Lombok, Nusa Tenggara Barat — Marc Marquez menatap MotoGP Mandalika Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 dengan persiapan yang belum sepenuhnya ideal. Pembalap tersebut masih berusaha memulihkan bahu kanannya, yang mengalami cedera serius dan belum kembali ke kondisi terbaik. Di tengah persiapan menuju balapan di Sirkuit Mandalika, Marquez mengandalkan latihan fisik, termasuk push-up, untuk membantu menguatkan area bahu dan menjaga kesiapan tubuhnya.
Masalah itu bermula dari kecelakaan pada MotoGP Indonesia tahun lalu. Dalam insiden tersebut, Marquez mengalami fraktur rumit pada bahu kanan hanya beberapa hari setelah mengunci gelar juara dunia ketujuh. Cedera itu tidak sekadar membatasi pergerakan, tetapi juga menuntut proses pemulihan panjang karena melibatkan struktur penting di sekitar bahu. Kondisi tersebut membuat persiapannya menuju musim berikutnya berlangsung lebih hati-hati dibandingkan biasanya.
Dampak cedera kemudian turut terasa pada awal musim 2026. Marquez mengalami gangguan saraf yang ketika itu belum terdiagnosis, sehingga persoalan pada bahu kanan memengaruhi kekuatan, kontrol, dan kenyamanannya saat mengendarai motor. Gangguan tersebut membuat proses pemulihan menjadi lebih kompleks, sekaligus menjelaskan mengapa performanya belum langsung mencapai tingkat yang diharapkan. Menjelang balapan kandang bagi seri Indonesia, ia perlu membangun kembali kekuatan secara bertahap tanpa mengambil risiko berlebihan. Latihan sederhana seperti push-up menjadi salah satu bagian dari upaya menjaga fungsi bahu, meskipun pemulihan penuh tetap memerlukan pemantauan medis dan program kebugaran yang terukur.
Pada Mei 2026, Marc Marquez menjalani operasi lanjutan untuk menangani saraf radial yang tertekan oleh material logam dari operasi-operasi sebelumnya. Tindakan tersebut menjadi bagian terbaru dari rangkaian penanganan cedera yang telah membayangi perjalanan karier pembalap asal Spanyol itu, terutama pada bahu kanannya.
Bahu kanan Marquez telah berulang kali mengalami masalah dan tercatat menjalani tujuh operasi. Salah satu peristiwa paling serius terjadi setelah kecelakaan pada GP Spanyol 2020, ketika ia mengalami patah tulang humerus parah. Cedera tersebut memerlukan penanganan berulang dan menjadi salah satu fase paling berat dalam kariernya di MotoGP.
Riwayat panjang itu juga kerap dibahas bersamaan dengan gaya balap Marquez yang agresif. Cara ia mengendalikan motor, termasuk ketika berada dalam situasi batas, sering dikaitkan dengan daftar cedera yang terus bertambah sepanjang kariernya. Namun, catatan cederanya tidak hanya berkaitan dengan bahu kanan.
Marquez juga pernah mengalami dislokasi bahu kiri. Selain itu, ia sempat menghadapi cedera pada jari selama berkompetisi di MotoGP. Berbagai masalah tersebut menunjukkan bahwa pengalaman Marquez menghadapi cedera mencakup beberapa bagian tubuh dan berlangsung dalam periode karier yang panjang.
Operasi pada Mei 2026 menambah episode baru dalam perjalanan pemulihannya. Masalah saraf radial yang tertekan oleh material logam dari operasi terdahulu menjadi fokus tindakan tersebut, tanpa menghapus konteks bahwa bahu kanan Marquez telah melalui beberapa prosedur sebelumnya. Menjelang agenda di Mandalika, perhatian pun tertuju pada upayanya menjaga kondisi fisik, termasuk latihan push-up yang diandalkan untuk membantu mengatasi masalah pada bahu.
Marc Marquez harus menyiapkan ritual pemanasan khusus sebelum menghadapi balapan, termasuk saat bersiap menuju MotoGP Mandalika 2026. Persiapan tersebut diperlukan karena bahu kanannya masih mengalami sedikit masalah. Kondisi itu membuatnya tidak dapat langsung mengandalkan rutinitas biasa, sehingga tubuh perlu dipersiapkan dengan sangat baik sebelum menjalani persaingan di lintasan.
Perhatian terhadap kondisi fisik tersebut semakin penting karena Marquez sedang terlibat dalam perebutan gelar juara. Jarak poinnya dengan pemuncak klasemen juga sangat tipis. Karena itu, setiap detail persiapan menjadi pertimbangan, termasuk cara menjaga kesiapan tubuh menjelang lampu start padam. Ia perlu memastikan tubuh berada dalam kondisi yang mendukung tuntutan balapan sejak lap pertama.
Marquez menjelaskan bahwa pemanasan yang dilakukan sekitar 30 menit sebelum balapan memiliki satu pertimbangan. Dalam jeda tersebut, tubuh berpotensi kembali mendingin sebelum perlombaan benar-benar dimulai. Situasi itu membuat pemanasan pada waktu yang terlalu jauh dari start tidak selalu menjadi pilihan paling sesuai untuk kebutuhannya.
Atas dasar pertimbangan tersebut, ia menerapkan cara yang lebih dekat dengan waktu dimulainya balapan. Metode itu telah dicoba dan berhasil diterapkan ketika Marquez tampil di Motegi. Beberapa kali push-up dilakukan sekitar lima menit sebelum balapan dimulai. Waktu pelaksanaan yang singkat tersebut menjadi bagian dari penyesuaian rutinitasnya di area persiapan.
Ritual push-up itu kini menjadi salah satu langkah yang diandalkan Marquez untuk mempersiapkan tubuh sebelum balapan. Penerapannya menunjukkan bahwa ia terus menyesuaikan prosedur pemanasan dengan kondisi bahu kanan dan kebutuhan kompetitifnya. Menjelang Mandalika, persiapan tersebut menjadi bagian penting dari upayanya menjaga kesiapan saat persaingan gelar berlangsung ketat.
Sepanjang musim MotoGP 2026, Marc Marquez tetap menunjukkan performa kompetitif meski harus beradaptasi dengan kendala fisik yang mengganggu kondisi bahunya. Situasi tersebut tidak menghapus daya saingnya dalam perebutan posisi terdepan, terutama ketika ia mampu menjaga konsistensi dan memaksimalkan peluang pada setiap akhir pekan balap. Ketahanan itu terlihat jelas di MotoGP Jepang, saat pembalap tersebut menyapu kemenangan dalam sprint race dan balapan utama. Hasil ganda itu menjadi penegasan bahwa Marquez masih memiliki modal penting untuk bersaing di tengah tekanan fisik dan ketatnya persaingan klasemen.
Dua kemenangan di Jepang turut memangkas jarak Marquez dengan Jorge Martin di puncak klasemen menjadi hanya dua poin. Perolehan tersebut membuat persaingan gelar juara dunia 2026 semakin terbuka, sekaligus meningkatkan arti penting setiap sesi pada seri berikutnya. Marquez kini membawa momentum positif dari Jepang, tetapi tetap harus mengelola kondisi bahunya secara cermat agar dapat mempertahankan kecepatan dan konsistensi. Kendala fisik yang masih menjadi perhatian menjadikan persiapannya menuju seri berikutnya tidak hanya berkaitan dengan strategi balap, melainkan juga kesiapan tubuh menghadapi tuntutan lintasan.
Agenda selanjutnya adalah MotoGP Mandalika Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, yang dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Berdasarkan posisi Marquez di klasemen dan selisihnya yang kini sangat tipis dari Martin, GP Indonesia menjadi ajang krusial dalam perburuan gelar juara dunia 2026. Seri Mandalika akan memberikan kesempatan bagi Marquez untuk melanjutkan momentum dari Jepang sekaligus menguji daya tahannya setelah menghadapi masalah bahu. Namun, hasil maupun arah akhir perebutan gelar masih belum ditentukan sebelum rangkaian balapan berlangsung.






