Banjarmasin | Banjarmasin – Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggandeng Bank Pembangunan Daerah (BPD) atau Bank Kalsel untuk mengintegrasikan antarmoda transportasi umum hingga kabupaten/kota dengan tarif "papadaan" sebesar Rp5.000. Penumpang cukup membayar Rp5.000 menggunakan metode pembayaran nontunai, seperti kartu prabayar nirsentuh (tap), QRIS, atau dompet digital," ujarnya.
Keterangan yang tercatat menyebut Salah satunya melalui dukungan terhadap layanan Trans Banjarbakula ini, yang secara langsung mendorong percepatan ekosistem digital di masyarakat," ujar Izhar.
Data lain dalam laporan menunjukkan Menurut dia, dengan satu kali bayar, pengguna dapat berganti moda transportasi publik tersebut hingga tiga kali dalam rentang waktu 90 menit. Dishub Bali uji coba 11 bus listrik Trans Sarbagita Oktober 2026 Fitri Hernadi menjelaskan, kolaborasi ini merupakan bagian dari proyek perubahan untuk mewujudkan transportasi modern yang terintegrasi.
Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Fitri Hernadi di Banjarmasin, Minggu, menjelaskan, tarif papadaan (bahasa banjar) itu artinya tarif "sesama kita" yang merupakan inovasi layanan integrasi angkutan Trans Banjarbakula, Trans Banjarmasin dan Trans Banjarbaru. Melalui aplikasi Aksel, proyek perubahan implementasi tarif papadaan ini difasilitasi Bank Kalsel. Kita berharap ini tidak hanya terkait dengan layanan angkutan perkotaan, tetapi juga mendorong digitalisasi keuangan, peningkatan pendapatan daerah, dan creative financing yang bisa dikerjasamakan Bank Kalsel, Dinas Perhubungan, serta kolaborasi antar pemerintah daerah," jelasnya. Dalam ekosistem integrasi tarif ini, lanjut dia, sistem perbankan dari Bank Kalsel bekerja dibalik layar untuk memastikan kelancaran transaksi antar ketiga moda transportasi perkotaan tersebut. Fitri juga mengungkapkan rencana pengembangan layanan ini ke depannya.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalsel, M. Trans Semarang berencana perluas armada bus listrik ke koridor lain Sementara itu, Direktur Bisnis Bank Kalsel Izhar menegaskan komitmen pihaknya untuk selalu mendukung penuh program-program Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Bahkan ke depan, untuk tarif berlangganan, pembelian hanya akan tersedia di Aksel dengan harga yang lebih murah dan mudah melalui aplikasi," tambahnya. Sesuai dengan komitmen kita bersama Bank Indonesia, Bank Kalsel akan selalu mendukung digitalisasi di Kalimantan Selatan. Kehadiran tarif papadaan diharapkan semakin memanjakan masyarakat dengan kenyamanan transportasi publik yang modern dan terjangkau, sekaligus menjadi solusi efektif untuk mengurangi ketergantungan mobilitas pada kendaraan pribadi. Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita .
Baca juga: Optimalisasi Rute Trans Banyumas untuk Meningkatkan Layanan Transportasi







