Gempa Magnitudo 5,1 Berpusat di Laut Tenggara Bitung, Getaran Terasa di Tondano

Gempa Magnitudo 5,1 Berpusat di Laut Tenggara Bitung, Getaran Terasa di Tondano

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 October 2026, Gempa bumi bermagnitudo 5,1 mengguncang wilayah laut tenggara Bitung, Sulawesi Utara, pada Jumat siang, 9 Oktober 2026. Informasi mengenai kejadian tersebut disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Pusat gempa berada di kawasan perairan tenggara Kota Bitung, sehingga peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat di sejumlah wilayah sekitar.

Getaran gempa tersebut turut dirasakan hingga Tondano. Warga di wilayah itu merasakan guncangan ketika aktivitas berlangsung pada siang hari. Informasi tentang getaran yang terasa di Tondano melengkapi laporan awal mengenai gempa yang berpusat di laut tenggara Bitung tersebut.

BMKG mencatat kekuatan gempa mencapai magnitudo 5,1. Besaran itu menjadi informasi utama dalam laporan kejadian, bersama lokasi pusat gempa dan waktu terjadinya. Karena episentrum berada di laut, penyampaian informasi secara cepat diperlukan agar masyarakat memperoleh keterangan yang jelas mengenai sumber guncangan.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa wilayah Sulawesi Utara kembali mengalami aktivitas seismik yang dapat dirasakan masyarakat. Keterangan BMKG menjadi rujukan awal untuk memahami karakter kejadian, terutama berkaitan dengan magnitudo dan lokasi pusatnya. Masyarakat di sekitar Bitung, Tondano, serta wilayah lain yang merasakan getaran dapat mengikuti pembaruan informasi resmi dari BMKG untuk memperoleh perkembangan terbaru mengenai gempa tersebut.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut terjadi pada pukul 12.11.04 WIB. Pencatatan waktu ini menunjukkan saat gelombang gempa terdeteksi oleh jaringan pemantauan seismik, sehingga menjadi acuan utama dalam penyusunan informasi awal mengenai peristiwa tersebut. Ketepatan waktu penting untuk membantu masyarakat, pemerintah daerah, dan lembaga terkait mencocokkan laporan getaran yang dirasakan di berbagai wilayah.

BMKG mencatat gempa memiliki magnitudo 5,1. Angka magnitudo menggambarkan besarnya energi yang dilepaskan dari sumber gempa, bukan tingkat getaran yang pasti dirasakan di setiap lokasi. Intensitas guncangan dapat berbeda-beda bergantung pada jarak dari pusat gempa, kondisi tanah, struktur bangunan, serta kedalaman sumber. Karena itu, gempa dengan magnitudo yang sama dapat dirasakan dengan kekuatan berbeda oleh masyarakat di sejumlah daerah.

Pusat gempa berada di laut, sekitar 125 kilometer tenggara Bitung, Sulawesi Utara. Informasi mengenai posisi ini menjelaskan bahwa sumber guncangan tidak terletak di daratan perkotaan, melainkan berada di wilayah perairan. Jarak tersebut juga membantu menerangkan mengapa getaran dapat dirasakan hingga kawasan lain, termasuk Tondano. Lokasi episentrum yang berada di laut menjadi salah satu parameter yang terus diperhatikan dalam pemantauan lanjutan.

Kedalaman gempa tercatat 10 kilometer. Dengan kedalaman tersebut, gempa dikategorikan sebagai gempa dangkal karena sumbernya berada relatif dekat dengan permukaan bumi. Gempa dangkal berpotensi menghasilkan getaran yang lebih terasa di wilayah sekitar episentrum, meskipun dampaknya tetap dipengaruhi oleh magnitudo, jarak, dan kondisi geologi setempat. Rangkaian data waktu, lokasi, magnitudo, serta kedalaman ini memberikan gambaran teknis mengenai karakter gempa yang dilaporkan BMKG.

Guncangan gempa bermagnitudo 5,1 yang berpusat di laut tenggara Bitung dirasakan di wilayah Bitung dan Tondano. Informasi tersebut merujuk pada keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai wilayah yang mengalami getaran akibat aktivitas gempa tersebut.

BMKG mencatat intensitas getaran di Tondano berada pada skala III Modified Mercalli Intensity (MMI). Skala ini digunakan untuk menggambarkan tingkat getaran gempa yang dirasakan pada suatu wilayah berdasarkan laporan dan pengamatan yang tersedia. Dengan demikian, Tondano termasuk salah satu daerah yang merasakan guncangan dari gempa yang berpusat di perairan tenggara Bitung.

Bitung juga tercatat mengalami getaran dengan intensitas III MMI. Tingkat intensitas tersebut sama dengan yang tercatat di Tondano. Penyebutan kedua wilayah ini menunjukkan bahwa dampak getaran gempa tidak hanya tercatat di sekitar lokasi pusat gempa, tetapi juga dirasakan di wilayah lain yang berada dalam jangkauan guncangan. Data intensitas ini merupakan informasi BMKG dan tidak memuat keterangan tambahan mengenai kondisi warga, bangunan, maupun situasi lapangan di kedua daerah tersebut.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa gempa bumi bermagnitudo 5,1 yang berpusat di laut tenggara Bitung tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Pernyataan tersebut menjadi keterangan penting dalam laporan kejadian gempa yang getarannya turut dirasakan di wilayah Tondano.

Status tidak berpotensi tsunami menunjukkan bahwa gempa tersebut, berdasarkan informasi BMKG, tidak memenuhi kondisi yang dapat memicu terjadinya tsunami. Dengan demikian, tidak terdapat ancaman tsunami yang disampaikan BMKG terkait gempa bermagnitudo 5,1 itu. Keterangan tersebut merujuk pada hasil pemantauan dan informasi resmi mengenai kejadian gempa yang berpusat di wilayah laut tenggara Bitung.

Gempa ini tetap tercatat sebagai peristiwa yang getarannya dirasakan di sejumlah wilayah, termasuk Tondano, namun BMKG menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak berpotensi tsunami. Informasi mengenai status ancaman tsunami menjadi bagian dari laporan resmi agar masyarakat memperoleh gambaran yang jelas mengenai dampak yang berkaitan dengan gempa tersebut.