Pegadaian, sebagai lembaga yang terkemuka dalam sektor keuangan syariah, baru-baru ini menorehkan prestasi yang membanggakan dengan meraih penghargaan "Best Sukuk – SME" dalam ajang The Asset Triple A Islamic Finance Awards 2026. Penghargaan ini menjadi simbol pengakuan internasional terhadap kontribusi Pegadaian dalam mengembangkan instrumen keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah.
Acara penghargaan tersebut diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia, yang dikenal sebagai pusat finansial dan perdagangan terkemuka di Asia Tenggara. Tanggal 27 Agustus 2026 menjadi momen bersejarah bagi Pegadaian, di mana presentasi penghargaan ini dihadiri oleh berbagai pemimpin industri dan pelaku pasar dari berbagai negara, semua berkumpul untuk merayakan pencapaian luar biasa dalam dunia keuangan Islam.
Dengan penghargaan ini, Pegadaian semakin memperkuat posisinya di kancah internasional dengan menonjolkan produk sukuk yang dirilis untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Produk-produk ini tidak hanya memberikan kemudahan akses pendanaan bagi sektor tersebut, namun juga selaras dengan tujuan sosial dalam pengembangan ekonomi berbasis syariah. Kesuksesan Pegadaian dalam meraih penghargaan ini menunjukkan komitmennya untuk terus berinovasi dan berperan aktif dalam memajukan industri keuangan syariah bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di panggung global.
Pada acara penghargaan yang prestisius ini, Luh Putu Andarini, yang menjabat sebagai Kepala Divisi Treasuri di PT Pegadaian, menerima penghargaan yang mencerminkan pengakuan internasional terhadap kinerja dan inovasi dalam bidang keuangan syariah. Penghargaan tersebut merupakan tonggak penting yang tidak hanya menyoroti kontribusi individu, tetapi juga prestasi serta komitmen PT Pegadaian terhadap perkembangan sektor keuangan yang berlandaskan prinsip syariah.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pemimpin institusi keuangan syariah, serta pakar pasar modal dari kawasan Asia-Pasifik, menjadikannya sebagai platform yang signifikan untuk bertukar ide dan pengalaman. Kehadiran tokoh-tokoh dalam industri ini menandakan pentingnya pengakuan terhadap institusi yang telah berkontribusi dalam memajukan perekonomian melalui kedalaman inovasi dan prakarsa yang relevan dalam keuangan syariah.
Penghargaan ini memberikan harapan baru bagi institusi keuangan lainnya untuk berinovasi dan meningkatkan pelayanan mereka. Dengan pengakuan kepada Luh Putu Andarini dan timnya, diharapkan akan timbul lebih banyak inisiatif yang terinspirasi dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas. Melalui penghargaan ini, PT Pegadaian menunjukkan dedikasinya untuk tidak hanya menjadi pelopor dalam bidang keuangan syariah tetapi juga untuk memberikan dampak positif bagi perkembangan ekonomi umat.
Secara keseluruhan, acara ini memfasilitasi kolaborasi dan pertukaran pengetahuan yang berharga institusi keuangan syariah, serta memberi masing-masing anggota sektor ini kesempatan untuk belajar dari kesuksesan satu sama lain. Penghargaan kepada Luh Putu Andarini adalah langkah penting dalam menciptakan ekosistem keuangan syariah yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
Pegadaian telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam dunia keuangan syariah dengan penerbitan sukuk mudharabah dua seri yang memiliki total nilai sebesar Rp1,75 triliun. Penerbitan sukuk ini merupakan langkah strategis dalam memobilisasi dana dari pasar modal, yang tidak hanya memberikan alternatif sumber pembiayaan bagi perusahaan tetapi juga berkontribusi terhadap perkembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia.
Penerbitan sukuk mudharabah ini terdiri dari dua seri, yaitu sukuk mudharabah 3 tahun dan 5 tahun. Hal ini menunjukkan fleksibilitas Pegadaian dalam menawarkan produk yang sesuai dengan kebutuhan investor sekaligus tetap mematuhi prinsip-prinsip syariah. Melalui sukuk ini, Pegadaian dapat mengumpulkan dana yang kemudian akan disalurkan kepada UMKM yang membutuhkan pembiayaan untuk pengembangan usaha mereka.
Selain itu, dengan adanya penerbitan sukuk ini, Pegadaian berusaha untuk meningkatkan likuiditas di pasar modal syariah Indonesia. Penerbitan ini diharapkan dapat menarik lebih banyak investor untuk berpartisipasi dalam instrumen keuangan syariah, sehingga memperkuat ekosistem keuangan syariah yang ada. Dengan dukungan dana dari sukuk mudharabah, UMKM diharapkan bisa lebih cepat berkembang, yang pada gilirannya akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Keterlibatan Pegadaian dalam menerbitkan sukuk mudharabah juga mencerminkan inovasi yang terus dilakukan oleh lembaga keuangan syariah, dalam rangka memenuhi kebutuhan pembiayaan masyarakat. Melalui penerbitan sukuk ini, Pegadaian tidak hanya menciptakan berbagai peluang investasi yang menarik bagi investor, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perkembangan UMKM. Ini menunjukkan bahwa Pegadaian adalah pelopor dalam inovasi yang mampu menjaga keseimbangan keuntungan finansial dan nilai sosial.
Pegadaian telah menunjukkan komitmennya untuk memperkuat pasar keuangan syariah di Indonesia melalui berbagai inisiatif yang inovatif dan terjangkau. Dalam upaya ini, pegadaian tidak hanya berfokus pada peningkatan layanan bagi nasabah, tetapi juga pada peningkatan inklusi keuangan yang penting bagi pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Dengan melalui pendekatan ini, Pegadaian turut berkontribusi pada pengembangan ekonomi syariah, yang kini semakin menjadi sorotan di kalangan investor global.
Ferdian Timur Satyagraha, sebagai salah satu pemimpin di Pegadaian, mengungkapkan bahwa kepercayaan investor global terhadap lembaga keuangan syariah, termasuk Pegadaian, semakin meningkat. Hal ini memberikan sinyal positif bahwa sektor keuangan syariah memiliki potensi yang besar untuk berkembang. Investor mulai menyadari bahwa penerapan prinsip-prinsip keuangan syariah mampu menciptakan stabilitas ekonomi serta memberikan alternatif finansial yang lebih etis dan bertanggung jawab.
Selain itu, Pegadaian juga berupaya menawarkan permodalan yang terjangkau untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dengan menyediakan akses keuangan yang lebih baik, Pegadaian berkontribusi dalam meningkatkan daya saing UMKM, yang merupakan salah satu sektor penting dalam perekonomian Indonesia. Dukungan ini tidak hanya memberikan peluang untuk pertumbuhan usaha, tetapi juga berperan dalam meningkatkan ketahanan ekonomi negara. Dengan demikian, komitmen Pegadaian untuk memperkuat inklusi keuangan menjadi faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di tanah air.












Response (1)