Bambang Soesatyo Siapkan Buku “Dari Senayan ke Ruang Kuliah”, Rekam Transformasi dari Politik ke Akademik

Bambang Soesatyo Siapkan Buku “Dari Senayan ke Ruang Kuliah”, Rekam Transformasi dari Politik ke Akademik

1 September 2026 — Bambang Soesatyo kembali memperkenalkan karya yang merekam perjalanan panjangnya dari dunia jurnalistik, bisnis, politik, hingga pendidikan. Buku terbaru tersebut diberi judul Dari Senayan ke Ruang Kuliah: Jejak Kepemimpinan dan Pemikiran dan dijadwalkan segera terbit. Buku ini menjadi catatan baru setelah sebelumnya Bambang menerbitkan Dari Wartawan ke Senayan pada 2018.

Berbeda dari buku sebelumnya yang mengisahkan perjalanan Bambang dari profesi wartawan menuju dunia politik dan parlemen, karya terbaru ini mengambil sudut pandang berbeda. Ceritanya berfokus pada fase setelah kiprahnya di Senayan, ketika pengalaman panjang di DPR dan MPR kemudian berlanjut ke lingkungan perguruan tinggi sebagai doktor, dosen, sekaligus pengelola institusi pendidikan.

Buku tersebut ditulis oleh J. Osdar, wartawan senior yang telah lama mengikuti dinamika jurnalistik, pemerintahan, politik, parlemen, dan kebijakan publik. Latar belakang tersebut membuat perjalanan Bambang tidak hanya ditempatkan sebagai kisah personal, tetapi juga dibaca melalui perspektif seorang jurnalis yang terbiasa mengamati perubahan politik serta berbagai keputusan yang berdampak terhadap masyarakat.

Bambang menempatkan pengalaman politik dan dunia pendidikan sebagai dua ruang yang dapat berjalan beriringan. Menurutnya, keterlibatan dalam parlemen memberikan pengalaman langsung mengenai pertemuan antara gagasan, regulasi, kepentingan publik, dan realitas di lapangan. Pengalaman tersebut kemudian menjadi bekal ketika dirinya memasuki lingkungan akademik yang menuntut proses membaca, meneliti, berdiskusi, dan mengembangkan gagasan secara lebih mendalam.

Karena itu, Dari Senayan ke Ruang Kuliah tidak sekadar diarahkan sebagai buku biografi. Karya tersebut membawa tema mengenai perubahan peran dan cara seseorang memaknai pengalaman setelah melewati berbagai fase kehidupan. Perjalanan dari ruang redaksi, dunia usaha, parlemen, hingga kampus menjadi rangkaian yang memperlihatkan bagaimana pengalaman profesional dapat berkembang menjadi bahan refleksi dan pemikiran.

Bambang berharap buku yang segera diterbitkan itu dapat dibaca oleh berbagai kalangan, terutama mahasiswa, akademisi, praktisi, legislator, serta generasi muda. Pengalaman yang dituangkan di dalamnya diharapkan tidak berhenti sebagai catatan perjalanan pribadi, tetapi juga dapat menjadi bahan pembelajaran mengenai kepemimpinan, kebijakan publik, pendidikan, dan proses membangun pemikiran dari pengalaman nyata.

Melalui buku ini, Bambang ingin menegaskan bahwa berakhirnya sebuah fase politik bukan berarti berakhir pula proses belajar dan berkarya. Perpindahan dari Senayan menuju ruang kuliah justru membuka ruang baru untuk mentransformasikan pengalaman menjadi pengetahuan dan pembelajaran. Dari Senayan ke Ruang Kuliah pun hadir sebagai kelanjutan perjalanan dari Dari Wartawan ke Senayan—sebuah refleksi tentang bagaimana pengalaman hidup dapat terus berkembang menjadi pemikiran yang memberi manfaat bagi generasi berikutnya.

Pewarta: Abdul Latif