
Nama "Sriwijaya" diambil dari salah satu kerajaan maritim terbesar di Asia Tenggara yang pernah berjaya pada abad ke-7 hingga ke-13. Kerajaan ini dikenal akan kekuatannya dalam perdagangan dan pelayaran, sehingga penamaan kapal induk ini memiliki makna yang mendalam. KRI Sriwijaya diharapkan dapat melanjutkan tradisi maritim yang gigih serta memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan laut yang berpengaruh di kawasan. Proses perubahan nama ini juga melibatkan penghapusan tanda-tanda asal-usul Italia dan penggantian dengan lambang-lambang yang mencerminkan identitas Indonesia.
Konversi nama kapal induk tidak hanya mencerminkan pergeseran dalam kepemilikan, tetapi juga sekaligus menjadi tanda kebanggaan sekaligus tantangan bagi Angkatan Laut Indonesia. KRI Sriwijaya akan menjadi bagian dari modernisasi armada, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan operasional dan pertahanan maritim negara. Dengan status baru ini, diharapkan kapal induk tidak hanya dapat menjalankan misi pertahanan, tetapi juga berfungsi dalam berbagai peran kemanusiaan serta pengamanan rute laut strategis di wilayah Indonesia dan sekitarnya.
Pada hari yang ditunggu-tunggu, serah terima kapal induk Giuseppe Garibaldi akan berlangsung di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Acara ini tidak hanya merupakan momen penting bagi angkatan laut Indonesia, tetapi juga bagi negara secara keseluruhan. Kehadiran pejabat tinggi TNI, yang terdiri dari berbagai perwira jenderal dan tokoh penting lainnya, mencerminkan betapa signifikan dan strategisnya kapal ini untuk kekuatan angkatan laut kita.
Serah terima ini akan diisi dengan berbagai prosesi resmi yang menunjukkan penghargaan dan simbolisasi transisi kepemilikan kapal. Selama acara, ada kemungkinan akan disertakan sambutan dari para pejabat tinggi yang akan berbicara tentang nilai strategis dan keunggulan kapal induk dalam mendukung misi pertahanan negara. Kehadiran mereka juga menjelaskan komitmen TNI AL dalam memperkuat armada laut demi menjaga kedaulatan wilayah perairan Indonesia.
Proses serah terima ini akan dipandu dengan protokol ketat. Kapal induk Giuseppe Garibaldi, yang telah melalui sejumlah pemeliharaan dan pembaruan, kini menjadi bagian dari armada KRI Sriwijaya. Selain simbol kebanggaan, kapal ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan operasional TNI AL di berbagai misi, baik itu latihan militari maupun operasi kemanusiaan di daerah terpencil. Dengan adanya kapal ini, kekuatan armada Indonesia diharapkan dapat berkontribusi lebih dalam menjaga keamanan di wilayah laut yang begitu luas dan strategis.
Dengan demikian, serah terima ini bukan sekedar formalitas, tetapi juga merupakan langkah konkret dalam mewujudkan visi TNI AL yang modern dan efektif. Pelabuhan Tanjung Priok, yang menjadi saksi bersejarah, akan terukir dalam ingatan sebagai tempat dimulainya babak baru dalam sejarah maritim Indonesia.
Setelah kedatangan kapal induk KRI Sriwijaya di Jakarta, terdapat serangkaian langkah penting yang akan dilaksanakan sebelum kapal ini dapat beroperasi secara resmi. Proses ini akan melibatkan tiga tahap utama: pembenahan fisik, perbaikan mesin, dan persiapan operasional. Setiap tahap memiliki tujuan yang jelas untuk memastikan kapal induk ini siap untuk memenuhi kebutuhan TNI AL.
Pembenahan fisik mencakup perawatan dan renovasi bagian luar dan dalam kapal. Ini bisa termasuk pengecatan ulang, pemeriksaan struktur, serta pemeliharaan area dek untuk memastikan keandalan dan keamanan. Penekanan akan diberikan pada pembaruan sistem navigasi dan komunikasi yang diperlukan untuk mendukung operasi yang canggih dan efisien.
Selain itu, perbaikan mesin adalah hal yang krusial. Mesin kapal induk harus diperiksa secara menyeluruh, dengan fokus pada sistem propulsi dan generator. Keandalan mesin sangat penting, mengingat kapal ini akan beroperasi dalam berbagai kondisi cuaca dan situasi taktis. Dengan melakukan perbaikan mesin secara menyeluruh, akan meningkatkan daya tahan KRI Sriwijaya untuk melaksanakan misi jangka panjang.
Persiapan operasional juga mencakup pengujian sistem dan pelatihan awak kapal. Melibatkan personel dalam pelatihan yang komprehensif sangat penting untuk memastikan bahwa mereka familiar dengan setiap aspek kapal, terutama sistem senjata dan modus operandi yang akan digunakan. Semua ini bertujuan untuk mengoptimalkan kapal induk dalam konteks operasi militer selain perang, seperti pencarian dan pertolongan, serta penegakan hukum di laut.
Dengan menyelesaikan tahapan ini, TNI AL akan memastikan bahwa KRI Sriwijaya tidak hanya berfungsi sebagai simbol kekuatan angkatan laut, tetapi juga sebagai asset strategis yang dapat diandalkan dalam berbagai misi kemanusiaan dan keamanan maritim.
Perjalanan kapal induk Giuseppe Garibaldi menuju Indonesia merupakan suatu rangkaian tahapan yang penuh makna dan tantangan. Kapal ini diberangkatkan dari pelabuhan asalnya di Italia dan mulai melintasi laut internasional menuju tujuan akhirnya, yaitu Indonesia, yang dikhususkan untuk memperkuat armada Angkatan Laut Republik Indonesia (TNI AL). Rute yang dilalui tidak hanya sekadar angka di peta, tetapi juga mencerminkan interaksi antar negara yang berlangsung sepanjang perjalanan.
Dalam perjalanan yang memakan waktu selama 25 hari ini, kapal induk Giuseppe Garibaldi singgah di beberapa negara, salah satunya adalah Sri Lanka. Di setiap pelabuhan singgah, kapal tidak hanya melibatkan proses logistik, tetapi juga kultur. Protokol diplomatik dilakukan untuk meningkatkan hubungan bilateral, di mana Angkatan Laut Italia memberikan pengawalan yang ketat. Hal ini dilakukan untuk menjamin keamanan serta menjaga agar kapal tetap dalam kondisi baik selama berlayar jauh.
Pengawalan oleh Angkatan Laut Italia juga menambah rasa percaya diri bagi awak kapal dalam menghadapi tantangan laut yang mungkin terjadi. Kapal tersebut dilengkapi dengan teknologi modern yang memungkinkan navigasi yang tepat dan komunikasi yang efektif selama perjalanan. Dengan kehadiran awak terlatih, serta dukungan logistik dari Angkatan Laut Italia, perjalanan ini berjalan dengan lancar meskipun segala kemungkinan telah diantisipasi sebelumnya.
Seiring kapal mendekati Indonesia, harapan akan berkontribusi terhadap keamanan maritim negara pesisir ini semakin besar. Setelah menempuh perjalanan panjang, Giuseppe Garibaldi diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal sebagai KRI Sriwijaya, sebuah langkah signifikan dalam meningkatkan kemampuan pertahanan laut Indonesia.
