Letjen TNI Iwan Setiawan ditunjuk untuk memimpin Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) sebagai Panglima Kostrad atau Pangkostrad. Penunjukan tersebut menandai perubahan penting dalam susunan kepemimpinan di lingkungan TNI Angkatan Darat. Dengan jabatan baru ini, Iwan akan mengemban tanggung jawab strategis dalam memimpin salah satu komando utama yang memiliki peran penting dalam kesiapsiagaan serta pengerahan kekuatan Angkatan Darat.
Sebelum mendapat kepercayaan sebagai Pangkostrad, Iwan menjabat sebagai Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri TNI Angkatan Darat. Posisi tersebut berkaitan dengan pembinaan dan pengembangan kemampuan infanteri, termasuk peningkatan profesionalisme personel serta kesiapan satuan dalam melaksanakan tugas. Pengalaman itu menjadi bagian dari rekam penugasan yang mendukung penunjukannya untuk menduduki jabatan strategis di Kostrad.
Peralihan jabatan ini menempatkan Iwan pada tanggung jawab yang lebih luas. Sebagai Pangkostrad, ia tidak hanya memimpin unsur komando dan satuan yang berada di bawah Kostrad, tetapi juga memastikan seluruh kekuatan tersebut mampu menjalankan tugas sesuai kebijakan pimpinan TNI Angkatan Darat. Jabatan tersebut menuntut kepemimpinan, kemampuan mengelola organisasi, serta pemahaman terhadap kebutuhan operasi dan pembinaan kekuatan.
Penunjukan Iwan juga menjadi bagian dari rotasi jabatan di lingkungan TNI yang disebut sebagai penyegaran organisasi. Rotasi semacam ini lazim dilakukan untuk menjaga dinamika kepemimpinan, memperluas pengalaman para perwira, dan memastikan kesinambungan pelaksanaan tugas. Dari jabatan Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri, Iwan kini dipercaya memimpin Kostrad, sehingga perubahan tersebut sekaligus menunjukkan adanya penyesuaian penempatan perwira sesuai kebutuhan organisasi.
Dengan pengalaman sebelumnya di bidang infanteri dan tanggung jawab barunya sebagai Pangkostrad, Iwan diharapkan dapat melanjutkan pembinaan satuan serta menjaga kesiapan operasional Kostrad. Penugasan ini menjadi babak baru dalam perjalanan karier militernya sekaligus memperkuat struktur kepemimpinan TNI Angkatan Darat.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak mengonfirmasi adanya pergantian pucuk pimpinan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad). Keterangan tersebut disampaikan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu, 7 Oktober 2026. Pernyataan Maruli menjadi penegasan atas informasi mengenai perubahan jabatan di lingkungan TNI Angkatan Darat.
Dalam keterangannya, Maruli membenarkan bahwa Letnan Jenderal TNI Iwan Setiawan telah menggantikan pejabat sebelumnya sebagai Pangkostrad. Konfirmasi itu disampaikan secara langsung ketika ia berada di kawasan Istana Kepresidenan. Dengan demikian, nama Iwan Setiawan menjadi bagian dari rotasi kepemimpinan yang berlangsung di tubuh Angkatan Darat.
Pergantian tersebut disebut sebagai bagian dari penyegaran organisasi. Istilah itu merujuk pada penataan personel dan kepemimpinan untuk mendukung dinamika serta kebutuhan organisasi. Namun, berdasarkan keterangan yang tersedia, Maruli tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai alasan teknis di balik pergantian tersebut ataupun rincian penugasan lain yang berkaitan dengan posisi Pangkostrad.
Maruli juga tidak menyampaikan informasi mengenai mekanisme pelantikan Iwan Setiawan maupun waktu efektif dimulainya pergantian jabatan itu. Karena itu, keterangan yang dapat dipastikan dari pernyataan KSAD sejauh ini adalah adanya pergantian pejabat Pangkostrad dan penunjukan Iwan Setiawan untuk menggantikan pejabat sebelumnya. Informasi tambahan mengenai proses administrasi, agenda pelantikan, atau waktu pelaksanaan belum tercantum dalam sumber yang tersedia.
Konfirmasi di Istana Kepresidenan tersebut memberikan kejelasan atas perubahan kepemimpinan Kostrad, sekaligus menunjukkan bahwa rotasi personel menjadi bagian dari pembaruan organisasi di lingkungan TNI Angkatan Darat. Perkembangan berikutnya terkait jabatan itu masih menunggu keterangan resmi lebih lanjut dari pihak berwenang.
Maruli Simanjuntak membantah dugaan bahwa rotasi jabatan Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) berkaitan dengan pergantian calon Panglima TNI. Menurut penjelasannya, perubahan tersebut tidak diarahkan untuk mengatur atau menyesuaikan proses pergantian calon Panglima TNI. Ia menegaskan bahwa rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi di lingkungan TNI.
Maruli menjelaskan, pergantian Pangkostrad berlangsung bersamaan dengan penunjukan sejumlah Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) baru di beberapa wilayah. Kesamaan waktu tersebut, menurutnya, menjadi bagian dari rangkaian penyegaran dan penataan jabatan dalam struktur organisasi. Karena itu, perubahan posisi Pangkostrad tidak dapat langsung dikaitkan dengan isu mengenai calon Panglima TNI.
Penjelasan tersebut disampaikan untuk meluruskan anggapan yang menghubungkan rotasi Pangkostrad dengan perubahan pada posisi strategis di tingkat pusat. Maruli menempatkan pergantian itu dalam konteks yang lebih luas, yakni adanya beberapa jabatan komando yang mengalami perubahan secara bersamaan. Penunjukan pejabat baru di sejumlah wilayah menjadi bagian dari proses yang berjalan pada periode yang sama.
Dengan keterangan itu, Maruli meminta agar rotasi jabatan tersebut dipahami berdasarkan penjelasan organisasi yang tersedia, bukan melalui dugaan mengenai pergantian calon Panglima TNI. Ia tidak menguraikan hubungan khusus pergantian Pangkostrad dan perubahan calon Panglima TNI. Pernyataan tersebut mempertahankan fokus pada proses rotasi internal, termasuk penunjukan Pangdam baru di beberapa daerah yang berlangsung bersamaan.
Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan bahwa pergantian jabatan di lingkungan TNI merupakan bagian dari dinamika organisasi. Penjelasan serupa disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Maruli Simanjuntak ketika menerangkan penunjukan Letjen TNI Iwan Setiawan untuk memimpin Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad). Menurut Maruli, rotasi jabatan merupakan hal yang lazim dilakukan dalam organisasi TNI, termasuk pada posisi strategis di lingkungan matra darat.
Maruli menjelaskan, Letjen TNI Mohammad Fadjar telah menjalankan tugas sebagai Pangkostrad selama sekitar dua tahun. Masa tersebut disebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pelaksanaan pergantian jabatan. Dengan demikian, perubahan kepemimpinan di Kostrad dipandang sebagai bagian dari penyegaran organisasi yang berlangsung melalui mekanisme rotasi dan mutasi jabatan di lingkungan TNI. Keterangan itu disampaikan untuk menjelaskan konteks pergantian dari Mohammad Fadjar kepada Iwan Setiawan.
Penjelasan Maruli menempatkan rotasi tersebut dalam kerangka pembinaan organisasi dan kesinambungan kepemimpinan. Ia tidak menyampaikan alasan lain di luar penjelasan bahwa pergantian merupakan hal yang lazim serta berkaitan dengan masa tugas sekitar dua tahun. Setelah penunjukan itu, Letjen TNI Iwan Setiawan akan mengemban tanggung jawab sebagai Pangkostrad. Sementara itu, keterangan mengenai pergantian jabatan tersebut merujuk pada pernyataan Maruli bahwa rotasi dilakukan sebagai bagian dari penyegaran organisasi TNI.




