Bisnis  

Saham RANS Turun ke Rp117, Jauh di Bawah Harga IPO

Saham RANS Turun ke Rp117, Jauh di Bawah Harga IPO

Jakarta | Saham PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS), emiten yang dimiliki Raffi Ahmad, ditutup pada harga Rp117 per saham dalam perdagangan Rabu (28/10/2026). Posisi penutupan tersebut mencerminkan pelemahan dibandingkan harga pada perdagangan sebelumnya. Berdasarkan data yang tersedia, saham RANS turun Rp7 atau setara 5,65% dalam sehari. Dengan demikian, harga penutupan berada di bawah level yang dicapai sebelum penurunan harian tersebut. Pergerakan ini menempatkan RANS pada Rp117 per saham pada akhir sesi perdagangan yang dimaksud, sementara perbandingan dengan harga penawaran perdana menunjukkan jarak yang cukup besar.

Harga IPO RANS tercatat sebesar Rp170 per saham. Dibandingkan dengan harga penutupan terbaru Rp117, terdapat selisih nominal Rp53 untuk setiap saham. Perhitungan terhadap harga penawaran perdana itu menunjukkan bahwa harga RANS berada sekitar 31,18% lebih rendah dari level IPO. Angka persentase tersebut menggambarkan perbedaan harga penutupan pada Rabu dan harga saat saham ditawarkan kepada publik, bukan besaran penurunan harian. Sementara itu, penurunan Rp7 atau 5,65% merujuk pada perubahan harga dalam satu sesi perdagangan. Kedua perbandingan tersebut menggunakan titik acuan yang berbeda.

Perbedaan harga IPO dan harga penutupan terbaru dapat dibaca sebagai gambaran posisi saham RANS terhadap harga penawaran perdananya. Pada perdagangan yang disebutkan, satu saham ditutup pada Rp117, sedangkan harga IPO berada di Rp170. Selisih Rp53 setara dengan sekitar 31,18% dari harga IPO. Informasi ini menyajikan perkembangan harga serta perbandingan numeriknya secara terpisah: perubahan harian sebesar Rp7, dan jarak terhadap harga penawaran perdana sebesar Rp53. Data tersebut tidak dengan sendirinya menjelaskan faktor yang melatarbelakangi pergerakan saham. Karena itu, uraian ini terbatas pada harga penutupan, perubahan harian, harga IPO, dan selisih di kedua level tersebut.

Pergerakan saham RANS memperlihatkan perubahan tajam hari pertama pencatatan dan posisi harganya saat ini. Ketika resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada Jumat (10/7/2026), saham tersebut dibuka pada Rp228 per saham. Angka itu berada jauh di atas harga penawaran umum perdana atau IPO sebesar Rp170. Selisih Rp58 tersebut setara dengan kenaikan 34,12% dari harga IPO, sehingga perdagangan perdana langsung menunjukkan respons yang kuat dari pasar.

Antusiasme pada awal perdagangan juga tercermin dari pergerakan saham yang menyentuh batas atas pergerakan harga, yakni auto reject atas (ARA). Kondisi tersebut menandai bahwa harga telah mencapai batas kenaikan harian yang berlaku. Dengan pembukaan di Rp228, saham RANS memulai kiprahnya di bursa pada tingkat harga yang lebih tinggi daripada harga yang dibayarkan investor saat penawaran IPO. Lonjakan hari pertama itu menjadi titik pembanding penting untuk melihat perubahan harga setelah saham mulai diperdagangkan secara publik.

Posisi terkini saham RANS tercatat di Rp117, atau Rp111 lebih rendah dibandingkan harga pembukaan perdana sebesar Rp228. Berdasarkan perbandingan kedua harga tersebut, penurunannya mencapai sekitar 48,68%. Dengan kata lain, harga saat ini berada hampir separuh di bawah tingkat pembukaan pada hari pertama pencatatan. Perbandingan ini juga memperlihatkan kontras dengan kenaikan 34,12% yang terjadi saat pembukaan dibanding harga IPO Rp170. Meski saham sempat menyentuh ARA pada perdagangan perdana, harga Rp117 kini berada di bawah harga IPO maupun harga pembukaan perdana. Kronologi tersebut menggambarkan perubahan dari lonjakan awal menuju koreksi harga yang cukup besar. Angka pembukaan, harga IPO, dan posisi terkini memberikan tolok ukur yang jelas untuk membaca skala perubahan tersebut, tanpa mengubah fakta bahwa performa pada satu hari perdagangan berbeda dari posisi harga setelahnya.

Dalam penawaran umum perdana, RANS menerbitkan 2,525 miliar saham baru. Jumlah tersebut setara dengan 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah aksi korporasi. Dari penerbitan saham itu, perseroan menghimpun dana sebesar Rp429,25 miliar. Dana hasil IPO direncanakan untuk mendukung sejumlah kegiatan usaha, pengembangan bisnis, pembayaran kewajiban, dan kebutuhan operasional. Rincian berikut merupakan rencana penggunaan dana yang disampaikan oleh perseroan, bukan gambaran bahwa seluruh alokasi telah direalisasikan.

Alokasi terbesar, yaitu Rp161,5 miliar atau 37,61% dari dana yang dihimpun, direncanakan untuk penyelenggaraan konser. Penggunaan ini menunjukkan bahwa kegiatan hiburan menjadi salah satu prioritas utama dalam rencana pendanaan RANS. Selanjutnya, Rp85 miliar atau 19,80% disiapkan untuk mengakuisisi 51% saham PT Rans Kosmetika Indonesia. Melalui rencana tersebut, perseroan akan mengambil kepemilikan mayoritas pada perusahaan yang bergerak di bidang kosmetik.

Sebesar Rp80 miliar atau 18,64% direncanakan untuk mengembangkan wahana bermain dan belajar Cipungland. Proyek ini menjadi bagian dari upaya memperluas kegiatan usaha RANS ke sektor hiburan dan rekreasi keluarga. Selain itu, Rp35 miliar atau 8,15% akan digunakan untuk investasi pada perusahaan patungan berbasis kecerdasan buatan (AI) bersama PT Feedloop Global Teknologi. Rencana investasi tersebut memperlihatkan adanya alokasi dana untuk pengembangan bisnis berbasis teknologi.

Perseroan juga merencanakan penggunaan Rp29,95 miliar atau 6,98% untuk melunasi sebagian fasilitas kredit investasi. Sementara itu, Rp37,8 miliar atau 8,82% dialokasikan untuk memperkuat modal kerja PT Rans Nikmat Sejahtera. Modal kerja dapat mendukung kebutuhan operasional perusahaan tersebut, sedangkan pembayaran kredit ditujukan untuk memenuhi sebagian kewajiban pembiayaan. Secara keseluruhan, keenam pos penggunaan dana tersebut mencakup seluruh hasil IPO sebesar Rp429,25 miliar. Pelaksanaan masing-masing rencana dapat dipantau melalui keterbukaan informasi perseroan dan laporan penggunaan dana setelah penawaran umum.

Dalam konferensi pers pada Selasa (11/8/2026), sekitar satu bulan setelah penawaran umum perdana saham (IPO), Direktur Utama RANS, Nagita Slavina, menyampaikan perkembangan realisasi dana hasil IPO. Pada saat itu, penggunaan dana yang telah direalisasikan baru mencakup pelunasan utang. Adapun penggunaan dana untuk keperluan lain masih berjalan sesuai dengan rencana yang tercantum dalam prospektus.

Dengan demikian, informasi yang disampaikan perusahaan menggambarkan realisasi pada tahap tersebut, bukan penggunaan seluruh dana IPO. Pelunasan utang menjadi satu-satunya penggunaan yang disebut telah terlaksana, sedangkan rencana lain masih dalam proses. Perkembangan tersebut perlu dibaca sesuai konteks waktu konferensi pers, yakni sekitar sebulan setelah IPO, dan tidak dapat diartikan bahwa seluruh alokasi dana sudah dikeluarkan.

RANS menyatakan pelaksanaan penggunaan dana lainnya tetap mengikuti prospektus. Prospektus menjadi acuan bagi rencana pemanfaatan dana yang disampaikan kepada investor, sementara realisasi untuk masing-masing kebutuhan dapat berlangsung bertahap. Dalam keterangan yang tersedia, tidak disebutkan rincian tambahan mengenai nilai dana yang telah digunakan untuk melunasi utang ataupun jadwal penyelesaian penggunaan dana lainnya.

Pergerakan saham RANS turut menjadi perhatian setelah harganya berada di Rp117, jauh di bawah harga IPO. Di luar harga saham, data pasar yang disebutkan menunjukkan kapitalisasi pasar RANS berada di kisaran Rp1,48 triliun. Rasio harga terhadap laba atau price-to-earnings (P/E) tercatat sebesar 24,17 kali. Angka kapitalisasi pasar dan P/E tersebut memberikan gambaran valuasi saham berdasarkan data yang tersedia, tetapi tidak mengubah keterangan perusahaan bahwa realisasi dana IPO pada saat konferensi pers baru mencakup pelunasan utang dan penggunaan lainnya masih berjalan sesuai prospektus.

269 kunjungan