7 Oktober, Letjen TNI Iwan Setiawan ditunjuk menjadi Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) yang baru. Penunjukan tersebut menempatkan Iwan Setiawan pada salah satu jabatan strategis di lingkungan Angkatan Darat, setelah sebelumnya mengemban tugas sebagai Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Danpussenif).
Dengan penetapan ini, Iwan Setiawan dipercaya memimpin Kostrad, satuan yang menjadi bagian penting dalam struktur Angkatan Darat. Jabatan Pangkostrad kini berada di bawah kepemimpinan perwira tinggi yang sebelumnya bertugas memimpin Pussenif. Perubahan penugasan tersebut menjadi inti dari keputusan yang diumumkan pada 7 Oktober.
Nama Iwan Setiawan tercantum dalam keputusan penunjukan sebagai pejabat baru yang memimpin Komando Strategis Angkatan Darat. Sebelum dipercaya sebagai Pangkostrad, ia menjabat sebagai Danpussenif dengan pangkat Letjen TNI. Rekam penugasan itu menjadi bagian dari informasi utama dalam pengumuman mengenai kepemimpinan baru Kostrad.
Penunjukan Letjen TNI Iwan Setiawan sebagai Pangkostrad juga menandai peralihan tanggung jawab dari jabatan sebelumnya di Pusat Kesenjataan Infanteri menuju kepemimpinan Komando Strategis Angkatan Darat. Dalam kapasitas barunya, ia disebut sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat yang baru.
Informasi mengenai penunjukan ini berfokus pada perubahan jabatan Iwan Setiawan, dari Danpussenif menjadi Pangkostrad. Dengan demikian, Letjen TNI Iwan Setiawan kini dipercaya memimpin Kostrad, sementara jabatan sebelumnya tercatat sebagai bagian dari rekam tugas yang mendahului penetapannya sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat.
Keputusan pada 7 Oktober tersebut menetapkan Iwan Setiawan sebagai pemimpin baru Kostrad. Penyebutan jabatan Danpussenif dan Pangkostrad memperlihatkan posisi yang diemban sebelum dan sesudah penunjukan. Berita ini menempatkan penetapan Letjen TNI Iwan Setiawan sebagai pokok utama, tanpa menguraikan alasan penunjukan maupun waktu pelantikan.
Penunjukan Iwan Setiawan untuk memimpin Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) dikonfirmasi oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Konfirmasi tersebut disampaikan Maruli ketika tiba di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada 7 Oktober. Keterangan itu menjadi penegasan bahwa Iwan dipercaya mengemban jabatan strategis di lingkungan TNI Angkatan Darat.
Maruli menjelaskan bahwa surat terkait penunjukan tersebut baru diterimanya sehari sebelum ia memberikan konfirmasi. Pernyataan itu disampaikan secara langsung saat ditanya mengenai kabar pergantian kepemimpinan di Kostrad. Dengan demikian, informasi mengenai penunjukan Iwan merujuk pada surat yang telah diterima oleh KSAD sehari sebelumnya, bukan pada dokumen yang diterima jauh sebelum waktu konfirmasi.
Dalam kesempatan yang sama, Maruli menyebut surat mengenai penunjukan Iwan hadir bersamaan dengan surat terkait Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) yang baru. Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa kedua surat itu diterima pada waktu yang sama, sementara surat tentang penunjukan di Kostrad baru diterima sehari sebelum konfirmasi di Istana Kepresidenan. Maruli tidak memberikan keterangan lain di luar penjelasan mengenai penerimaan kedua surat tersebut.
Konfirmasi dari KSAD menjadi dasar informasi mengenai penunjukan Iwan Setiawan sebagai pemimpin Kostrad. Keterangan itu disampaikan dalam agenda kedatangan Maruli di Istana Kepresidenan Jakarta pada 7 Oktober, dengan merujuk pada surat yang diterimanya sehari sebelumnya. Pada saat yang sama, ia juga menyampaikan bahwa surat terkait Pangdam baru diterima bersamaan dengan surat penunjukan tersebut.
Sebelum dipercaya memimpin Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad), Iwan Setiawan tercatat menjabat sebagai Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri TNI Angkatan Darat atau Danpussenif. Jabatan tersebut menjadi posisi terakhir yang diembannya sebelum penunjukan sebagai Panglima Kostrad. Dengan demikian, perpindahan itu menandai kelanjutan dari perjalanan karier Iwan di lingkungan TNI Angkatan Darat.
Iwan Setiawan mulai menduduki jabatan Danpussenif sejak 2025. Informasi tersebut menempatkan masa jabatannya di Pusat Kesenjataan Infanteri sebagai bagian penting dalam rekam penugasan strategisnya sebelum beralih ke posisi Pangkostrad. Urutan ini memperlihatkan bahwa penunjukan Iwan sebagai pemimpin Kostrad mengikuti pengalaman yang telah dijalani dalam jabatan sebelumnya.
Jabatan Danpussenif menjadi titik penghubung penugasan Iwan di lingkungan TNI Angkatan Darat dan kepercayaan baru yang diberikan kepadanya untuk memimpin Kostrad. Karena itu, posisi tersebut tidak berdiri terpisah dari perkembangan kariernya, melainkan menjadi bagian dari rangkaian jabatan yang mendahului penunjukan sebagai Pangkostrad.
Catatan mengenai Iwan sebagai Danpussenif sejak 2025 juga membantu memperjelas kronologi sebelum pergantian posisi tersebut. Sebelumnya ia menjalankan jabatan di Pusat Kesenjataan Infanteri, kemudian dipercaya menempati posisi Pangkostrad. Rangkaian itu menunjukkan kesinambungan karier secara administratif dan struktural, tanpa perlu menambahkan rincian lain di luar informasi mengenai jabatan serta waktu pengangkatannya.
Dengan demikian, Danpussenif merupakan jabatan yang melekat pada rekam karier Iwan Setiawan sebelum ia ditunjuk memimpin Kostrad. Sejak 2025, ia berada pada posisi tersebut hingga kemudian memperoleh kepercayaan baru sebagai Pangkostrad. Kronologi singkat ini menempatkan jabatan Danpussenif sebagai latar langsung dari penunjukan Iwan pada posisi berikutnya di lingkungan TNI Angkatan Darat.
Rekam jabatan strategis Iwan Setiawan di lingkungan TNI Angkatan Darat menunjukkan pengalaman dalam sejumlah posisi penting. Sebelum dipercaya memimpin Kostrad, Iwan Setiawan tercatat pernah menjabat sebagai Danpussenif. Jabatan tersebut menempatkannya dalam lingkup pembinaan dan pengembangan kecabangan infanteri di lingkungan TNI Angkatan Darat. Informasi mengenai penugasan ini menjadi bagian penting dari riwayat kedinasannya sebelum ia memperoleh amanah untuk memimpin Kostrad.
Sebelum menjadi Danpussenif, Iwan Setiawan pernah menjabat sebagai Pangdam XII/Tanjungpura. Dalam jabatan tersebut, ia tercatat memimpin Kodam XII/Tanjungpura. Posisi Pangdam merupakan salah satu jabatan strategis dalam struktur TNI Angkatan Darat, sehingga penugasan ini menjadi bagian dari rangkaian jabatan yang pernah diemban Iwan Setiawan. Urutan tersebut memperlihatkan bahwa jabatan Pangdam XII/Tanjungpura berada sebelum penugasannya sebagai Danpussenif.
Sebelum menduduki posisi Pangdam XII/Tanjungpura, Iwan Setiawan juga pernah dipercaya sebagai Danjen Kopassus. Danjen Kopassus merupakan pimpinan tertinggi di satuan baret merah. Jabatan ini tercatat sebagai salah satu posisi strategis yang pernah diembannya dalam lingkungan TNI Angkatan Darat. Dengan demikian, urutan jabatan Iwan Setiawan dapat dirangkum dari yang lebih baru ke yang sebelumnya, yaitu sebagai Danpussenif, kemudian Pangdam XII/Tanjungpura, dan sebelumnya lagi sebagai Danjen Kopassus. Rangkaian penugasan tersebut menjadi catatan utama dalam riwayat jabatan strategisnya di lingkungan TNI Angkatan Darat.






