Mozza Axillia Gunarsa adalah seorang remaja berusia 18 tahun yang terhitung sebagai siswa aktif di salah satu sekolah menengah atas di kotanya. Ia dikenal sebagai sosok yang ceria, penuh semangat, dan memiliki banyak teman di lingkungannya. Pada tanggal 25 Juni 2025, Mozza dilaporkan hilang oleh keluarganya setelah tidak kembali ke rumah usai menghadiri kegiatan di luar sekolah.
Keluarga Mozza terdiri dari orang tua dan dua saudara kandung. Orang tua Mozza selalu mendukung pendidikan dan perkembangan sosialnya. Mereka aktif terlibat dalam kehidupan sehari-hari anak-anak mereka dan senantiasa menjaga komunikasi yang baik. Mozza merupakan anak yang patuh dan bertanggung jawab, yang membuat orang tuanya merasa tenang dengan kebiasaan dan rutinitasnya. Sebelum hilang, ia sering mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dan rutin melakukan olahraga bersama teman-temannya.
Pada hari hilangnya Mozza, kondisi sosial di lingkungan tempat tinggalnya juga cukup dinamis. Ada beberapa kegiatan komunitas yang berlangsung, dan banyak warga yang keluar rumah untuk berpartisipasi. Terdapat pula informasi mengenai beberapa kejadian yang mungkin menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua, terkait dengan keselamatan anak remaja di wilayah tersebut. Namun, tidak ada tanda-tanda atau indikasi bahwa Mozza terlibat dalam situasi berbahaya sebelum ia menghilang.
Pengamatan dari teman-teman dan keluarga menunjukkan bahwa tidak ada perubahan perilaku yang mencolok sebelum hari hilangnya Mozza, sehingga hilangnya remaja ini mengejutkan banyak pihak. Hal ini menimbulkan pertanyaan dan kekhawatiran, tidak hanya di kalangan keluarga tetapi juga di masyarakat luas, yang mendesak pihak berwenang untuk segera melakukan pencarian intensif terhadap Mozza.
Sebelum hilangnya Mozza Axillia Gunarsa, terdapat sejumlah peristiwa penting yang menjadi sorotan dalam kronologi kasus ini. Mohza telah merencanakan beberapa aktivitas pada hari kejadian, yang menjadi bagian dari rutinitasnya. Salah satu rencana penting yang dia buat adalah untuk mengantarkan sebuah laptop kepada orang tuanya yang berada di kawasan Makodam Semarang. Ini adalah kegiatan yang telah direncanakan dan merupakan bagian dari dukungan Mozza kepada keluarganya.
Pada hari tersebut, Mozza berpamitan dengan baik kepada keluarganya. Menurut pengakuan anggota keluarganya, ia tampak dalam keadaan yang wajar dan tidak menunjukkan tanda-tanda yang mencurigakan. Bocah itu keluar dari rumah menjelang sore hari, dengan tujuan untuk memenuhi janjinya kepada orang tuanya. Sebelum pergi, ia sempat berbincang sebentar dengan adiknya, memberi kesan bahwa ia akan segera kembali setelah mengantarkan barang tersebut.
Waktu yang tepat sebelum dinyatakan hilang adalah sekitar pukul 17.00 WIB, saat Mozza menginformasikan kepada keluarganya bahwa ia sudah dalam perjalanan. Namun, seiring berjalannya waktu, kekhawatiran mulai muncul di kalangan keluarga, ketika Mozza tidak kunjung kembali dan tidak menanggapi pesan yang dikirim. Mereka mencoba menghubungi Mozza, tetapi ponselnya mati atau tidak dapat dihubungi. Hal ini memunculkan rasa panik dan kekhawatiran yang mendalam di kalangan keluarganya, yang akhirnya melaporkan hilangnya Mozza kepada pihak berwenang.
Dalam beberapa jam setelah laporan dibuat, pihak kepolisian melakukan penyelidikan awal, dengan mengumpulkan informasi dari keluarga dan juga saksi-saksi di sekitar tempat kejadian. Pengakuan dari keluarganya mengungkapkan bahwa Mozza adalah sosok yang bertanggung jawab dan tidak pernah menunjukkan tanda-tanda perilaku yang aneh sebelumnya. Informasi ini menjadi penting dalam upaya pihak kepolisian untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi sebelum Mozza hilang.
Setelah menerima laporan mengenai hilangnya Mozza Axillia Gunarsa, pihak kepolisian segera mengimplementasikan langkah-langkah yang diperlukan untuk melakukan penyelidikan dan pencarian. Tindakan awal yang diambil oleh Kasat Reskrim Polres Semarang adalah mengumpulkan informasi yang relevan dari orang-orang terdekat yang mungkin mengetahui keberadaan Mozza. Keluarga, teman, dan saksi di lokasi hilangnya Mozza menjadi fokus utama dalam proses pengumpulan data awal.
Dalam proses ini, interogasi dilakukan dengan hati-hati untuk memastikan bahwa semua informasi yang diterima dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kenyataan. Tim penyidik memanfaatkan teknik komunikasi yang efektif agar para saksi merasa nyaman menyampaikan apa yang mereka ketahui. Di samping itu, tim juga mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat berkaitan dengan kasus hilangnya Mozza, seperti aktivitas terakhir yang dilakukannya, hubungan sosial, serta kemungkinan ancaman yang mungkin diterimanya.
Setelah memperoleh informasi awal, kepolisian menyusun strategi pencarian yang mencakup koordinasi dengan unit-unit lain, termasuk tim pencari dari masyarakat dan relawan. Pencarian dilakukan di area-area yang dianggap kemungkinan menjadi lokasi hilangnya Mozza, termasuk pemetaan kawasan dan pemeriksaan ruang publik seperti sekolah, taman, dan tempat umum lain yang sering dikunjungi. Pihak kepolisian juga memperluas pencarian mereka dengan meminta bantuan media untuk menyebar informasi mengenai Mozza dengan harapan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang mungkin memiliki informasi.
Dalam upaya menjaga transparansi, pihak kepolisian menyampaikan perkembangan terbaru dari penyelidikan kepada keluarga Mozza agar mereka tetap terinformasi dan merasa diikutsertakan dalam proses tersebut. Ini merupakan langkah penting untuk memastikan kerjasama yang baik polisi dan keluarga, serta untuk memberikan dukungan emosional kepada anggota keluarga yang dilanda rasa cemas dan kehilangan.
Kronologi kasus hilangnya Mozza Axillia Gunarsa berujung pada penemuan jasadnya yang terjadi di sebuah lokasi terpencil. Penemuan mayat Mozza terjadi pada tanggal tertentu, di mana pihak kepolisian mendapat informasi dari masyarakat setempat mengenai keberadaan jasad yang mencurigakan. Penyelidikan awal menunjukkan bahwa jasad tersebut adalah Mozza, yang dilaporkan hilang beberapa waktu sebelum penemuan itu. Penggunaan tim forensik dan penyelidik lapangan menjadi krusial dalam proses identifikasi dan pengumpulan bukti di lokasi penemuan.
Setelah penemuan mayat, pihak kepolisian segera melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengidentifikasi pelaku di balik kasus ini. Proses penangkapan dimulai dengan pengumpulan keterangan dari saksi dan analisis data yang terkait. Dari hasil penyelidikan, pihak berwenang berhasil melacak seseorang yang diduga kuat terlibat dalam hilangnya Mozza. Penangkapan dilakukan di lokasi berbeda dari tempat penemuan jasad, yang menunjukkan bahwa pelaku telah berusaha untuk menghindari pelacakan.
Nama tersangka telah dirilis oleh pihak kepolisian dengan menyatakan bahwa dia adalah individu yang dikenal oleh Mozza. Hal ini menambah kompleksitas kasus ini, mengingat hubungan personal di keduanya. Dalam tindakan lanjut, pihak kepolisian melibatkan unit khusus untuk memastikan bahwa langkah-langkah hukum yang diambil tepat dan transparan. Penahanan pelaku menyusul serangkaian interogasi dan penyiksaan untuk mengungkap lebih banyak detail mengenai kronologi kejadiannya. Dokumentasi dan pengumpulan bukti juga dilakukan guna memperkuat proses hukum yang akan berlangsung. Masyarakat, yang sebelumnya cemas akan keamanan, menyambut baik langkah tegas pihak berwajib dalam menuntaskan kasus ini.













