Agats, Papua Selatan — Situasi keamanan di Kota Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, menjadi perhatian setelah rangkaian kericuhan pada Senin (21/9/2026) berujung pada dua orang meninggal dunia. Insiden tersebut juga menyebabkan seorang anggota TNI mengalami luka berat setelah tangan kanannya putus akibat serangan saat berada di lokasi kejadian.
Peristiwa bermula dari kemarahan keluarga menyusul dugaan pembunuhan terhadap seorang pelajar berinisial EP. Informasi mengenai kejadian tersebut kemudian memicu ketegangan di tengah masyarakat dan berkembang menjadi aksi kekerasan terhadap seorang pria berinisial JH yang disebut-sebut berkaitan dengan perkara tersebut.
JH sebelumnya diserang oleh keluarga korban di sekitar kawasan Pasar Mama-Mama Cemenes. Dalam kejadian itu, JH mengalami penganiayaan hingga tidak sadarkan diri. Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Agats setelah sempat diduga telah meninggal dunia.
Situasi kembali memanas ketika warga mengetahui JH ternyata masih hidup dan berada di rumah sakit. Massa kemudian mendatangi RSUD Agats dan berupaya masuk ke area perawatan. Barikade aparat yang berada di lokasi akhirnya diterobos sehingga terjadi kembali aksi kekerasan di dalam lingkungan rumah sakit.
JH kembali menjadi sasaran penganiayaan setelah massa berhasil masuk. Kondisinya kemudian memburuk hingga dinyatakan meninggal dunia pada pukul 12.55 WIT. Dengan demikian, rangkaian peristiwa tersebut mengakibatkan dua korban meninggal dunia, termasuk korban awal yang disebut merupakan seorang pelajar SMA.
Dalam kericuhan tersebut, seorang anggota intelijen TNI juga menjadi korban. Ia mengalami luka berat setelah diserang ketika sedang merekam situasi yang berlangsung. Serangan tersebut mengakibatkan tangan kanannya putus dan korban harus mendapatkan penanganan medis.
Hingga Selasa (22/9/2026), aparat Polres Asmat masih melakukan pengamanan di sejumlah titik di Kota Agats untuk mencegah terjadinya aksi susulan. Aparat juga terus memantau perkembangan situasi dan berupaya menjaga kondisi keamanan tetap terkendali setelah rangkaian kekerasan yang menimbulkan korban jiwa tersebut.
Pewarta: Abdul Latif













