Jakarta | Penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 memberikan dampak langsung terhadap aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Selama ajang berlangsung, pedagang setempat mencatat peningkatan omzet, terutama mereka yang menjajakan suvenir di area sekitar lintasan. Sejumlah pedagang bahkan membukukan omzet hingga Rp20 juta dari penjualan selama rangkaian balapan.
Sirkuit Mandalika menjadi lokasi seri ke-17 dalam kalender MotoGP musim 2026. Kompetisi tersebut digelar pada 9–11 Oktober 2026, sehingga kawasan di sekitar lintasan menjadi titik berlangsungnya kegiatan perdagangan suvenir. Lapak-lapak UMKM yang berada di area tersebut memanfaatkan momentum penyelenggaraan balapan untuk menawarkan berbagai barang kepada masyarakat yang datang dan beraktivitas di sekitar sirkuit.
Kenaikan transaksi paling terasa pada pedagang suvenir yang berjualan selama ajang berlangsung. Produk yang ditawarkan menjadi bagian dari aktivitas perdagangan lokal yang menyertai penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026. Bagi pelaku UMKM, meningkatnya omzet hingga puluhan juta rupiah menunjukkan bahwa kehadiran agenda olahraga internasional tersebut membuka peluang penjualan secara langsung di kawasan sirkuit. Peristiwa ini juga menempatkan lapak suvenir sebagai salah satu sektor usaha yang menerima manfaat paling nyata dari berlangsungnya seri MotoGP di Mandalika.
Temin, pedagang berusia 40 tahun, memanfaatkan ramainya penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 dengan membuka lapak di depan Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Lokasi tersebut memberinya kesempatan untuk melayani penonton yang melintas sebelum maupun sesudah menyaksikan balapan. Arus pengunjung yang meningkat selama agenda olahraga internasional itu membuat lapaknya lebih ramai dibandingkan hari-hari biasa.
Di lapaknya, Temin menyediakan beragam suvenir bertema MotoGP yang dapat dibawa pulang sebagai kenang-kenangan. Barang yang dijual lain topi, kaus, jersey, tas, serta berbagai pernak-pernik lainnya. Produk-produk tersebut menyasar penonton yang ingin menunjukkan dukungan kepada pembalap atau menyimpan cendera mata dari pengalaman menyaksikan balapan di Mandalika. Variasi barang dan posisi berjualan di jalur yang dilalui penonton turut membantu menarik perhatian calon pembeli.
Menurut keterangan Temin, omzet yang diperolehnya pada hari biasa berada di kisaran Rp1 juta. Namun, selama penyelenggaraan MotoGP di Mandalika, pendapatannya meningkat tajam hingga lebih dari Rp20 juta. Ia menyampaikan bahwa peningkatan tersebut terjadi karena jumlah penonton dan calon pembeli bertambah secara signifikan selama ajang berlangsung. Perbandingan itu menunjukkan besarnya dampak kegiatan MotoGP terhadap aktivitas perdagangan kecil di sekitar sirkuit.
Bagi Temin, momen balapan tidak hanya menghadirkan keramaian, tetapi juga membuka peluang untuk meningkatkan pendapatan. Penonton yang melintas menjadi pasar langsung bagi suvenir bertema balap, sementara pedagang memperoleh kesempatan memperkenalkan produknya kepada pengunjung dari berbagai daerah. Pengalaman tersebut memperlihatkan bagaimana gelaran MotoGP Mandalika dapat memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha informal di kawasan sekitar sirkuit, terutama ketika tingginya kunjungan berlangsung selama beberapa hari penyelenggaraan.
Temin menawarkan beragam barang suvenir yang dapat dibawa pulang oleh penonton MotoGP Mandalika 2026. Pilihan tersebut mencakup perlengkapan bertema balapan, seperti topi dan pakaian, serta berbagai buah tangan lain yang berkaitan dengan gelaran MotoGP. Barang-barang itu menjadi pilihan bagi pengunjung yang ingin menyimpan kenangan dari pengalaman menyaksikan balapan secara langsung atau memberikannya kepada keluarga dan teman.
Kisaran harga suvenir yang ditawarkan Temin disebut mulai Rp50 ribu. Salah satu contohnya adalah topi yang dijual dengan harga Rp50 ribu. Bagi pedagang, harga tersebut tergolong murah sehingga dapat menarik minat penonton untuk membeli. Dengan harga yang relatif terjangkau, pengunjung memiliki kesempatan memilih buah tangan tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Nilai pembelian juga dapat disesuaikan dengan jumlah barang yang ingin dibawa pulang.
Harga suvenir yang dimulai dari Rp50 ribu memberikan alternatif bagi penonton dengan kebutuhan belanja yang beragam. Mereka dapat membeli satu barang sebagai kenang-kenangan, maupun memilih beberapa jenis suvenir sesuai anggaran yang tersedia. Topi seharga Rp50 ribu menjadi gambaran bahwa produk bertema MotoGP dapat diperoleh dengan harga yang dianggap murah oleh pedagang.
Arini Putri, penonton MotoGP 2026, turut memilih membeli buah tangan untuk dibawa pulang ke Jakarta. Ia telah dua kali menyaksikan balapan secara langsung. Dalam pengalamannya, harga suvenir yang murah menjadi salah satu pertimbangannya ketika memutuskan membeli. Pilihan tersebut membuat pengalaman menonton di Mandalika tidak hanya diingat melalui pertandingan, tetapi juga melalui barang yang dibawa pulang sebagai buah tangan. Kesaksian Arini memperlihatkan bahwa keterjangkauan harga menjadi salah satu pertimbangan penonton saat memilih suvenir di sekitar lokasi gelaran.
Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika mulai menjadi tuan rumah MotoGP pada 2022. Penyelenggaraan tersebut menandai kembalinya Indonesia ke kalender balap motor dunia setelah lebih dari 25 tahun tidak menjadi lokasi gelaran MotoGP. Kehadiran ajang ini kembali menempatkan Indonesia dalam rangkaian kompetisi internasional dan menjadikan kawasan Mandalika sebagai salah satu pusat perhatian selama periode perlombaan.
Sejak itu, pelaksanaan MotoGP di Mandalika berlangsung sebagai agenda yang mempertemukan pembalap, tim, penonton, serta pelaku usaha di sekitar kawasan sirkuit. Bagi pedagang suvenir lokal, keberadaan penonton dan pengunjung menghadirkan ruang untuk menawarkan berbagai barang yang berkaitan dengan kegiatan balap maupun identitas daerah. Produk tersebut dapat menjadi pilihan bagi pengunjung yang ingin membawa pulang kenang-kenangan dari Mandalika.
Gelaran MotoGP Mandalika 2026 juga terlihat dalam aktivitas perdagangan suvenir. Sejumlah pedagang melaporkan omzet yang meningkat hingga Rp20 juta selama berlangsungnya ajang tersebut. Angka itu menjadi bagian dari informasi mengenai transaksi yang terjadi pada periode perlombaan, sekaligus menunjukkan adanya aktivitas ekonomi langsung bagi pedagang yang berjualan di sekitar lokasi penyelenggaraan.
Konteks penyelenggaraan sejak 2022 membantu menjelaskan mengapa MotoGP kini menjadi salah satu momen penting bagi pasar suvenir lokal di Mandalika. Namun, perkembangan penjualan pada satu gelaran belum dapat digunakan untuk menyimpulkan dampak jangka panjang terhadap pendapatan pedagang atau perekonomian daerah. Fakta yang tersedia menunjukkan bahwa ajang internasional tersebut membuka kesempatan berjualan bagi pedagang suvenir ketika arus pengunjung meningkat selama perlombaan.






